7 Hari Kepergian Lula Lahfah, Keluarga Ungkap Luka yang Masih Terasa Hingga Kini
- Instagram @lulalahfah
tvOnenews.com - Kepergian selebgram Lula Lahfah masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Tepat 7 hari kepergian Lula Lahfah, suasana haru masih terasa kuat di tengah keluarga besar yang hingga kini belum sepenuhnya pulih dari rasa kehilangan.
Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026. Ia ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kabar kepergiannya yang mendadak membuat publik terkejut, termasuk keluarga dan sahabat terdekat yang mengaku tidak menyangka kondisi Lula akan berujung tragis.
Sebelum meninggal dunia, Lula Lahfah diketahui baru saja menjalani operasi batu ginjal. Selain itu, ia juga memiliki riwayat penyakit asam lambung atau GERD yang sudah lama dideritanya.
Keluarga meyakini kondisi kesehatan tersebut menjadi penyebab utama kepergian Lula.
Ayah Lula, Muhammad Feroz, mengungkapkan bahwa keluarga berusaha untuk ikhlas meski terpukul berat.
Atas dasar keyakinan tersebut, pihak keluarga memutuskan untuk menolak proses autopsi karena percaya Lula meninggal akibat komplikasi kesehatan, termasuk GERD dan pembengkakan usus.
Keputusan itu diambil agar jasad Lula tidak dibedah dan dapat dimakamkan dengan tenang.
Duka juga tampak jelas dari lingkaran sahabat almarhumah. Reza Arap, yang dikenal dekat dengan Lula, terlihat sangat terpukul dan tak kuasa menahan tangis saat memeluk ayah Lula di pemakaman.
Sementara itu, sejumlah sahabat lainnya menyampaikan kesedihan mendalam melalui media sosial.
Salah satu sahabat, Dara Arafah, bahkan mengimbau publik untuk tidak menjadikan kematian Lula Lahfah sebagai bahan konten atau spekulasi liar. Ia meminta masyarakat menghormati privasi keluarga yang tengah berduka.
Terlebih, sehari sebelum meninggal dunia, Lula masih aktif berkomunikasi dengan sahabatnya dan sempat mengungkapkan ketakutannya akan kematian.
Dalam kanal YouTube Cumicumi, awak media terlihat mendatangi rumah Lula Lahfah untuk menanyakan kondisi keluarga setelah 7 hari kepergian almarhumah.
Salah satu sepupu perempuan Lula pun menyampaikan perasaannya yang masih diliputi rasa syok dan tidak percaya.
“Kan aku baru pulang dari field trip ya, jadi syok banget, lemas, enggak percaya. Karena kayak hah, karena kan orangnya sehat banget kan. Tapi dia emang sakit sih. Sakitnya kompleks kan,” ujar sepupu perempuan Lula Lahfah.

Sepupu Lula Lahfah. (Sumber: YouTube Cumicumi)
Saat ditanya mengenai sejak kapan Lula sakit, sepupu tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Lula sudah berlangsung cukup lama.
“Kakak Lula sakit sudah lama. Dia tuh sudah punya GERD sudah lama. Sakit di perutnya kompleks tuh sudah dari lama,” katanya.
Ketika awak media menanyakan sejak tahun berapa Lula mengalami sakit tersebut, sang sepupu mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Enggak tahu deh aku dari tahun berapa setahu aku. Tapi sudah lama karena kan jarang kontak ya sama Kak Lula, karena dia kan sibuk banget. Ketemu paling Lebaran,” lanjutnya.
Terkait pemeriksaan kepolisian yang telah memanggil beberapa saksi, pihak keluarga mengaku belum terlalu mengikuti perkembangan tersebut. Rasa kehilangan yang masih mendalam membuat mereka belum fokus pada hal-hal teknis.
“Aku belum tahu sih soalnya aku baru nyampe ya. Aku belum tahu sih kalau soal polisi karena masih kaget juga ya, maksudnya masih kehilangan juga, masih grieving juga. Jadi aku enggak merhatiin sih soal kepolisian gitu,” ucap sepupu Lula.
Ia juga menggambarkan kondisi keluarga besar Lula Lahfah yang hingga kini masih larut dalam kesedihan.
“Ya, masih gimana ya, Mas. Baru 7 hari masih sedih lah. Masih suka nangis, masih kadang cerita-ceritain momen-momen dulu sama Kak Lula kayaknya gimana. Masih denial ya sampai sekarang, masih kadang suka baca-bacain chat sama Kak Lula gitu karena emang orangnya baik banget,” tuturnya.
Di mata keluarga, sosok Lula Lahfah dikenal sebagai pribadi yang hangat dan penuh perhatian.
“Di mata aku baik banget. Dia selalu ingat sama aku, kayak setiap ke mana-mana selalu ingat terus. Terus orangnya enggak sombong, terus kayak setiap ke mana-mana pasti bawain oleh-oleh buat keluarganya, saudara-saudaranya gitu. Jadi enggak pelit, baik banget, terus orangnya tuh seru,” pungkasnya.
Hingga kini, 7 hari kepergian Lula Lahfah masih meninggalkan luka yang terasa nyata bagi keluarga. Kenangan tentang almarhumah terus hidup di tengah rasa duka yang belum sepenuhnya mereda.
(anf)
Load more