GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kalbu Wardatina Mawa Masih Terluka, Kuasa Hukum Ungkap Alasan Ogah Berdamai dengan Inara Rusli dan Insanul Fahmi

Kalbu Wardatina Mawa masih terluka, kuasa hukum ungkap alasan terbesar ogah berdamai dengan Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Kasus kini menuju penyidikan polisi.
Jumat, 16 Januari 2026 - 07:59 WIB
Wardatina Mawa, Inara Rusli, dan Insanul Fahmi
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube MAIA ALELDUL TV / Instagram @gosip_danu

tvOnenews.com - Kasus yang melibatkan Wardatina Mawa, Inara Rusli, dan Insanul Fahmi terus menjadi sorotan publik. Hingga kini, Wardatina Mawa menegaskan sikapnya untuk menutup pintu damai terhadap Inara Rusli dan Insanul Fahmi. 

Bahkan, untuk sekadar bertemu pun, ia mengaku belum sanggup. Rasa kecewa yang mendalam membuatnya memilih melanjutkan proses hukum yang tengah berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sikap tegas Wardatina Mawa ini terungkap setelah kuasa hukumnya angkat bicara mengenai perkembangan laporan polisi yang telah dilayangkan kliennya. 

Diketahui, tiga hari lalu Inara Rusli telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang dilaporkan oleh Wardatina Mawa. 

Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu rangkaian proses hukum yang kini sedang berjalan.

Menanggapi hal tersebut, pihak Wardatina Mawa melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa hingga saat ini kliennya belum siap untuk membuka ruang perdamaian. 

Menurut mereka, kondisi psikologis Wardatina Mawa masih sangat terluka akibat tindakan yang dilakukan oleh Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Pengkhianatan yang terjadi membuat luka batin tersebut belum pulih sepenuhnya.

Kuasa hukum Wardatina Mawa menyebutkan bahwa kliennya merasa cinta sucinya kepada Insanul Fahmi telah dikhianati. 

Perasaan kecewa dan terluka itu masih membekas hingga sekarang, sehingga dibutuhkan waktu bagi Wardatina Mawa untuk memulihkan diri. Oleh karena itu, pintu damai pun masih tertutup rapat.

Kuasa hukum Wardatina Mawa, Dharma Praja Pratama, menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada komunikasi apa pun dari pihak Inara Rusli maupun kuasa hukumnya. 

Hal tersebut semakin menguatkan keputusan Wardatina Mawa untuk tetap fokus pada proses hukum.

kuasa hukum
Kuasa hukum Wardatina Mawa, Dharma Praja Pratama. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)

“Saya sih baru mengetahui memang kemarin ya dari media juga, karena memang belum ada dari lawyernya pihak Inara atau penyidik yang menghubungi ke saya gitu. Jadi ya kalau memang dari pihak Inara mau ada menghubungi ke kami ya kami terima gitu. Jika ada yang mau menghubungi ya sampai sekarang belum ada sih,” ujar Dharma Praja Pratama dalam keterangannya yang diunggah oleh YouTube Intens Investigasi (15/1/2026).

Dharma kembali menegaskan bahwa kliennya belum siap membuka pintu pertemuan maupun perdamaian.

“Soal masalah perdamaian seperti itu, memang sampai saat ini Mawa masih belum bisa untuk membuka pintu untuk pertemuan atau perdamaian atau apa pun itu ya. Karena memang rasa kecewa yang mendalam Mawa yang masih terasa di hatinya pasti ya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dharma juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum pernah ada komunikasi sama sekali antara pihak Inara Rusli dengan tim kuasa hukum Wardatina Mawa.

“Jadi sampai saat ini memang masih membutuhkan waktu lah kalau memang ingin diadakan pertemuan itu. Kalau pihak dari lawyer dan Inara belum pernah ada yang menghubungi dari pihak lawyer Mawa ya sampai sekarang memang kami belum pernah berkomunikasi. Sama sekali belum pernah berkomunikasi gitu. Jadi ya kita belum bisa berkomentar juga,” lanjutnya.

Tak hanya menutup pintu damai, pihak Wardatina Mawa juga menolak upaya restorative justice yang sempat diajukan. 

Dengan penolakan tersebut, kuasa hukum berharap agar pihak kepolisian segera melakukan gelar perkara dan menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

Menurut Dharma, unsur pidana dalam laporan yang diajukan oleh Wardatina Mawa terhadap Inara Rusli dan Insanul Fahmi sudah terpenuhi. Oleh karena itu, mereka berharap proses hukum bisa berjalan lebih cepat dan transparan.

“Dengan ditolaknya permohonan restorative justice ya, kami berharap memang penyidik Polda Metro segera melakukan gelar perkara dan menaikkan statusnya ke penyidikan,” kata Dharma.

Ia juga berharap agar proses tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga kasus ini bisa segera mendapatkan kejelasan hukum.

“Kami berharap itu dilakukan dalam waktu dekat supaya status ini sudah naik sidik dan bisa berjalan lagi,” sambungnya.

Lebih jauh, Dharma menjelaskan bahwa setelah status perkara naik ke tahap penyidikan, pihak kepolisian akan kembali memanggil sejumlah saksi, termasuk Wardatina Mawa sendiri.

“Pemanggilan lagi ini kan kalau nanti sudah naik ke status penyidikan. Karena sekarang kami dalam posisi menunggu gelar perkara. Setelah tadi ditolaknya restorative justice ya, kami sudah memohon kepada penyidik untuk segera melakukan gelar perkara. Mungkin setelah naik statusnya ke penyidikan baru nanti akan dipanggil lagi para saksi-saksi itu termasuk Mawa,” jelasnya.

Dengan demikian, Wardatina Mawa tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak berdamai dengan Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Ia memilih menempuh jalur hukum demi mencari keadilan atas apa yang telah dialaminya. 

Kasus ini pun masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, terutama terkait langkah lanjutan yang akan diambil oleh pihak kepolisian.

Publik kini menantikan hasil gelar perkara yang diharapkan segera dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah kasus ini akan resmi naik ke tahap penyidikan, masih menjadi tanda tanya. Namun yang pasti, Wardatina Mawa melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa proses hukum akan terus ditempuh hingga tuntas.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Islam Makhachev Takut? Ilia Topuria Tuduh Petarung Dagestan Melarikan Diri dari UFC White House

Islam Makhachev Takut? Ilia Topuria Tuduh Petarung Dagestan Melarikan Diri dari UFC White House

Juara UFC kelas ringan, Ilia Topuria tegas menuduh Islam Makhachev sengaja menghindari pertarungan dengannya di UFC White House yang akan digelar 14 Juni 2026.
KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK menetapkan lima orang tersangka usai melakukan gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Senin (9/3/2026).
Daftar Diskon Tarif Tol 30 Persen hingga Ruas Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Catat Jadwalnya!

Daftar Diskon Tarif Tol 30 Persen hingga Ruas Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Catat Jadwalnya!

Ini daftar 29 ruas tol yang berlaku diskon tarif tol 30 persen hingga ruas fungsional gratis periode arus mudik Lebaran 2026, dari tol Trans Jawa-Kalimantan.
Promo Ramadhan Hypermart! Daging Segar Mulai Rp12 Ribuan, Buruan Sebelum Kehabisan

Promo Ramadhan Hypermart! Daging Segar Mulai Rp12 Ribuan, Buruan Sebelum Kehabisan

Promo Ramadhan hadir menjelang Idulfitri dengan harga daging segar mulai Rp12 ribuan, ayam hingga kurma dan buah segar diskon besar, berlaku 10–12 Maret 2026.
Sejarah Lagu Daerah Sumsel “Cuk Mak Ilang”, Kisah Pantun Cinta Palembang yang Kembali Populer

Sejarah Lagu Daerah Sumsel “Cuk Mak Ilang”, Kisah Pantun Cinta Palembang yang Kembali Populer

Tahukah kamu bahwa Sumatera Selatan memiliki banyak lagu daerah yang sarat makna budaya, salah satunya adalah “Cuk Mak Ilang”? Lagu tradisional ini dikenal luas
Drama Kartu Merah! Bhayangkara Bungkam 9 Pemain Arema 2-1 di Lampung

Drama Kartu Merah! Bhayangkara Bungkam 9 Pemain Arema 2-1 di Lampung

Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses meraih kemenangan dramatis saat menjamu Arema FC dengan skor 2-1 dalam lanjutan Super League di Stadion PKOR Way Halim, Bandarlampung, Selasa (10/3/2026)

Trending

KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK menetapkan lima orang tersangka usai melakukan gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Senin (9/3/2026).
Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Sebanyak 18 pemain diprediksi dicoret John Herdman dari skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Jakarta. Sejumlah nama besar bisa tersingkir
Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Hampir satu tahun setelah pamitan bercampur haru dengan Megawati Hangestri, pelatih Ko Hee-jin kini bawa kabar sedang berada diambang pemecatan dari Red Sparks.
Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda menyoroti lonjakan karier Jay Idzes bersama Sassuolo di Serie A. Bek Timnas Indonesia itu kini disebut sebagai pemain paling berharga dalam sejarah sepak bola Indonesia
Gara-gara Jay Idzes dan Emil Audero, Garuda Calling Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia

Gara-gara Jay Idzes dan Emil Audero, Garuda Calling Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia

Pemanggilan Jay Idzes dan Emil Audero ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 menarik perhatian media Italia. Simak selengkapnya.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin terbaru. Apakah sanksi untuk Persib Bandung setelah kericuhan di laga ACL 2 melawan Ratchaburi sudah keluar?
Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi, Mayjen Lucky Avianto Dipromosikan jadi Pangkogabwilhan III

Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi, Mayjen Lucky Avianto Dipromosikan jadi Pangkogabwilhan III

Panglima TNI mempromosikan Mayjen TNI Lucky Avianto sebagai Pangkogabwilhan III, menggantikan Letjen Bambang Trisnohadi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT