News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Curhat Ibu Kandung Nizam Syafei Bocah Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Disebut Meninggal Dunia oleh Mantan Suami

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei bocah Sukabumi diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri mengungkap dirinya di-framing meninggal dunia oleh mantan suami.
Selasa, 24 Februari 2026 - 13:20 WIB
Anwar Satibi dan Lisnawati, kedua orang tua Nizam Syafei bocah asal Sukabumi meninggal dunia diduga dianiaya ibu tiri
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Ibu kandung Nizam Syafei alias NS (12), Lisnawati menceritakan kisah tentang mantan suami, Anwar Satibi dan putranya asal Desa Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.

Ungkapan Lisnawati menjadi sorotan publik. Kemunculannya mengawal kasus kematian Nizam diduga sebagai korban penganiayaan ibu tiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di program Pagi-pagi Seru tvOne, Senin (23/2/2026), Lisnawati menjelaskan, pernah di-framing sudah meninggal dunia. Pengakuan itu diungkap oleh tim kuasa hukum keluarga, Mira Widyawati.

Mira mulanya menjelaskan alasan dirinya menjadi kuasa hukum keluarga Nizam Syafei. Ia terkejut adanya permintaan tersebut lantaran ibu kandung korban dikabarkan sudah meninggal dunia.

"Saya lihat berita apa kok viral banget. Tiba-tiba hari Sabtu malam, ada yang DM saya dari pihak kerabat atau keluarga Ibu Lisna minta pendampingan hukum. Saya agak bingung karena di pemberitaan itu disebutkan bahwa ibu kandung Nizam sudah meninggal," ujar Mira dikutip tvOnenews.com, Selasa (24/2/2026).

Ibu Kandung Nizam Syafei Disebut Meninggal Dunia oleh Mantan Suami

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei bocah asal Sukabumi meninggal dunia diduga dianiaya ibu tiri
Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei bocah asal Sukabumi meninggal dunia diduga dianiaya ibu tiri
Sumber :
  • tvOneNews

Lebih lanjut, Mira mengaku tidak mengenali Lisna. Namun banyak pemberitaan merebak di media sosial, yang menyebutkan ibu kandung bocah asal Sukabumi itu juga sudah meninggal dunia.

Ia pun memastikan permintaan tersebut. Pihak kerabat maupun keluarga menunjukkan identitas Lisna secara jelas yang saat itu benar-benar butuh pendampingan hukum.

"Saya minta bukti bahwa memang ini yang minta bantuan hukum ibu kandung Nizam. Dikirimlah KTP, KK, dan akta kelahiran," tuturnya.

Ia mengabarkan isu Lisnawati telah meninggal dunia berasal dari inisiasi ayah kandung Nizam, Anwar Satibi. Terlebih, isu ini mencuat pasca kasus kematian bocah asal Sukabumi itu mengguncang publik.

Lisnawati langsung mengungkapkan fakta sebenarnya. Ia menceritakan saat-saat dirinya didesak oleh mantan suaminya agar jangan menghubungi anaknya.

Ia berpendapat tujuan dirinya tidak boleh menghubungi anaknya seolah menggambarkan ibu kandung Nizam telah meninggal dunia.

"Ayahnya bilang begitu si Bunda mah udah meninggal. Bunda mah tong hayang nelepon jeung si Raja katanya. Bunda mah jangan pernah nelepon sama si Raja," terangnya.

Ia menceritakan saat dirinya di-framing telah tiada. Mantan suaminya memberikan kabar kepada Nizam bahwa ibu kandungnya meninggal dunia di luar negeri.

"Itu mantan suami kayak begitu biar enggak komunikasi dengan anak saya," imbuhnya.

Ia menjelaskan, pertemuan terakhirnya saat Niam masih berusia tujuh tahun. Ia pun sudah tidak bersua dengan putranya sekitar lima tahun terakhir.

Sejak berpisah dengan mantan suami, Lisna tidak hidup bersama dengan Nizam. Putranya harus tinggal dengan ayah kandungnya.

Komunikasi dengan Nizam Syafei Sempat Lancar

Lebih lanjut, Lisna menyampaikan fakta terbaru lainnya. Ia mengatakan, komunikasi antara dirinya dengan Nizam sempat masih berjalan baik.

Seiring berjalannya waktu, Lisna menduga ada faktor kecemburuan atau alasan lain. Hal itu menyebabkan komunikasi dirinya dan Nizam hilang total.

Ia tidak menyangka setelah mendengar kabar terkait upaya mantan suaminya. Ayah kandung Nizam diduga menyebarkan pemberitaan tentang dirinya atau mantan istri sudah meninggal dunia.

"Anaknya sebenarnya mau ikut, bahkan bilang ingin ikut sehari saja, nanti diantar lagi. Dia juga memanggil kakak saya ‘ayah’. Tapi di sana tidak diizinkan oleh ayahnya, sampai akhirnya Nizam tidak jadi ikut," bebernya.

Ia mengaku sangat menyesal tidak bisa hidup bersama Nizam. Selama lima tahun terakhir sama sekali tak mengetahui kondisi putranya.

"Kalau tahu dari dulu, saya pasti ambil anak saya," tegasnya sambil lirih.

Kronologi Bocah di Sukabumi Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Video NS di rumah sakit mengguncang publik belakangan ini. Bocah laki-laki bernama Nizam itu meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon, Kamis (19/2/2026).

NS diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tiri. Dugaan tersebut semakin kuat sejumlah kondisi luka bakar hingga memar akibat benda tumpul menghantam tubuh bocah tersebut.

Menariknya, Nizam sempat memberikan kesaksian sebelum meninggal dunia. Ia sambil menunjuk terduga pelaku ke ibu tirinya saat menceritakan penyebab dirinya terbaring lemah di ruang ICU selama kurang lebih delapan jam.

Di Program Kabar Siang tvOne, Minggu (22/2/2026), Anwar Satibi (38), ayah kandung korban menceritakan kronologi berdasarkan versi dirinya. Ia mengaku diminta pulang lantaran NS terbaring lemah.

Ia mendapat informasi NS sudah demam tinggi. Saat pulang, ia kaget tubuh putranya sudah dipenuhi luka bakar.

"Sebelum saya berangkat, anak saya memang sakit tapi kulitnya dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada yang melepuh seperti itu. Sampai di rumah sahur pertama, saya sangat syok terjadi peristiwa seperti itu. Kulit anak saya melepuh seperti luka bakar," bebernya.

Ia sempat bertanya kepada istrinya selaku ibu tiri korban. Ia memastikan apa penyebab kondisi tubuh NS tiba-tiba dipenuhi banyak luka bakar.

Ibu tiri NS mengaku anak tirinya mengalami luka bakar karena demam. Terduga pelaku menganggap kulit korban tidak tahan sehingga mudah mengelupas.

Kemudian, pihak medis justru mengungkap faktor luka bakar di tubuh NS akibat adanya dugaan tindakan kekerasan. Dokter bahkan membantah demam sebagai penyebab luka-luka di tubuh korban.

Ia sempat tidak percaya. Dokter memastikan luka bakar tersebut terindikasi dugaan tindakan kekerasan.

NS pada akhirnya memberikan kesaksian dirinya dipaksa minum air panas oleh ibu tiri. Ia menyampaikan pengakuannya saat ditanya oleh ayah angkat Anwar.

Ayah kandung korban dan ibu tiri NS sempat cekcok di rumah sakit. Ia pun meminta anaknya diautopsi untuk menjawab kecurigaan terhadap istrinya sebagai terduga pelaku.

Tim dokter forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi menyampaikan hasil autopsi sementara. Korban terindikasi terbentur benda tumpul hampir di seluruh tubuh, sehingga mengalami luka bakar hingga memar.

Status Kasus Kematian Nizam Naik Tahap Penyidikan

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian menyampaikan bahwa, kasus kematian bocah asal Sukabumi, diduga dianiaya ibu tiri telah naik ke tahap penyidikan.

"Untuk saudarai TR (46), kita sudah naikkan sidik dan kita saat ini sedang mendalami dalam Berita Acara Pemeriksaan," ungkap Samian, Senin, 23 Februari 2026.

Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif. Samian menegaskan, aparat ingin menemukan hasil dari kasus kematian NS diduga terindikasi adanya unsur tindak pidana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pidana dugaan kekerasan baik fisik ataupun psikis terhadap korban anak yakni Saudara NS," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Piala Dunia 2026: Australia Bikin Sensasi! Taklukkan Turki 2-0 di Laga Pembuka

Hasil Piala Dunia 2026: Australia Bikin Sensasi! Taklukkan Turki 2-0 di Laga Pembuka

Timnas Australia awali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil mengejutkan. Wakil Asia itu menundukkan Turki 2-0 pada laga perdana Grup D, Minggu (14/6/26).
Di Tengah Polemik Sarwendah, Anisa Cherrybelle Buka Suara soal Hubungan Mereka Setelah Keluar Grup

