Ditetapkan Tersangka atas Laporan Doktif, dr Richard Lee Malah Komentari Ucapan Pandji Pragiwaksono: Pret Lah
- Kolase tangkapan layar YouTube dr Richard Lee & Instagram/@pandji.pragiwaksono
Jakarta, tvOnenews.com - dr Richard Lee mengomentari ucapan kontroversi komika Pandji Pragiwaksono. Itu terjadi saat ia baru ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Samira atau Dokter Detektif (Doktif).
Dalam unggahan Instagram Story pribadinya, dr Richard Lee agak mendukung ucapan Dokter Tompi. Pandji Pragiwaksono menuai sorotan karena mengkritik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Dokter Richard Lee juga membagikan sebuah konten berita terkait kritikan langsung dari Dokter Tompi terhadap Pandji Pragiwaksono.
Richard Lee secara tegas menolak aksi tersebut. Perundungan atau bullying secara fisik tidak boleh terjadi secara terus-menerus di Indonesia.
"Pret lah. Udah capek dengan negara dan netizen negara ini. Bully fisik selalu diterima," tulis dr Richard Lee dikutip tvOnenews.com, Selasa (6/1/2026).
- Tangkapan layar
Sorotan itu terjadi setelah Dokter Tompi mengomentari penampilan Pandji Pragiwaksono di acara Stand Up Comedy "Mens Rea". Pandji membahas pilihan publik yang menentukan pemimpin dari wajahnya.
Menurut Pandji, dari seluruh calon memiliki wajah ganteng. Ia melihat ada kharismatik dari Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, hingga Prabowo Subianto.
Pandji tiba-tiba membahas Wapres Gibran. Bagi dia, Gibran seperti orang mengantuk. Sontak, Tompi menyayangkan bentuk kritikan tersebut tidak cerdas.
Menurut Tompi, mata mengantuk menjadi materi dalam dunia medis dengan sebutan PTOSIS. Jenis wajah maupun mata seperti itu sudah bawaan dari lahir dan memiliki fungsinya masing-masing.
Tompi menyesali mata seperti mengantuk milik Wapres Gibran dijadikan bahan lelucon. Walau begitu, ia mendukung materi kritikan Pandji karena bersifat fakta.
Ogah Dukung Publik Figur Lakukan Aksi Bullying
- YouTube/dr. Richard Lee, MARS
Kekasih dr Reni Effendi ini tidak memberikan dukungan kepada siapa pun terhadap aksi bullying. Hal itu juga termasuk publik figur hingga influencer sekalipun.
"Ada influencer yang bully fisik dinormalisasi," lanjut dia.
Richard Lee tidak habis pikir kenapa aksi perundungan semakin marak di Indonesia. Ia juga menyesali kritikan yang mengarah pada fisik seseorang dilakukan seorang artis.
Load more