Surat Mahasiswi Unima yang Viral Ternyata Dibuat sebagai Laporan Pelecehan kepada Kampus, Keluarga Laporkan ke Polisi
- dok.kolase tvonenews.com/ @kronikaotik77
Jakarta, tvOnenews.com- Tengah viral sebuah surat mahasiswi Unima di media sosial (Medsos) yang diketahui tulis tangan. Isinya curahan hati mahasiswi tersebut yang mengaku alami pelecehan seksual.
*Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Dalam surat mahasiswi Unima yang viral tersebut, tertulis sebagai laporan mahasiswa yang alami pelecehan dari seorang doesn yang ditujukan kepada Kampus.
Mahasiswi Unima tersebut berinisial EMM ditemukan tewas dalam Kamar Kosnya di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa 30 Desember 2025.
Korban sudah melakukan penolakan terhadap oknum dosen di dalam Mobil. Namun tidak diindahkan.
Ia juga menuliskan bahwa ada momen itulah dugaan pelecehan terjadi, hingga dia pun merasa malu untuk turun dari Mobil.
- dok.kolase tvonenews.com/ @kronikaotik77
“15.03 saya sampai di Prodi Pasca di situ saya semakin benci sama mner, karena dengan perlakuannya tidak mencerminkan dia adalah dosen. Pada saat itu beliau berkata bahwa dia adalah dosen yang paling bahagia,” sebut EMM.
Diketahui mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) itu bernama lengkap Evia Maria Mangolo, kini viral dan mengundang banyak perhatian warganet di media sosial.
Evia merupakan mahasiswi semester akhir Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang ditemukan tewas gantung diri di kamar kos miliknya di kawasan Kaaten, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, 30 Desember 2025.
Tak disangka kalau surat yang ditulis korban, terlihat dari foto yang viral itu ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima yang berisikan laporan adanya dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum dosen berinisial DM di lingkungan kampus.
Mengutip dari Youtube tvonenews, kalau keluarga Evia resmi melaporkan kasus kematian putrinya ke Polda Sulawesi Utara.
Hal tersebut dilakukan dikarenakan, sudah menemukan adanya kejanggalan pada korban.
Keluarga menduga adanya tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen semakin menguat lantaran bukan hanya ada surat yang ditulis Evia saja, melainkan keluarga juga menemukan memar di sejumlah tubuh korban. (klw)
Load more