Di Tengah Polemik Sarwendah, Anisa Cherrybelle Buka Suara soal Hubungan Mereka Setelah Keluar Grup

Anisa Cherrybelle buka suara soal hubungannya dengan Sarwendah usai keluar dari girlband, akui tetap dekat dan kerap diundang ke acara pribadi Sarwendah.
Anak Angkat Ruben Onsu Ungkap Sosok yang Diduga pernah Mengajarkan hal Negatif

Anak Angkat Ruben Onsu Ungkap Sosok yang Diduga pernah Mengajarkan hal Negatif

Belum lama ini, Betrand Peto menyampaikan pesan mendalam dan penting untuk semua pihak. Dia berharap tidak pihak lain yang ikut campur masalah orang tuanya.
Piala Dunia 2026: Ancelotti Dikecam Legenda Brasil Usai Selecao Ditahan Imbang Maroko, Salah Formasi hingga Gaya Main Absurd Jadi Sorotan

Piala Dunia 2026: Ancelotti Dikecam Legenda Brasil Usai Selecao Ditahan Imbang Maroko, Salah Formasi hingga Gaya Main Absurd Jadi Sorotan

Hasil imbang 1-1 yang diraih Brasil saat hadapi Maroko pada laga perdana Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik. Sorotan tajam kali ini datang dari legenda.
KPK Geledah Kantor Bupati hingga Kediaman Pribadi Sekdisdikbud Muara Enim, Sejumlah Dokumen Turut Diamankan

KPK Geledah Kantor Bupati hingga Kediaman Pribadi Sekdisdikbud Muara Enim, Sejumlah Dokumen Turut Diamankan

KPK melakukan penggeledahan di sejumlah titik yang berkaitan dengan dugaan suap pengadaan barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Meski Sibuk, Dedi Mulyadi Tetap Beri Rp40 Juta ke Kuli Bangunan di Cirebon untuk Perbaiki Rumahnya yang Reyot

Meski Sibuk, Dedi Mulyadi Tetap Beri Rp40 Juta ke Kuli Bangunan di Cirebon untuk Perbaiki Rumahnya yang Reyot

Dedi Mulyadi beri bantuan Rp40 juta untuk kuli bangunan di Cirebon perbaiki rumah reyot, sekaligus bantu bukakan rekening tabungan di Bank Jabar.

Trending

Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media Vietnam. Senjata khas skuad Garuda yang selama ini identik Pratama Arhan dikaitkan dengan momen Piala Dunia.
Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Maroko Usai Tahan Imbang Brasil 1-1, Sebut Singa Atlas Belum Main Serius

Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Maroko Usai Tahan Imbang Brasil 1-1, Sebut Singa Atlas Belum Main Serius

Timnas Maroko membuat kejutan pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026. Singa Atlas menahan Brasil dengan skor 1-1 di Stadion MetLife, Minggu (14/6/2026).
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 15 Juni 2026: Gemini Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 15 Juni 2026: Gemini Ketiban Durian Runtuh

Tanggal 15 Juni 2026 diperkirakan menjadi hari yang membawa peluang keuangan menarik bagi sejumlah zodiak. Ini 6 zodiak yang diprediksi paling bercuan deras.
Gara-gara Kevin Diks, Media Jerman Sampai Beri Pujian untuk Timnas Indonesia

Gara-gara Kevin Diks, Media Jerman Sampai Beri Pujian untuk Timnas Indonesia

Kevin Diks tampil gemilang bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026. Borussia Mönchengladbach sampai memberikan pujian khusus.
Tak Kuat Usai Diduga Alami KDRT, Istri Oknum Dosen di Makassar Kabur ke Padang dan Tempuh Jalur Hukum

Tak Kuat Usai Diduga Alami KDRT, Istri Oknum Dosen di Makassar Kabur ke Padang dan Tempuh Jalur Hukum

Universitas Negeri Makassar (UNM) menyatakan sikap resmi terkait kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan salah satu tenaga pengajarnya. 
Piala Dunia 2026: Dramatis Tahan Imbang Swiss 1-1, Pelatih Timnas Qatar Semringah dan Bangga

Piala Dunia 2026: Dramatis Tahan Imbang Swiss 1-1, Pelatih Timnas Qatar Semringah dan Bangga

Timnas Qatar memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil membanggakan. Mereka sukses menahan Swiss 1-1 pada laga perdana Grup B, Sabtu (13/06/2026).
Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Pria di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT