News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Tragedi Kematian Pendaki di Gunung Slamet, Kasus Terbaru Menimpa Syafiq Ali Setelah Hilang 17 Hari

Gunung Slamet simpan tragedi pendaki tewas, dari kasus Mapagama UGM 2001 hingga Syafiq Ali yang hilang 17 hari dan ditemukan meninggal di Pos 9.
Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB
Ilustrasi Gunung Slamet
Sumber :
  • Instagram/alamcaputra/gunungslamet_viadesaguci

tvOnenews.com - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah dan kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Semeru, menjadi destinasi favorit para pendaki dari berbagai daerah.

Dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut, Gunung Slamet menawarkan keindahan alam yang menakjubkan sekaligus tantangan medan yang ekstrem.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik pesonanya, gunung ini menyimpan berbagai kisah kelam yang menimpa para pendaki.

Setidaknya, sudah beberapa kali tragedi maut terjadi di gunung yang membentang di perbatasan lima kabupaten: Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.

Berikut enam peristiwa tragis pendaki yang meninggal dunia di Gunung Slamet dalam dua dekade terakhir.

1. Januari 2026 - Syafiq Ridhan Ali Razan (18)

Pendaki Syafiq Ali (18) yang hilang di Gunung Slamet selama 17 hari akhirnya ditemukan
Pendaki Syafiq Ali (18) yang hilang di Gunung Slamet selama 17 hari akhirnya ditemukan
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Istimewa

Kasus terbaru terjadi pada awal tahun 2026. Seorang pendaki muda bernama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama 17 hari di Gunung Slamet.

Syafiq, pendaki asal Magelang, mendaki bersama rekannya, Himawan (18), melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, pada 28 Desember 2025.

Keduanya sempat berpisah ketika Himawan mengalami kram di Pos 5.

Syafiq berinisiatif turun lebih dulu untuk mencari bantuan, namun tak pernah kembali.

Setelah pencarian panjang, jasad Syafiq ditemukan pada 14 Januari 2026 di kawasan Pos 9 area Batu Watu Langgar, tidak jauh dari lokasi Himawan ditemukan selamat. Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas Jawa Tengah bersama relawan.

2. Februari 2025 - Marcel (16)

Evakuasi Marcel di Gunung Slamet
Evakuasi Marcel di Gunung Slamet
Sumber :
  • YouTube/@BESOKPAGICH

Tragedi lain terjadi pada 23 Februari 2025. Seorang pendaki asal Bekasi, Marcel, meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam 100 meter di jalur Bambangan, Purbalingga.

Marcel mendaki bersama empat rekannya dan sempat mencapai puncak sebelum insiden terjadi.

Saat perjalanan turun, ia berjalan mendahului rombongan karena terburu-buru mengejar jadwal kereta.

Kabut tebal membuat pandangan terbatas hingga Marcel terpeleset dan jatuh. Tim SAR menemukan korban masih bernapas namun tidak sadar. Setelah dievakuasi, Marcel mengembuskan napas terakhir di Pos 6 sekitar pukul 23.30 WIB.

3. Februari 2023 - Sadewa Natha Radya (Mahasiswa Unsoed)

Seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Sadewa Natha Radya, meninggal dunia saat mendaki lewat jalur Guci, Kabupaten Tegal.

Anggota UPL Mapala Unsoed ini mengalami hipotermia parah saat pendakian pada 26 Februari 2023.

Tim SAR yang mengevakuasi jasadnya menghadapi badai hebat dan membutuhkan waktu enam jam untuk menurunkan korban ke bawah.

Sadewa juga diketahui memiliki riwayat asma, yang diduga memperparah kondisinya di suhu ekstrem gunung.

4. Juni 2022 - Hardiat Hidayatullah (Cimahi)

Tragedi berikutnya menimpa Hardiat Hidayatullah, pendaki asal Cimahi, Jawa Barat. Ia mendaki bersama dua rekannya dan seorang porter melalui jalur Bambangan pada 18 Juni 2022.

Saat menuju Pos 8, Hardiat mendadak pingsan dan kritis. Tim SAR yang tiba di lokasi sempat memberikan napas buatan, namun nyawanya tidak tertolong.

Pemeriksaan medis menunjukkan Hardiat meninggal karena gagal jantung. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Goeteng Tarunibrata, Purbalingga, sebelum diserahkan kepada keluarga.

5. Mei 2021 - Sumardi (47)

Pada 24 Mei 2021, seorang pendaki berusia 47 tahun bernama Sumardi asal Kabupaten Magelang ditemukan meninggal dunia di Pos 5 jalur Bambangan.

