Pihak Denada Minta Ressa Tenang dan Introspeksi Diri di Tengah Polemik Gugatan
- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
tvOnenews.com - Polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano terus bergulir setelah Ressa semakin vokal di ruang publik terkait pengakuannya sebagai anak kandung penyanyi Denada.
Kehadiran Ressa di depan awak media serta podcast Curhat Bang Denny Sumargo pada akhir Januari 2026 langsung menyedot perhatian publik, terutama karena pengakuannya yang menyebut tidak diakui selama 24 tahun.
Situasi ini dipicu oleh buntunya proses mediasi dalam gugatan perdata senilai Rp7 miliar yang diajukan Ressa Rizky Rossano terhadap Denada.
Mediasi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Banyuwangi telah dinyatakan gagal total setelah empat kali pertemuan tidak mencapai kesepakatan, terakhir pada 29 Januari 2026.
Dengan kegagalan tersebut, perkara resmi berlanjut ke tahap persidangan pokok.
Ressa dan tim kuasa hukumnya kerap menyampaikan kekecewaan di hadapan media karena Denada tidak pernah hadir secara langsung dalam agenda mediasi.
Selama proses tersebut, Denada diwakili oleh kuasa hukumnya, Moch. Iqbal, dengan alasan kesibukan pekerjaan dan jadwal syuting yang tidak bisa ditinggalkan.
Di sisi lain, pihak Denada menyayangkan sikap Ressa yang dinilai terlalu sering melakukan konferensi pers dan muncul di berbagai podcast.
Kuasa hukum Denada menilai langkah tersebut justru membuat suasana semakin keruh dan menghambat tujuan utama mediasi, yakni perdamaian. Pernyataan yang disampaikan ke publik pun dianggap tidak sepenuhnya sesuai fakta.
Selain tuntutan pengakuan, Ressa juga mendesak adanya pengakuan tertulis dan resmi dari Denada sebagai ibu kandungnya.
Meski pihak Denada melalui kuasa hukum telah menyatakan pengakuan status anak, Denada secara tegas menolak tuntutan ganti rugi materiil sebesar Rp7 miliar.
Ressa pun dikabarkan menutup pintu maaf karena merasa pengakuan tersebut hanya disampaikan melalui pengacara dan belum menunjukkan itikad baik secara personal.
Dalam berbagai kesempatan, Ressa mengungkapkan kisah masa lalunya. Ia menyebut telah dititipkan kepada ibu angkatnya, Ratih, di Banyuwangi sejak bayi dan baru mengetahui asal-usulnya saat duduk di bangku SMP.
Dalam podcast, Ressa juga menangis ketika membandingkan nasibnya dengan Aisha, anak Denada lainnya, yang menurutnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh.
Konflik ini semakin mencuat setelah muncul persoalan penjualan mobil bekas hadiah SMA yang cicilannya dibayar oleh ibu angkat Ressa, namun hasil penjualannya diduga tidak diserahkan sepenuhnya.
Menanggapi situasi tersebut, kuasa hukum Denada, Iqbal, memberikan penjelasan melalui kanal YouTube Cumicumi pada 30 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa masa mediasi seharusnya dimanfaatkan untuk menenangkan diri dan melakukan introspeksi.
“Kemarin kan masa mediasi kan mingguan lamanya ya. Nah, dalam kurun waktu tiga minggu itu sebetulnya kan pengin para pihak ini cooling down, introspeksi diri. Ibaratnya ada yang salah ya ayo ditata lagi, kan, gitu, sehingga nanti ada komunikasi yang baik,” ujar Iqbal.
Iqbal juga menyesalkan adanya manuver selama masa mediasi. “Namun di masa mediasi ini saya penginnya kan kayak masa tenang gitu loh. Tapi pihak penggugat malah manuver, kayak podcast ngomong sana-sini, sehingga ya gimana tujuan mediasinya ya enggak tercapai,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sebagai kuasa hukum, dirinya berupaya mencari jalan terbaik bagi kedua belah pihak.
“Pencapaian yang diinginkan ya sama para pihak ini kan masing-masing, Pak, ya. Cuman saya sebagai kuasa hukumnya itu ya intinya berupaya yang terbaiklah gimana dua-dua pihak ini bisa ketemu,” ujarnya.
Iqbal kembali mengulang penilaiannya soal langkah yang diambil selama mediasi. “Tapi sayangnya, saya ulangi sekali lagi, ada kayak manuver-manuver yang ke mana-mana ngomong, bahwa kalian tahu sendirilah, sehingga ya kayak Denadanya juga, ‘aduh kok gini’,” ucapnya.
Ketika ditanya awak media apakah perkara ini akan berlanjut ke persidangan, Iqbal menjawab tegas, “Berlanjut sidang. Enggak mungkin saya buka sekarang. Maksudnya besok ini agendanya pembacaan gugatan. Nanti dicek dulu pihak penggugat, gugatannya ini sudah betul apa tidak, apa ada perubahan. Kalau ada perubahan ya disempurnakan dulu, baru saya jawab.”
Usai pernyataan tersebut, Ressa Rizky Rossano dan tim kuasa hukumnya yang telah berada di Jakarta sejak 24 Januari 2026 masih kerap muncul di hadapan publik dan menggelar konferensi pers untuk memperjuangkan hak Ressa.
Hingga kini, Ressa disebut belum puas dengan pengakuan Denada yang disampaikan melalui kuasa hukum.
Ia menginginkan pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Denada, termasuk dalam bentuk pengakuan tertulis.
(anf)
Load more