News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apakah Jadi Pelakor Termasuk Gangguan Mental? Sarwendah Beri Jawaban dari Sisi Psikologi

Apakah perilaku perebut pasangan orang lain (elakor) termasuk gangguan mental? Simak penjelasan lengkap dari Sarwendah berdasarkan sudut pandang psikologi.
Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:05 WIB
Potret Sarwendah
Sumber :
  • Instagram @sarwendah29

tvOnenews.com - Fenomena pelakor atau perebut pasangan orang lain bukanlah hal baru di tengah masyarakat.

Kasus semacam ini kerap muncul dan menjadi perbincangan hangat, terutama di media sosial dan pemberitaan hiburan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik label sosial yang melekat, muncul pertanyaan penting: apakah perilaku menjadi pelakor termasuk gangguan mental menurut psikologi?

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sarwendah, seolang public figure sekaligus seseorang yang mempelajari ilmu psikologi memberikan jawabannya dari sudut pandang psikolog.

"Menurut ilmu psikologi, salah satu penyebab pelakor karena adanya perasaan komepetitif dengan orang lain," kata Sarwendah, melansir dari unggahan Instagram miliknya, Jumat (2/1/2026)

Ketika seseorang berhasil mendapatkan pasangan milik orang lain, hal tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri pelaku.

Ia merasa lebih unggul, lebih hebat, dan seolah “menang” dibandingkan pihak yang pasangannya direbut.

Sarwendah menambahkan, pelakor itu tidak selalu merujuk pada perempuan. Laki-laki juga dapat melakukan perilaku serupa, yakni terlibat dalam hubungan dengan pasangan orang lain.

Artinya, fenomena ini berkaitan dengan perilaku dan kondisi psikologis individu, bukan soal gender semata.

Faktor seseorang menjadi pelakor

Ilustrasi Pasangan Selingkuh
Ilustrasi Pasangan Selingkuh
Sumber :
  • Freepik/stefamerpik

Psikologi mencatat beberapa faktor yang dapat memengaruhi seseorang terlibat dalam hubungan terlarang.

Sarwendah menjelaskan beberapa faktor tersebut di antaranya:

  • Kebutuhan vaidasi dan harga diri yang rendah.
  • Sensasi dan adrenalin dari 'cinta yang terlarang'
  • Isu komitmen dan ketakutan hubungan yang serius.
  • Kurangnya empati atau narsisme
  • Ada pengalaman masa lalu atau trauma.

Apakah perilaku pelakor termasuk gangguan mental?

Lalu, apakah menjadi pelakor dapat dikategorikan sebagai gangguan mental? Sarwendah menyebut, jawabannya tidak selalu.

"Jika dilakukan karena tidak sengaja dan terbuai suasana, tidak bisa dikatakan sebagai gangguan mental," ungkap mantan istri Ruben Onsu tersebut.

Namun, ia menjelaskan, jika tindakan merebut pasangan orang lain dilakukan secara berulang, disengaja, bahkan dijadikan sarana mencari perhatian atau popularitas, kondisi tersebut bisa mengarah pada gangguan kepribadian narsistik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesimpulannya, psikologi memandang fenomena pelakor sebagai perilaku kompleks yang dipengaruhi banyak faktor.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Masyarakat di kawasan pesisir Jawa Timur dapat tetap tenang menyusul adanya aktivitas tektonik atau gempa pada Sabtu (27/6) siang. 
Dinilai Menguntungkan, DPR Usul 6 Negara Ini Jadi Prioritas Peroleh Kebijakan Bebas Visa

Dinilai Menguntungkan, DPR Usul 6 Negara Ini Jadi Prioritas Peroleh Kebijakan Bebas Visa

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menanggapi kebijakan Kementerian Pariwisata soal wacana pemberlakuan bebas visa kunjungan ke Indonesia.
Warga Padati Bundaran HI Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta, Sudirman-Thamrin Ditutup Sore Ini

Warga Padati Bundaran HI Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta, Sudirman-Thamrin Ditutup Sore Ini

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai dipadati warga pada Sabtu (27/6/2026) siang menjelang perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Pelatih Argentina Pastikan Lionel Messi Absen Kontra Yordania pada Laga Pamungkas Grup J Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Pelatih Argentina Pastikan Lionel Messi Absen Kontra Yordania pada Laga Pamungkas Grup J Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Kabar mengejutkan datang dari Timnas Argentina jelang menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026.
InJourney Konsolidasi Hotel BUMN: Langkah Besar Perkuat Pariwisata Nasional

InJourney Konsolidasi Hotel BUMN: Langkah Besar Perkuat Pariwisata Nasional

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus mempercepat transformasi sektor pariwisata nasional melalui konsolidasi portofolio hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 
Mangkir Latihan dan Pakai Perlengkapan dari Tim Lain, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Terancam Sanksi Berat dari FC Twente

Mangkir Latihan dan Pakai Perlengkapan dari Tim Lain, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Terancam Sanksi Berat dari FC Twente

Waduh, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers kini terancam dijatuhi sanksi disiplin berat usai kedapatan mangkir dari agenda latihan wajib bersama klubnya FC Twente

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT