Resonance dan Luka yang Tertahan, Kedewasaan Ifan Seventeen dalam Jangan Paksa Rindu (Beda)
tvOnenews.com - Ifan Seventeen kembali menyapa pendengarnya lewat single terbaru berjudul Jangan Paksa Rindu (Beda), sebuah lagu yang menyentuh ruang emosional tentang hubungan yang tidak lagi berjalan searah.
Dirilis sebagai bagian dari album Resonance, lagu ini menjadi refleksi sunyi tentang kebersamaan yang masih bertahan secara fisik, tetapi perlahan kehilangan makna secara perasaan.
Sejak nada pembuka, lagu ini langsung membawa pendengar pada suasana hening yang penuh perenungan.
Jangan Paksa Rindu (Beda) tidak berbicara tentang perpisahan dramatis atau konflik besar, melainkan tentang fase yang sering dialami banyak pasangan: ketika segalanya terlihat baik-baik saja, namun hati sebenarnya sudah menjauh.
Cerita Relasi yang Retak Tanpa Suara
Lagu ciptaan Ifan Seventeen bersama Opik Kurdi ini menggambarkan momen-momen kecil yang dulu terasa berarti, tetapi kini mulai terasa asing.
Pertanyaan sederhana seperti kapan terakhir berbincang dari hati ke hati, saling menatap penuh rasa, atau mengucapkan cinta dengan jujur, menjadi titik refleksi utama dalam narasi lagu.
Jangan Paksa Rindu (Beda) menyoroti kenyataan bahwa jarak dalam hubungan tidak selalu tercipta karena ruang dan waktu.
Justru, jarak yang paling menyakitkan lahir ketika perasaan berubah, tetapi kedua pihak masih memilih bertahan karena kenyamanan dan kebiasaan. Lagu ini dengan jujur menyampaikan pesan bahwa cinta dan rindu tidak bisa dipelihara dengan paksaan.
Alih-alih mengajak pendengar untuk terus bertahan, lagu ini justru menawarkan kejujuran emosional. Bertahan setengah hati hanya akan menambah luka, sementara merelakan, meski menyakitkan, bisa menjadi jalan menuju pemulihan.
Dalam konteks ini, perpisahan tidak diposisikan sebagai kegagalan, melainkan sebagai bentuk keberanian untuk berhenti menyakiti diri sendiri.
Secara musikal, Jangan Paksa Rindu (Beda) hadir dengan balutan aransemen yang minimalis namun efektif. Tidak banyak ornamen berlebihan, memberi ruang bagi vokal Ifan Seventeen untuk menjadi pusat emosi lagu.
Karakter vokalnya yang hangat, lirih, dan penuh penghayatan membuat setiap lirik terasa personal, seolah dituturkan langsung kepada pendengar.
Kesederhanaan aransemen justru menjadi kekuatan utama lagu ini. Nada-nada yang tenang mengiringi lirik yang reflektif, menciptakan suasana kontemplatif yang bertahan bahkan setelah lagu selesai diputar. Emosi yang dibangun tidak meledak-ledak, melainkan meresap perlahan, meninggalkan rasa getir yang akrab.
Lagu ini tentang banyak pasangan di luar sana yang sebenarnya sudah berada di titik saling mengkhianati perasaan sendiri. Mereka berbohong pada diri mereka masing-masing, tetap bertahan meski sudah sangat tidak nyaman, karena takut keluar dari zona aman.
Pernyataan tersebut terasa sangat relevan dengan pesan yang disampaikan lagu ini, sekaligus menjelaskan mengapa Jangan Paksa Rindu (Beda) begitu mudah terhubung dengan pengalaman banyak orang.
Resonance, Album yang Menggetarkan Emosi
Single ini menjadi bagian dari album Resonance, sebuah karya yang menandai kembalinya Ifan Seventeen ke fase emosional yang lekat dengan perjalanan musikalnya bersama band Seventeen.
Kata Resonance diambil dari konsep resonansi, yakni getaran yang terus merambat dan bertahan, bahkan setelah sumber bunyi berhenti.
Album ini dirancang sebagai perjalanan emosional yang utuh. Pendengar tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga merasakan refleksi tentang penerimaan, kehilangan, harapan, dan kedewasaan. Sepuluh lagu di dalamnya saling terhubung secara emosional, membentuk benang merah yang kuat dari awal hingga akhir.
Resonance memuat lagu-lagu seperti 1001 Cara, Jangan Paksa Rindu (Beda), Kidung Hawa, Tangisan Dibawah Hujan, Anomali, Sungguh Sempurna, Menjadi Bintang, Lelaki Hebat, Apa Kabar, dan Sakit Hati. Keseluruhan track tersebut memperlihatkan kematangan Ifan sebagai musisi dan penulis lagu.
Sebagai sosok yang telah melalui perjalanan panjang dan kehilangan besar sejak tragedi tsunami 2018, Ifan Seventeen menghadirkan karya yang terasa jujur dan dewasa.
Resonance bukan sekadar album baru, melainkan ruang dialog emosional antara musisi dan pendengarnya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling jujur yang bisa diberikan. (udn)
Load more