Berdasarkan laporan BPBD Purbalingga, Sumardi meninggal akibat hipotermia tanpa adanya tanda kekerasan.

Ia sempat pingsan saat hendak melanjutkan perjalanan ke Pos 6 dan kemudian tidak menunjukkan tanda-tanda vital meski sudah diberi pertolongan pertama oleh rekan-rekannya.

6. Februari 2001 - Tragedi Mapagama UGM

Kisah paling memilukan terjadi pada Februari 2001, ketika lima anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) meninggal dunia akibat terjebak badai di puncak Gunung Slamet.

Tujuh anggota tim awalnya melakukan pendakian melalui jalur Kaliwadas, Brebes. Namun, pada perjalanan menuju puncak, mereka diterpa badai besar selama tiga hari.

Salah satu anggota, Masrukhi, meninggal lebih dulu karena hipotermia, sementara lima lainnya tewas saat berusaha turun mencari pertolongan.

Tragedi ini menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah pendakian Gunung Slamet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Enam peristiwa di atas menjadi pengingat bahwa Gunung Slamet, meski menawan, juga menyimpan bahaya besar bagi siapa pun yang tidak siap secara fisik maupun mental.

Medan ekstrem, cuaca cepat berubah, serta suhu yang dapat turun drastis menjadi faktor utama penyebab banyaknya korban di gunung yang dijuluki sebagai “gunung tertinggi di jantung Jawa Tengah” ini. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha di Yogyakarta Alami Gangguan Gizi dan Perkembangan

Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha di Yogyakarta Alami Gangguan Gizi dan Perkembangan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengungkap belasan anak mengalami gangguan tumbuh kembang dan masalah gizi seusai menjadi korban kekerasan di lingkungan Yayasan Little Aresha. 
Pasca Bencana, Pembangunan Huntap di Aceh Berstatus Hijau

Pasca Bencana, Pembangunan Huntap di Aceh Berstatus Hijau

Wilayah Aceh mulai terus menunjukkan pertumbuhan signifikan pasca terjadinya bencana tanah longsor dan banjir.
Resmi! PSSI Umumkan Sanksi Cukup Berat kepada Persija Jakarta Jelang Duel El Clasico Kontra Persib Bandung

Resmi! PSSI Umumkan Sanksi Cukup Berat kepada Persija Jakarta Jelang Duel El Clasico Kontra Persib Bandung

Persija Jakarta didenda Rp260 juta oleh PSSI jelang duel panas lawan Persib Bandung akibat pelanggaran suporter berulang.
Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Asusila di Pati Mangkir dari Pemeriksaan, Polisi Siapkan Jemput Paksa

Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Asusila di Pati Mangkir dari Pemeriksaan, Polisi Siapkan Jemput Paksa

Pengasuh pondok pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, berinisial A, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak asusila di Kabupaten Pati kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi.
BI Beberkan 7 Jurus Jaga Nilai Rupiah, Batasi Peredaran Dolar hingga Turunkan Tekanan Pasar

BI Beberkan 7 Jurus Jaga Nilai Rupiah, Batasi Peredaran Dolar hingga Turunkan Tekanan Pasar

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ada tujuh strategi yang telah dirancang untuk memperkuat nilai tukar rupiah baik dari sisi domestik maupun global.
Dapur MBG Unhas Disebut jadi Model Ideal, Bentuk Penyatuan Riset, Inovasi, dan Praktik

Dapur MBG Unhas Disebut jadi Model Ideal, Bentuk Penyatuan Riset, Inovasi, dan Praktik

SPPG Tamalanrea yang menjadi dapur MBG pertama di lingkungan kampus milik Unhas, digadang sebagai dapur ideal yang patut dijadikan percontohan dalam program prioritas Pemerintah.

Trending

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar terbaru proses naturalisasi pemain keturunan jelang perjuangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang, ada nama baru yang muncul?
3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

Isu pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dokter yang dikenal juga sebagai Selebgram itu tersandung kasus
Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Media Belanda mengungkap kabar terbaru soal aktivitas Persib Bandung di bursa transfer musim panas. Seorang pemain Eredivisie dilaporkan bisa segera menyusul Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Irak Graham Arnold ungkap ketidakadilan sistem playoff AFC yang rugikan Timnas Indonesia: Arab Saudi nikmati istirahat 6 hari, Indonesia cuma 3 hari.
FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

Sorotan publik sepak bola Indonesia kini mengarah ke Belanda. Nama Kayne van Oevelen tiba-tiba mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama FC Volendam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT