News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Analisis Psikiater soal Surat Wasiat Anak SD di NTT: Alami Stres yang Luar Biasa

​​​​​​​Anak SD di NTT jadi sorotan dalam Analisis Psikiater terkait Surat Wasiat Anak SD di NTT, mengungkap stres luar biasa dan hilangnya harapan hidup.
Jumat, 6 Februari 2026 - 11:04 WIB
Isi surat wasiat ditulis anak SD yang bunuh diri di Ngada, NTT
Sumber :
  • Istimewa

“Sekarang kita lihat kenapa kalau peristiwa bunuh diri itu artinya orangnya berpendapat bahwa tidak ada jalan keluar lagi. Jadi kalau masih menganggap saya bisa berjuang, maka dia tidak sampai bunuh diri,” tutur psikiater.

Menurut psikiater, korban tampaknya menjadikan sekolah sebagai satu-satunya harapan untuk masa depan yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tapi dalam hal ini sudah tidak ada harapan untuk berikutnya. Jadi rupanya sekolah itu dia jadikan harapan untuk nantinya bisa ya barangkali bisa hidup sebagaimana seharusnya,” kata psikiater.

Namun, tekanan ekonomi membuat harapan itu runtuh, hingga korban memandang hidupnya tidak lagi memiliki masa depan.

“Tapi sekarang kita lihat hanya dengan uang Rp10.000. Jadi itu kan sebetulnya tragis sekali 10.000 akhirnya dia tidak bisa melanjutkan sekolah. Karena tidak bisa melanjutkan sekolah, maka dia memutuskan untuk bunuh diri karena tidak ada harapan hidup. Itu prinsipnya. Prinsip tidak ada harapan untuk hidup lagi,” ucap psikiater.

Surat Wasiat sebagai Gambaran Kondisi Psikologis Anak

Psikiater juga menilai surat wasiat tersebut menunjukkan kondisi psikologis korban yang berada dalam tekanan sangat berat, bukan sekadar stres biasa.

“Jadi jelas dia dalam keadaan stres yang luar biasa. Tapi bukan hanya stres. Kalau hanya stres, maka tidak perlu dia bunuh diri. Tapi stres yang demikian beratnya sehingga tidak ada harapan lagi,” ujar psikiater.

Lebih lanjut, psikiater menambahkan bahwa korban memandang masa depannya sudah tertutup sepenuhnya.

“Jadi dia anggap ke depan itu sudah tidak ada harapan hidup lagi. Kalau sudah tidak ada harapan hidup maka dia lebih baik memutuskan untuk bunuh diri. Kemudian pamit ke ibunya supaya ibunya ya mungkin jangan terlalu sedih tapi tetap itu jalan keluar yang dia ambil,” tutur psikiater.

Peristiwa ini diketahui dipicu keterbatasan ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan alat tulis seharga Rp10 ribu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus tersebut juga mendapat perhatian pemerintah, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang menekankan pentingnya pendampingan dan data keluarga miskin ekstrem.

Tragedi Anak SD di NTT ini menjadi peringatan bahwa tekanan hidup dan keterbatasan ekonomi dapat berdampak serius pada kondisi psikologis, bahkan pada anak yang masih sangat muda. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Tampil pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Konferensi Eropa, skor akhir 2-2 ini membawa Ajax tetap melaju ke putaran akhir sebelum kompetisi setelah menang agregat 3-5 dari Shelborne FC. 
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.

Trending

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
John Herdman Full Senyam! Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Akhirnya Diterima Kembali Berlatih di FC Twente

John Herdman Full Senyam! Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Akhirnya Diterima Kembali Berlatih di FC Twente

Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, resmi kembali menjalani latihan bersama FC Twente usai berbulan-bulan mangkir dari tim
Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Pengusaha muda asal Medan, Insanul Fahmi, mengungkap perubahan besar dalam perjalanan hidup dan bisnisnya setelah konflik rumah tangganya dengan Wardatina Mawa.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT