Terungkap, Ternyata Begini Cara Sang Manajer Mengurus Farel Prayoga
- Instagram @rais_simpson
tvOnenews.com - Konflik di lingkungan keluarga Farel Prayoga, penyanyi yang dikenal lewat lagu Ojo Dibandingke, belakangan semakin memanas.
Perseteruan tersebut melibatkan pihak keluarga dan manajemen dengan saling tuding terkait pengelolaan keuangan sang penyanyi cilik.
Polemik ini berpusat pada kondisi finansial Farel yang kini disebut jauh dari kata aman, berbeda jauh dari masa kejayaannya saat jadwal manggungnya sangat padat.
![]()
Mantan penyanyi cilik pelantun lagu Ojo Bandingke, Farel Prayoga. (Sumber: Tangkapan layar YouTube Denny Sumargo)
Pihak manajemen menuding ayah Farel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas habisnya uang hasil kerja sang anak.
Sebaliknya, ayah Farel justru menantang balik pihak manajemen dan meminta agar semua tudingan tersebut dibuktikan secara terbuka.
Situasi ini pun berkembang menjadi polemik yang ramai diperbincangkan publik dan memunculkan berbagai spekulasi.
Awal mula konflik mencuat setelah pengakuan Farel Prayoga dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo.
Dalam perbincangan itu, Farel mengungkapkan bahwa dirinya kini hidup dalam keterbatasan ekonomi, padahal sebelumnya dikenal sebagai penyanyi cilik dengan jadwal manggung yang sangat padat.
Ia menyebut uang yang dikumpulkannya selama ini telah habis dan isi rekening pribadinya nyaris kosong.
Farel juga mengungkap pengalaman saat mendapati saldo ATM miliknya hanya tersisa puluhan ribu rupiah, dari yang sebelumnya disebut mencapai ratusan juta rupiah.
Ketika mempertanyakan kondisi tersebut, ia justru merasa dituding boros oleh orang tuanya.
Seiring waktu berjalan, muncul dugaan dari pihak Farel bahwa sebagian uang hasil jerih payahnya digunakan oleh anggota keluarga untuk kepentingan pribadi dengan nilai yang tidak sedikit, bahkan disebut mencapai miliaran rupiah.
Menanggapi tudingan tersebut, Joko, ayah kandung Farel, membantah keras pernyataan manajer Muhammad Rais yang menyebut dirinya telah menghabiskan uang hasil kerja sang anak hingga Rp10 miliar.
Melalui unggahan di akun TikTok @fareluniverse, Joko menantang pihak manajemen untuk membuktikan klaim tersebut secara menyeluruh, terutama terkait asal-usul angka penghasilan yang disebut mencapai Rp10 miliar.
Di sisi lain, Muhammad Rais, manajer Farel Prayoga, memberikan penjelasan terkait tudingan tersebut.
Dalam wawancara bersama awak media yang diunggah di kanal YouTube Reyben Entertainment pada 4 Januari 2026, Rais tampil bersama Farel Prayoga dan Hagistio Pradika, S.Pd, Wakil Ketua Komnas PA DKI Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Rais mengungkapkan cara dirinya selama ini mengurus dan membimbing Farel.
![]()
Farel Prayoga, Manager Rais, dan Hagistio Pradika, S.Pd., Wakil Ketua Komnas PA DKI Jakarta. (Sumber: YouTube Reyben Entertainment)
“Dia sebenarnya menyerang saya. Ini kayak serangan apa ya? Awalnya serangannya bicara masalah nominal waktu Farel ngomong di podcast Denny Sumargo,” kata Rais.
Ia menilai persoalan tersebut kemudian berkembang ke mana-mana dan menjadi tidak terarah. Rais lalu memberi contoh keseharian Farel dalam hal penggunaan uang jajan.
“Terus ke mana-mana, jadi ngawur. Karena walau bagaimanapun, contohlah ini kita bicara: ada Farel, ada Pak Tio. Farel, kamu jajan itu dari uang Farel apa uang Om Rais biasanya jajan hari-hari?” ujar Rais.
Menjawab pertanyaan tersebut, Farel Prayoga dengan singkat mengatakan, “Dari uang Om.”
Rais pun melanjutkan penjelasannya terkait nominal uang jajan yang diberikan kepada Farel.
“Sehari kamu bisa Rp300 ribu sampai Rp1 juta, kadang kalau main ya. Tapi bagi saya enggak masalah dan ayahnya tahu, ayahnya tahu banget bagaimana saya memperlakukan Farel,” ungkapnya.
Menurut Rais, perhatiannya terhadap Farel tidak hanya sebatas pekerjaan, tetapi juga pendidikan dan pembentukan karakter.
“Contohlah kenapa saya memilih sekolah Farel yang bagus. Kan mahal sekolah itu, iya kan? Bisa saja saya memasukkan ke sekolah yang lebih murah. Saya menginginkan Farel ini mendapatkan pendidikan yang bagus, mendapatkan hak dia sebagai seorang anak,” jelas Rais.
Ia juga menegaskan adanya aturan ketat yang diterapkan demi kebaikan Farel.
“Sebenarnya dia cerdas. Jadi tergantung bagaimana cara kita menjaga dia, mengelola dia. Contohnya, dia keluar rumah sama kawan, dia enggak boleh pulang lewat jam 10 malam. Enggak boleh. Itu peraturan dari Om Rais. Itu untuk siapa? Untuk dia,” katanya.
Aturan tersebut, menurut Rais, tetap disesuaikan dengan kebutuhan anak seusianya.
“Dia boleh sedikit bergadang kalau Sabtu–Minggu, weekend itu boleh main game sampai mungkin di atas jam 10. Ada peraturan, bukan enggak ada peraturan. Dan itu untuk siapa? Untuk dia. Saya enggak selamanya ada di samping dia,” lanjut Rais.
Rais menegaskan bahwa semua itu dilakukan demi masa depan Farel Prayoga.
“Ketika dia besar nanti, dia sudah punya pondasi agama, pondasi pendidikan, sehingga dia siap. Ketika dia besar nanti, dia enggak mudah ditipu atau disakiti, karena dia sudah punya pondasi,” ujarnya.
Ia pun menutup dengan pernyataan bahwa dirinya sadar bukan orang tua kandung Farel, namun merasa memiliki tanggung jawab moral.
“Saya cuma orang lain sebenarnya, tapi orang lain yang selama ini membimbing dia,” pungkas Rais.
Polemik antara keluarga dan manajer Farel Prayoga masih terus berkembang dan menyita perhatian publik.
Di tengah konflik tersebut, masa depan Farel sebagai penyanyi muda berbakat kini ikut dipertaruhkan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan serta perlindungan maksimal bagi anak yang berkarier di industri hiburan.
(anf)
Load more