Klaim Dihubungi, Deddy Corbuzier Jadi Ogah Bantu Penjual Es Gabus usai Ketahuan Bohong ke Dedi Mulyadi: Kacau
- Kolase Instagram/@mastercorbuzier, Istimewa, dan tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Deddy Corbuzier kembali menyoroti sosok penjual es gabus, Ajat Suderajat. Pasalnya, Suderajat belum lama ini diundang oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Deddy Corbuzier mengaku kecewa dengan Ajat Suderajat. Penjual es gabus itu yang semulanya mendapat simpati karena viral, kini mengundang kekecewaan dari publik.
Deddy Corbuzier menjelaskan, dirinya telah menerima pesan dari Dedi Mulyadi. Ia mengklaim dikirim sejumlah video pengakuan Suderajat yang ketahuan beberapa kali bohong di depan KDM.
"Aduh, aduh, aduh, Bapak penjual es debus, Pak iya ah. Gua mau ngomongin Bapak penjual es debus. Jadi, Pak KDM kemarin DM gua dengan isi videonya dia, terus dia ngomong ke gua tapi nggak gua sebar," ujar Deddy Corbuzier dikutip dari Instagram pribadinya, Minggu (1/2/2026).
Urung Bantu Penjual Es Gabus usai Bohong ke KDM

- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Deddy Corbuzier justru berterima kasih kepada KDM. Suderajat telah menceritakan kisah pilu dan dagangan es kue yang dituduh menggunakan bahan spons oleh oknum aparat.
Ia mengaku punya niat memberikan bantuan untuk Suderajat. Akan tetapi, ia mengurungkan niat tersebut.
Alasan Deddy membatalkan niat memberikan bantuan lantaran banyak ucapan yang tidak sesuai. Hal itu terjadi dalam perbincangan Suderajat dengan KDM.
"Emang gua dari awal nggak pengin undang, tapi ingin kasih bantuan. Tapi, ternyata isi semuanya dengan Pak KDM bohong semua," terangnya.
Heran Penjual Es Gabus Bohong dan Kurang Bersyukur

- tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier
Dalam unggahannya, Deddy Corbuzier menyinggung soal bantuan motor. Suderajat mendapat hadiah motor dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras.
Alasan Suderajat mendapat hadiah motor karena kediamannya di Bojonggede, Kabupaten Bogor, masuk perbatasan dengan Depok. Artinya, rumah penjual es gabus itu masuk wilayah hukum Polres Depok.
Kapolres Depok menghadiahkan motor untuk membantu aktivitas usaha Suderajat menjual es gabus. Namun motor tersebut bukan untuk dirinya, melainkan dipakai anaknya sebagai ojek.
Selain itu, Deddy juga menyinggung terkait kebohongan Suderajat saat berbincang dengan KDM. Penjual es gabus itu mengaku punya tunggakan bayar kontrakan, menunggak bayaran sekolah SD anaknya, menunggak bayaran ke warung, hingga warisan.
"Waduh, kacau, kacau, kacau. Gitulah manusia ya," katanya.
Ia tidak habis pikir dengan Suderajat. Seharusnya musibah menjadi waktu terbaik menumpahkan rasa syukur.
Kasus yang berujung viral itu menempatkan Suderajat sebagai korban. Bahan dagangan miliknya diperas hingga dibakar oleh oknum anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Ikhwan Mulyadi bersama oknum Babinsa, Serda Hari Purnomo.
Sementara, peristiwa itu terjadi saat mencari nafkah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada 24 Januari 2026. Dalam hal ini, Suderajat mendapat simpati dan oknum aparat menuai amarah publik.
"Kadang-kadang ada musibah, lalu akhirnya dipakai untuk mencari kesempatan dalam kesempitan. Padahal netizen udah baik banget, udah peduli banget sama Bapak. Tapi, malah jadi begini Pak," tegasnya.
Ia mengkhawatirkan dari kasus ini, apabila ada hal yang serupa viral di media sosial, bisa menurunkan kepercayaan dari publik.
Sementara, Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani belum lama ini ikut berpendapat soal Suderajat dinilai banyak melakukan bohong. Ia menepis sikapnya justru tidak seharusnya begitu.
Tenny mengatakan Suderajat dan istrinya diklaim memiliki gangguan mental. Adapun untuk kontrakan yang ternyata rumahnya sendiri, kediaman penjual es gabus itu tengah direhabilitasi melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
(hap)
Load more