Sesumbar Anak Jadi WNA Viral, Dwi Sasetyaningtyas Pernah Curhat Betapa Sulitnya Tinggal di Inggris Disorot Netizen
- Instagram/@sasetyaningtyas
Jakarta, tvOnenews.com - Alumni penerima LPDP, Dwi Sasetyaningtyas kini diterpa kontroversi. Konten sesumbar anaknya menyandang paspor Warga Negara Asing (WNA) di Inggris viral.
Dalam sebuah konten viral, Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas mulanya menunjukkan sebuah paket yang ditunggu selama 4 bulan. Isinya berupa paspor anaknya telah menyandang status WN Inggris.
Ironisnya, Tyas melontarkan ucapan menimbulkan amarah publik. Meski sudah minta maaf, upaya membandingkan anaknya lebih baik WNA daripada Warga Negara Indonesia (WNI) masih menyisakan luka.
"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ucap Tyas dikutip tvOnenews.com, Minggu (22/2/2026).
Sontak, netizen terus mencari sasaran empuk menyikapi ucapan tersebut. Selain status alumni penerima beasiswa LPDP, seutas Tyas curhat mengeluh betapa sulitnya hidup di luar negeri viral.
Dwi Sasetyaningtyas Curhat Keluhan Tinggal di Inggris

- ist
Dalam seutas Threads pribadinya pada 2 Februari 2026, Tyas sempat curhat sisi lain tinggal di Inggris. Ia mengeluh ada bagian menetap di luar negeri tidak semudah di Indonesia.
"Mau tahu enggak enaknya tinggal di luar negeri di Inggris?," ujar Tyas.
Ia pernah mendaftar kunjungan sang suami, Arya Iwantoro ke dokter gigi. Alih-alih prosesnya cepat, justru hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi.
Pendaftaran menggunakan asuransi. Namun hal tersebut tidak memberikan jaminan jadwal kunjungan diproses dengan singkat bahkan gagal.
"Sudah satu jam telepon on hold buat registrasi dokter gigi (yang cover by insurance) di UK. Ini juga belum tentu bisa dapat jadwal appointment," imbuhnya.
Saking susahnya, ia membandingkan pendaftaran jadwal ke dokter saat berada di Belanda. Di sana, ia masih berstatus sebagai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Tyas fokus menempuh pendidikan Magister (S2). Ia melanjutkan studinya di jurusan Sustainable Energy di Delft University of Technology (TU Delft).
Menurut Tyas, dalam segi urus-mengurus kunjungan, lebih mudah di Belanda ketimbang di Inggris. Meski menunggu lama, tetapi mendapat kepastian jadwal berkunjung ke dokter.
"Dulu tinggal di Belanda nggak gini-gini amat sih. Iya nunggu appointment 2-5 hari, tapi di-cover insurance dan ada jadwalnya," terangnya.
Akui Urus Kunjungan di Indonesia Lebih Mudah
Lebih lanjut, Tyas menjelaskan, sang suami pilih pulang ke Indonesia. Penyebabnya akibat kesulitan mendapat jadwal berkunjung ke dokter gigi di Inggris.
Arya Iwantoro menjalani perawatan gigi di Indonesia. Menurutnya, prosedur pakai asuransi lebih mudah dan dari segi biaya masih terhitung murah ketimbang di Inggris.
"Suami aku pernah pulang ke Indonesia karena mau root canal filling. Ya karena tiket pulang ke Indonesia+root canal filling di Indonesia lebih mudah daripada di Inggris," jelasnya.
Ia menggambarkan betapa ribetnya mendapat jadwal ke dokter gigi di Inggris. Ia harus berkali-kali mendaftar agar bisa memperoleh waktu kunjungan untuk suaminya.
"Ujungnya registrasinya penuh, didata dan akan ditelepon sama emergency. Kalau enggak ada kabar, besok disuruh coba telepon lagi, setiap hari sampai kasusnya tuntas," paparnya.
Ia mengaku upaya tersebut sudah terjadi tiga kali. Saat proses pendaftaran berlangsung, Tyas dan suami harus menunggu selama tiga jam.
Karena tidak pernah berhasil, emosi Tyas mulai tak terbendung. Ia menyampaikan rasa kecewanya lantaran proses pendaftaran jadwal ke dokter gigi menghambat aktivitas sehari-harinya.
"Yakali setiap hari menelepon tiga jam for nothing. Lo pikir gue pengangguran?," kesal Tyas.
Reaksi Netizen
Netizen menyoroti keluhan Tyas yang kesulitan di Inggris. Mereka memberikan tanggapan secara beragam setelah utas tersebut viral di berbagai platform media sosial.
"Nah kan tiap negara ada kelebihan dan kekurangan Mbak. Be fair aja. Yang baik diambil, yang jelek difilter," kata @nikenxxx.
"Oh masih pakai dokter gigi di Indonesia ya?," ketawa @dityxxx.
"Berobat gigi masih pulang kampung aja, lu banggain paspor Inggris?," kesal @p.bimoxxx.
"Ini kayaknya memang si kakaknya kurang bersyukur aja. Jadi WNI ngeluh, tinggal di WNA ngeluh. Coba kamu besok-besok tinggal di bulan aja kak," sentil @fffuxxx.
(hap)
Load more