Dinding Rumah Lembap dan Berjamur? Begini Cara Mengatasinya dengan Bahan Sederhana
- Freepik
tvOnenews.com - Masalah dinding lembap dan berjamur sering dialami banyak rumah, terutama saat musim hujan atau pada bangunan dengan sirkulasi udara yang kurang baik.
Kondisi ini tidak hanya membuat rumah terlihat kotor dan berbau apek, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan penghuni karena jamur dapat memicu alergi serta gangguan pernapasan.
Dinding yang lembap biasanya disebabkan oleh tingginya kadar air di udara, kebocoran pipa, atau rembesan air dari luar rumah.
Jika tidak segera diatasi, jamur akan tumbuh dengan cepat, meninggalkan noda hitam atau hijau yang sulit dibersihkan.
Ada beberapa cara sederhana dan bahan rumahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan jamur sekaligus mencegah dinding kembali lembap.
1. Gunakan Campuran Cuka Putih dan Air
Cuka putih dikenal sebagai bahan alami yang efektif membunuh jamur.
Kandungan asam asetat di dalamnya dapat menghentikan pertumbuhan jamur pada permukaan dinding tanpa merusak cat.
Caranya, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan ke dalam botol semprot.
Semprotkan langsung ke area dinding yang berjamur, diamkan selama 15-20 menit, kemudian gosok perlahan menggunakan spons atau kain lembut.
Jika jamur masih membandel, kamu bisa menggunakan cuka murni tanpa campuran air untuk hasil lebih maksimal.
2. Baking Soda untuk Menyerap Kelembapan
Selain digunakan untuk memasak, baking soda juga bisa menjadi solusi alami mengatasi dinding lembap.
Kandungan alkalinya dapat menetralkan bau jamur dan menyerap kelembapan udara.
Campurkan 1 sendok makan baking soda dengan 1 liter air, lalu semprotkan pada permukaan dinding yang lembap.
Diamkan selama beberapa jam sebelum dilap kering. Untuk pencegahan, kamu juga bisa menaruh wadah kecil berisi baking soda di sudut ruangan agar menyerap kelembapan berlebih di udara.
3. Air Garam untuk Menghambat Pertumbuhan Jamur
Garam dapur ternyata memiliki sifat antijamur alami. Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan melarutkan setengah gelas garam ke dalam satu liter air hangat, kemudian oleskan larutan tersebut ke bagian dinding yang berjamur menggunakan spons.
Setelah itu, bersihkan dengan kain kering. Kandungan mineral dalam garam membantu mengeringkan area lembap dan memperlambat pertumbuhan jamur.
4. Manfaatkan Sinar Matahari dan Sirkulasi Udara
Menurut Hydroclean Indonesia, sirkulasi udara dan paparan sinar matahari menjadi faktor utama dalam mencegah dinding rumah lembap.
Pastikan setiap ruangan memiliki ventilasi yang cukup, terutama kamar mandi dan dapur yang rentan terhadap kelembapan.
Jika memungkinkan, buka jendela setiap pagi agar udara segar masuk dan sinar matahari membantu mengeringkan dinding secara alami.
5. Oleskan Cairan Pemutih (Bleaching) untuk Kasus Jamur Parah
Apabila dinding sudah dipenuhi jamur tebal atau berwarna hitam pekat, kamu bisa menggunakan larutan pemutih (bleaching).
Campurkan satu bagian pemutih dengan tiga bagian air, kemudian oleskan menggunakan spons atau kuas. Diamkan selama 10 menit sebelum dibilas bersih.
Namun, penggunaan pemutih harus dilakukan dengan hati-hati. Gunakan sarung tangan, masker, dan pastikan ruangan memiliki ventilasi cukup agar tidak terpapar uap kimia berlebihan.
6. Lapisi Dinding dengan Cat Anti Jamur
Setelah jamur berhasil dibersihkan, langkah selanjutnya adalah melindungi dinding agar tidak kembali lembap.
Gunakan cat dinding yang mengandung anti jamur dan anti bakteri, seperti rekomendasi dari Mitra10 yang menyediakan berbagai merek cat tahan lembap.
Lapisan cat ini berfungsi sebagai pelindung tambahan dari rembesan air dan pertumbuhan jamur di masa depan. (adk)
Load more