News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

4 Tahun Lalu Teddy Ungkap Kesulitan Ekonomi Usai Ditinggal Lina hingga Tinggal di Gubuk Bambu

Teddy Pardiyana mengungkap kejujuran pahit ditinggal Lina Jubaedah 4 tahun lalu, sempat sulit ekonomi hingga tinggal di gubuk bambu bersama Bintang.
Rabu, 11 Februari 2026 - 13:34 WIB
Teddy Pardiyana
Sumber :
  • YouTube Cumicumi

tvOnenews.com - Teddy Pardiyana pernah mengungkap kejujuran pahit setelah ditinggal Lina Jubaedah, saat ia harus menghadapi sulitnya ekonomi hingga tinggal di gubuk bambu bersama putrinya, Bintang.

Teddy Pardiyana, suami almarhumah Lina Jubaedah, kembali menjadi sorotan publik pada awal 2026 terkait konflik harta warisan yang belum juga usai.Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Teddy Pardiyana terus dibicarakan seiring permohonan penetapan ahli waris yang ia ajukan ke Pengadilan Agama Bandung pada Desember 2025. Langkah tersebut dilakukan demi mendapatkan legalitas hak waris bagi dirinya dan putrinya, Bintang.

Perseteruan dengan keluarga Sule pun semakin memanas. Pihak Sule dan Rizky Febian mempertanyakan keberadaan aset senilai Rp5 miliar yang diduga dikelola oleh Lina dan Teddy, namun kini tidak jelas rimbanya. Sule menegaskan bahwa hak waris untuk Bintang akan diberikan setelah sang anak berusia 17 tahun.

Selain itu, Teddy sebelumnya sempat divonis 1 tahun 3 bulan penjara atas kasus penggelapan aset mobil milik Rizky Febian.Ā 

Ia telah bebas bersyarat sejak Mei 2024 dan diwajibkan lapor selama dua tahun. Bahkan, di awal Februari 2026, muncul kabar viral mengenai insiden penggerebekan warga terhadap Teddy, meski penyebab pastinya masih menjadi perbincangan di media sosial.

Namun, jauh sebelum polemik warisan kembali ramai, empat tahun lalu Teddy sempat muncul dalam sebuah wawancara bersama awak media.Ā 

Video perbincangan itu diunggah kanal YouTube Insertlive. Dalam kesempatan tersebut, Teddy secara terbuka mengungkap kondisi hidupnya yang sulit setelah ditinggal Lina Jubaedah.

Ia mengaku kesulitan ekonomi, terutama saat masa pandemi Covid-19. Teddy bahkan sempat memiliki rencana bekerja ke Jepang melalui jalur resmi Depnaker.Ā 
Namun, rencana itu terhambat karena visa ditahan akibat pembatasan perjalanan selama pandemi.

Teddy juga sempat mencoba bertahan dengan berwirausaha kecil-kecilan, termasuk berternak ikan lele.Ā 

Ia menceritakan usahanya tidak berjalan lancar karena kondisi ekonomi yang lesu saat itu.

ā€œDulu sempat ternak ikan cuman beli dari bandarnya. Misalkan satu kilo lele Rp25.000, saat Covid tukang lele, pecel lele itu pada tutup restoran pada tutup akhirnya bandar menerima lagi bisa turun sampai Rp20.000 hingga Rp18.000 satu kilonya jadi enggak dilanjut juga waktu itu,ā€ ujar Teddy.

Awak media kemudian menanyakan bagaimana Teddy memenuhi kebutuhan Bintang selama dua tahun terakhir di tengah kondisi sulit.

Teddy menjawab, ā€œKerasa banget ya tahun pertama. Ya alhamdulillah banyak yang bantu juga ya, dari lawyer juga Pak Ali saya mengucapkan makasih banyak Pak Ali Nurdin itu ngebantu beberapa bulan kebelakang buat apa support susu pokoknya juga saya nggak munafik.ā€

Ia melanjutkan, ā€œTerus ya kebanyakan sih dibantu apa kayak bibi yang dulu dimodalin saya atau saudara yang dulu emang dimodalin atau temen yang emang dulu apa ya bilangnya saling bantu yang dulu pernah dibantu pas waktu kemarin ya saling bantu lagi lah gitu.ā€

Dalam wawancara tersebut, Teddy juga bercerita tentang kondisi ekonomi ketika Lina Jubaedah masih hidup.Ā 

Ia mengungkap bahwa mereka sempat memiliki sumber penghasilan dari salon dan usaha lain.

ā€œWaktu dulu kan dari salon ada, terus salonnya emang apa dipercayakan ke saudaranya sama almarhumah. Terus salonnya itu tempatnya dikontrakin sekarang jadi enggak jalan lagi,ā€ kata Teddy.

Ia menambahkan bahwa usaha kos-kosan juga sempat berhenti karena pandemi dan aturan pembatasan sosial.

ā€œTerus ada dulu itu ada usaha material ada usaha kosan cuman kosan juga 2 tahun kebelakang emang dikosongin dulu karena kan emang dibilangnya paya harus gak boleh berdua boleh lebih dari 5-10 waktu itu dari anjuran pemerintahnya, jadi takut ada sesuatu yang dia watir kan akhirnya ya dikosongin selama dua tahun kebelakang,ā€ ungkap Teddy.

Tak hanya soal ekonomi, Teddy juga menjelaskan tempat tinggalnya bersama Bintang setelah Lina meninggal dunia.Ā 

Ia mengaku sempat tinggal di rumah sebelumnya, namun karena kondisi yang tidak nyaman akibat wartawan yang terus mendatangi, ia memutuskan pindah.

ā€œSaat sudah meninggal, terus wartawan nyerbu kesana (rumah yang ditinggali sebelumnya) waktu itu masih ada dulu sewakan setahun, baru enam digedor terus kurang istirahat, kurang tidur, terus emang pengen nenangin diri lah akhirnya saya searching di Facebook ada di marketplace ya akhirnya dapat saya pingin Saung Balong tahunya dapet ini,ā€ tutur Teddy.

Awak media lalu memastikan apakah tempat tinggal itu sudah berbentuk rumah jadi.

Teddy menjawab, ā€œBelum itu cuman balong aja gitu sama ini mushola kecil ini, terus akhirnya kemarin dikirim saung-saungan lagi.ā€

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan Teddy Pardiyana empat tahun lalu itu kini kembali ramai dibahas seiring konflik warisan Lina Jubaedah yang masih bergulir.

Kisah hidupnya yang sempat sulit, tinggal di gubuk bambu bersama Bintang, menjadi salah satu sisi lain dari polemik besar yang kini tengah berlangsung.
(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).
Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Tim Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan sebanyak tujuh tersangka dalam kasus dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral pada periode 2008-2015, pada Kamis (9/4).
Untuk Pertama Kalinya Jakarta Pertamina Enduro Tumbangkan Gresik Phonska, Sabet Juara di Final Four Proliga 2026 Putaran Pertama

Untuk Pertama Kalinya Jakarta Pertamina Enduro Tumbangkan Gresik Phonska, Sabet Juara di Final Four Proliga 2026 Putaran Pertama

Jakarta Pertamina Enduro akhirnya berhasil menaklukkan rival kuatnya, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, di final four Proliga 2026. Untuk pertama kalinya JPE
Manajer Denada Ungkap 3 Fakta Terbaru soal Ressa Rosano, Hoaks hingga Gugatan Belum Dicabut

Manajer Denada Ungkap 3 Fakta Terbaru soal Ressa Rosano, Hoaks hingga Gugatan Belum Dicabut

Manajer Denada ungkap 3 fakta terbaru soal Ressa Rosano, mulai dari hoaks, gugatan belum dicabut, hingga fokus pada proses perdamaian kedua pihak.
Potensi Perbatasan Laut Perlu Didongkrak secara Terintegrasi, BNPP RI Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Potensi Perbatasan Laut Perlu Didongkrak secara Terintegrasi, BNPP RI Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Optimalisasi potensi unggulan di wilayah perbatasan laut perlu dilakukan melalui pendekatan lintas sektor dan wilayah agar memberikan dampak berkelanjutan.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT