Paksu dan Bunda Wajib Tahu, Alasan Mengapa Kompetisi Bahasa Penting untuk Tumbuh Kembang Anak dan Remaja
- Istockphoto
4. Memberikan Pengakuan Akademik dan Membuka Akses bagi Peserta dari Berbagai Daerah
Sekitar 1.300 finalis nasional terpilih dari kurang lebih 19.500 peserta yang mengikuti seleksi di 58 kota. Skala ini menunjukkan bahwa kompetisi bahasa tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu, tetapi menjadi ruang belajar yang lebih inklusif bagi anak dan remaja dari berbagai latar belakang.
5. Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Kolaboratif
Selain peserta, kompetisi ini melibatkan orang tua, pendidik, relawan mahasiswa, serta mitra pendukung. Pola kolaborasi semacam ini mencerminkan praktik pendidikan di banyak negara maju, di mana perkembangan anak dipandang sebagai hasil kerja bersama antara keluarga, sekolah, dan komunitas.
6. Menjadi Pengalaman Belajar di Luar Kelas
Lebih dari sekadar ajang mencari pemenang, kompetisi bahasa memberi pengalaman belajar yang berbeda. Anak belajar sportivitas, menghargai proses, serta memahami bahwa hasil merupakan bagian dari perjalanan belajar.
Kompetisi bahasa seperti Spelling Bee nasional menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa asing dapat dikemas secara edukatif dan bermakna. Dalam kompetisi nasional ke-18, sertifikat pemenang didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Academic Operations Manager English 1, Chris Patton, menjelaskan bahwa pengakuan ini memberi nilai akademik yang dapat dimanfaatkan peserta.
Dengan pengakuan resmi ini, sertifikat kompetisi nasional Spelling Bee berada pada level yang sama dengan sertifikat kompetisi prestasi lain yang tercatat di Puspresnas.
Ketika dirancang dengan pendekatan yang tepat, kegiatan semacam ini mampu mendukung tumbuh kembang anak dan remaja, sekaligus melengkapi sistem pendidikan formal dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global.
Pada akhirnya, penguasaan bahasa asing tidak bisa dilepaskan dari proses tumbuh kembang anak dan remaja secara menyeluruh.
Melalui kompetisi bahasa yang dirancang secara edukatif, anak memperoleh ruang untuk belajar, berlatih, dan mengenali potensi dirinya di luar kelas.
Pengalaman tersebut bukan hanya berdampak pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi lingkungan global yang semakin kompetitif.
Ketika pendidikan formal dan kegiatan pendukung berjalan selaras, anak-anak Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat. (udn)
Load more