News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mantan ART Denada Ikut Bicara soal Anak Penyanyi Dangdut Itu

Mantan asisten rumah tangga (ART) Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, Sofi ikut bicara terkait kegaduhan isu dugaan penelantaran anak. Sofi menyoroti gugatan
Selasa, 13 Januari 2026 - 17:49 WIB
Dino Rossano Hansa, adik kandung ibu Denada Tambunan, almarhumah Emilia Contessa
Sumber :
  • Kolase Istimewa & Instagram/@@senator_emiliacontessa

Jakarta, tvOnenews.com — Mantan asisten rumah tangga (ART) Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, Sofi ikut bicara terkait kegaduhan isu dugaan penelantaran anak.

Sofi menyoroti gugatan yang dilayangkan pemuda asal Banyuwangi Al Ressa Rizky Rossano. Denada digugat sebesar Rp7 miliar ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, dengan nomor seri 288.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sofi selaku mantan ART Denada mengaku kaget adanya gugatan tersebut. Ia membongkar fakta terkait Al Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak biologis sang penyanyi.

Ressa Rizky dan Denada
Ressa Rizky dan Denada
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia

"Kalau saya sih enggak pernah dengar-dengar ya, enggak pernah ada isu apa gitu, enggak ada," ujar Sofi dilansir tvOnenews.com dari Cumicumi, Selasa (13/1/2026).

Sofi kebetulan telah bekerja sebagai ART keluarga Denada dan fotograger ternama Jerry Aurum. Ia cukup dekat dengan keluarga rapper papan atas tersebut.

Menurut Sofi, Denada hanya memiliki seorang putri. Sosok anaknya dari pernikahan Jerry Aurum bernama Shakira Aurum yang kini bernama Aisha Aurum.

"Intinya, saya mengetahui anak Mbak Denada tuh Shakira doang. Sekarang namanya Aisha. Jadi, saya enggak tahu, intinya saya tahunya punya anak satu," katanya.

Saat ditanya mengenai sosok Al Ressa Rizky Rossano, Sofi memberikan pengakuan mengejutkan. Ia merasa pernah bertemu dengan pemuda asal Banyuwangi tersebut.

Namun Sofi tidak begitu menghiraukan Ressa. Ia hanya mengetahui Ressa hanya orang terdekat atau bagian dari keluarga Denada.

Berdasarkan dari keterangan kuasa hukum Ressa, Ronald Armada menjelaskan, pemuda berusia 24 tahun itu diasuh oleh adik kandung mendiang Emilia Contessa.

Sementara, nama adik kandung almarhumah ibu Denada ialah sosok Dino Rossano Hansa. Ia telah mengasu Ressa sedari bayi setelah dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi.

Tak ayal, Ressa masih bisa bertemu dengan keluarga Denada lainnya. Namun pemuda berusia 24 tahun itu mulanya hanya mengetahui Denada sebagai kakak sepupu, sedangkan ia adalah adik sepupunya.

"Tapi kan aku enggak tahu kalau itu anaknya Mbak Dena. Setahu saya itu dari dulu sama Bu Emil. Bukan, bukan anaknya Mbak Dena, mungkin saudaranya atau anak siapa, aku enggak tahu, emang pernah lihat juga saya," jelas Sofi.

Ressa Rizky Rossano dan Denada
Ressa Rizky Rossano dan Denada
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia

Lebih lanjut, Sofi mengaku sebagai ART juga cukup dekat dengan keluarga Denada lainnya. Ia bahkan sering main ke keluarga besar Dino Rossano Hansa saat momen tertentu.

"Soalnya saya kalau lebaran diajak ke sana, bisa dua minggu. Sebelum almarhumah Bu Emil meninggal, saya sering ke sana. Semenjak saya punya suami lagi, jadi saya enggak boleh ke sana ke sini lagi," ucapnya.

Sebelumnya kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Moh Firdaus Yulianto mengatakan, Ressa menggugat Denada sebesar Rp7 miliar ke PN Banyuwangi. Gugatan tersebut telah masuk sejak 26 November 2025.

"Kami mendapatkan kuasa untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas nama inisial D. Klien kami ingin memperjuangkan hak-haknya sebagai anak kandung agar bisa dipenuhi melalui gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi," ungkap Firdaus kepada Tim tvOnenews.com, Kamis (8/1/2026).

Kemudian, Ressa mengungkap kondisi pilunya yang mengkhawatirkan. Ia harus hidup di tengah keterbatasan ekonomi sejak diasuh keluarga adik kandung mendiang Emilia Contessa.

Ressa bahkan sempat dijanjikan kuliah di Ibu Kota. Alih-alih keinginan itu terwujud, ia memilih kampus swasta di Banyuwangi, Jawa Timur.

Sayangnya pendidikan tingginya tidak berjalan sempurna. Ia hanya sampai bertahan semester 4 karena terhalang keterbatasan ekonomi.

Kuasa hukum Ressa lainnya, Ronald Armada mengungkapkan Ressa kaget baru mengetahui Dino dan istri bukanlah orang tua kandung aslinya. Ia mencari tahu sendiri sehingga meyakini Denada adalah ibu kandung aslinya.

Ronald yang juga mengaku sebagai anak menantu dari keluarga Dino mengatakan, perekonomian pihak keluarga besarnya kini jatuh.

Ironisnya, istri dari Dino mendapat serangan psikis dari Denada yang memicu Ressa meminta pertanggungjawaban terhadap haknya sebagai anak biologis Denada.

Penyanyi Denada
Penyanyi Denada
Sumber :
  • Instagram/denadaindonesia

Kuasa hukum Denada Tambunan, Muhammad Iqbal merespons gugatan tersebut. Ia mengatakan, kliennya masih dalam kondisi santai.

Menurut Iqbal, gugatan dilayangkan pemuda asal Banyuwangi itu salah alamat. Ia mengatakan, motif dugaan penelantaran anak bukanlah di Pengadilan Negeri.

"Kalau ngomong penelantaran kan ya pidana. Kalau masalah ngomong nafkah-nafkah anak karena Muslim, ya harusnya di Pengadilan Agama (PA)," ujar Iqbal dalam keterangan resminya.

Iqbal mempertanyakan motif gugatan dilayangkan Al Ressa. Jika berurusan dengan penelantaran anak, seharusnya telah dilaporkan sejak dulu.

"Kenapa kok baru sekarang? Bahkan yang melayangkan gugatan ini pun, ya masih lingkup saudara," tuturnya.

Sementara, manajemen Denada, Risna Ories buka suara atas kegaduhan merebak di ruang publik. Ia menyayangkan isu dugaan penelantaran anak menjadi konsumsi publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun semua keluarga memiliki privasi, semua keluarga punya cerita," tukas Risna Ories.

(hap/amr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mobil Listrik Mati Mendadak Saat Lintasi Rel Kereta Api, Pakar Otomotif Ungkap Penyebabnya

Mobil Listrik Mati Mendadak Saat Lintasi Rel Kereta Api, Pakar Otomotif Ungkap Penyebabnya

Gangguan pada sistem kelistrikan dan proteksi menjadi faktor utama yang yang membuat mobil listrik mati mendadak saat melintasi rel kereta api.
Warga Bandung Jangan Terkecoh, Dedi Mulyadi Pastikan Plang Penutupan Jalan Diponegoro Tak Berlaku

Warga Bandung Jangan Terkecoh, Dedi Mulyadi Pastikan Plang Penutupan Jalan Diponegoro Tak Berlaku

Arus lalu lintas di kawasan Jalan Diponegoro, Bandung, dipastikan tetap berjalan normal meski sempat beredar kabar akan adanya penutupan akses jalan tersebut. 
Dapat Dukungan dari Kalangan Pengusaha Muda, Achmad Fadhil Maju Kontestasi Pemilihan Ketum HIPMI Gowa

Dapat Dukungan dari Kalangan Pengusaha Muda, Achmad Fadhil Maju Kontestasi Pemilihan Ketum HIPMI Gowa

Pemilihan calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menghadirkan dinamika tersendiri.
Medsos Lokal Ini Tawarkan Pengalaman Baru Bagi Penggunanya

Medsos Lokal Ini Tawarkan Pengalaman Baru Bagi Penggunanya

Masyarakat termasuk Pemerintah Indonesia tengah fokus membenahi konten di platform media sosial (medsos) yang berdampak negatif bagi anak-anak maupun remaja.
Cerita Umroh Suleha, Lompat dari Jendela saat Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi: Badan Saya Gemetaran

Cerita Umroh Suleha, Lompat dari Jendela saat Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi: Badan Saya Gemetaran

Umroh Suleha (50) menceritakan kejadian Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, beberapa hari lalu.
Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang berinisial HP (44) diringkus Satresnarkoba Polres Lumajang atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkotika.

Trending

Bantuan Hukum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jaga Keseimbangan Investasi dan Kearifan Lokal

Bantuan Hukum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jaga Keseimbangan Investasi dan Kearifan Lokal

Bantuan hukum dorong pertumbuhan ekonomi daerah, jaga keseimbangan investasi asing dan kearifan lokal, DNT Lawyers hadir di Bali dukung iklim bisnis.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
Viral, Rekaman Video Call Wartelsuspas di Lapas Padangsidimpuan, Penyebaran Disebut Akibat Kelalaian Keluarga WBP

Viral, Rekaman Video Call Wartelsuspas di Lapas Padangsidimpuan, Penyebaran Disebut Akibat Kelalaian Keluarga WBP

Terkait beredarnya rekaman video call Wartelsuspas yang viral di media sosial Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut
Dirujuk ke RS Tipe A, RSUD Bekasi Ungkap Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Alami Penyumbatan Pembuluh Darah

Dirujuk ke RS Tipe A, RSUD Bekasi Ungkap Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Alami Penyumbatan Pembuluh Darah

RSUD Kota Bekasi merujuk dua pasien korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL ke rumah sakit tipe A.
Respons KPK Soal Noel Bakal Layangkan Gugatan Rp300 Triliun: Fokus Sidang Saja

Respons KPK Soal Noel Bakal Layangkan Gugatan Rp300 Triliun: Fokus Sidang Saja

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan respon soal gugatan yang dilayangkan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel dengan nilai fantastis mencapai Rp300 triliun.
Polisi Ungkap Sopir Taksi Green SM Baru Tiga Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Polisi Ungkap Sopir Taksi Green SM Baru Tiga Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Polisi mengungkap hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap sopir taksi Green SM berinisial RRP yang mobilnya tertemper KRL dan diduga sebagai pemicu kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang berinisial HP (44) diringkus Satresnarkoba Polres Lumajang atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkotika.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT