Curhat Ibu Kandung Nizam Syafei Bocah Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Disebut Meninggal Dunia oleh Mantan Suami
- Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Ibu kandung Nizam Syafei alias NS (12), Lisnawati menceritakan kisah tentang mantan suami, Anwar Satibi dan putranya asal Desa Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.
Ungkapan Lisnawati menjadi sorotan publik. Kemunculannya mengawal kasus kematian Nizam diduga sebagai korban penganiayaan ibu tiri.
Di program Pagi-pagi Seru tvOne, Senin (23/2/2026), Lisnawati menjelaskan, pernah di-framing sudah meninggal dunia. Pengakuan itu diungkap oleh tim kuasa hukum keluarga, Mira Widyawati.
Mira mulanya menjelaskan alasan dirinya menjadi kuasa hukum keluarga Nizam Syafei. Ia terkejut adanya permintaan tersebut lantaran ibu kandung korban dikabarkan sudah meninggal dunia.
"Saya lihat berita apa kok viral banget. Tiba-tiba hari Sabtu malam, ada yang DM saya dari pihak kerabat atau keluarga Ibu Lisna minta pendampingan hukum. Saya agak bingung karena di pemberitaan itu disebutkan bahwa ibu kandung Nizam sudah meninggal," ujar Mira dikutip tvOnenews.com, Selasa (24/2/2026).
Ibu Kandung Nizam Syafei Disebut Meninggal Dunia oleh Mantan Suami

- tvOneNews
Lebih lanjut, Mira mengaku tidak mengenali Lisna. Namun banyak pemberitaan merebak di media sosial, yang menyebutkan ibu kandung bocah asal Sukabumi itu juga sudah meninggal dunia.
Ia pun memastikan permintaan tersebut. Pihak kerabat maupun keluarga menunjukkan identitas Lisna secara jelas yang saat itu benar-benar butuh pendampingan hukum.
"Saya minta bukti bahwa memang ini yang minta bantuan hukum ibu kandung Nizam. Dikirimlah KTP, KK, dan akta kelahiran," tuturnya.
Ia mengabarkan isu Lisnawati telah meninggal dunia berasal dari inisiasi ayah kandung Nizam, Anwar Satibi. Terlebih, isu ini mencuat pasca kasus kematian bocah asal Sukabumi itu mengguncang publik.
Lisnawati langsung mengungkapkan fakta sebenarnya. Ia menceritakan saat-saat dirinya didesak oleh mantan suaminya agar jangan menghubungi anaknya.
Ia berpendapat tujuan dirinya tidak boleh menghubungi anaknya seolah menggambarkan ibu kandung Nizam telah meninggal dunia.
"Ayahnya bilang begitu si Bunda mah udah meninggal. Bunda mah tong hayang nelepon jeung si Raja katanya. Bunda mah jangan pernah nelepon sama si Raja," terangnya.
Ia menceritakan saat dirinya di-framing telah tiada. Mantan suaminya memberikan kabar kepada Nizam bahwa ibu kandungnya meninggal dunia di luar negeri.
"Itu mantan suami kayak begitu biar enggak komunikasi dengan anak saya," imbuhnya.
Ia menjelaskan, pertemuan terakhirnya saat Niam masih berusia tujuh tahun. Ia pun sudah tidak bersua dengan putranya sekitar lima tahun terakhir.
Sejak berpisah dengan mantan suami, Lisna tidak hidup bersama dengan Nizam. Putranya harus tinggal dengan ayah kandungnya.
Komunikasi dengan Nizam Syafei Sempat Lancar
Lebih lanjut, Lisna menyampaikan fakta terbaru lainnya. Ia mengatakan, komunikasi antara dirinya dengan Nizam sempat masih berjalan baik.
Seiring berjalannya waktu, Lisna menduga ada faktor kecemburuan atau alasan lain. Hal itu menyebabkan komunikasi dirinya dan Nizam hilang total.
Ia tidak menyangka setelah mendengar kabar terkait upaya mantan suaminya. Ayah kandung Nizam diduga menyebarkan pemberitaan tentang dirinya atau mantan istri sudah meninggal dunia.
"Anaknya sebenarnya mau ikut, bahkan bilang ingin ikut sehari saja, nanti diantar lagi. Dia juga memanggil kakak saya ‘ayah’. Tapi di sana tidak diizinkan oleh ayahnya, sampai akhirnya Nizam tidak jadi ikut," bebernya.
Ia mengaku sangat menyesal tidak bisa hidup bersama Nizam. Selama lima tahun terakhir sama sekali tak mengetahui kondisi putranya.
"Kalau tahu dari dulu, saya pasti ambil anak saya," tegasnya sambil lirih.
Kronologi Bocah di Sukabumi Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri
Video NS di rumah sakit mengguncang publik belakangan ini. Bocah laki-laki bernama Nizam itu meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon, Kamis (19/2/2026).
NS diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tiri. Dugaan tersebut semakin kuat sejumlah kondisi luka bakar hingga memar akibat benda tumpul menghantam tubuh bocah tersebut.
Menariknya, Nizam sempat memberikan kesaksian sebelum meninggal dunia. Ia sambil menunjuk terduga pelaku ke ibu tirinya saat menceritakan penyebab dirinya terbaring lemah di ruang ICU selama kurang lebih delapan jam.
Di Program Kabar Siang tvOne, Minggu (22/2/2026), Anwar Satibi (38), ayah kandung korban menceritakan kronologi berdasarkan versi dirinya. Ia mengaku diminta pulang lantaran NS terbaring lemah.
Ia mendapat informasi NS sudah demam tinggi. Saat pulang, ia kaget tubuh putranya sudah dipenuhi luka bakar.
"Sebelum saya berangkat, anak saya memang sakit tapi kulitnya dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada yang melepuh seperti itu. Sampai di rumah sahur pertama, saya sangat syok terjadi peristiwa seperti itu. Kulit anak saya melepuh seperti luka bakar," bebernya.
Ia sempat bertanya kepada istrinya selaku ibu tiri korban. Ia memastikan apa penyebab kondisi tubuh NS tiba-tiba dipenuhi banyak luka bakar.
Ibu tiri NS mengaku anak tirinya mengalami luka bakar karena demam. Terduga pelaku menganggap kulit korban tidak tahan sehingga mudah mengelupas.
Kemudian, pihak medis justru mengungkap faktor luka bakar di tubuh NS akibat adanya dugaan tindakan kekerasan. Dokter bahkan membantah demam sebagai penyebab luka-luka di tubuh korban.
Ia sempat tidak percaya. Dokter memastikan luka bakar tersebut terindikasi dugaan tindakan kekerasan.
NS pada akhirnya memberikan kesaksian dirinya dipaksa minum air panas oleh ibu tiri. Ia menyampaikan pengakuannya saat ditanya oleh ayah angkat Anwar.
Ayah kandung korban dan ibu tiri NS sempat cekcok di rumah sakit. Ia pun meminta anaknya diautopsi untuk menjawab kecurigaan terhadap istrinya sebagai terduga pelaku.
Tim dokter forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi menyampaikan hasil autopsi sementara. Korban terindikasi terbentur benda tumpul hampir di seluruh tubuh, sehingga mengalami luka bakar hingga memar.
Status Kasus Kematian Nizam Naik Tahap Penyidikan
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian menyampaikan bahwa, kasus kematian bocah asal Sukabumi, diduga dianiaya ibu tiri telah naik ke tahap penyidikan.
"Untuk saudarai TR (46), kita sudah naikkan sidik dan kita saat ini sedang mendalami dalam Berita Acara Pemeriksaan," ungkap Samian, Senin, 23 Februari 2026.
Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif. Samian menegaskan, aparat ingin menemukan hasil dari kasus kematian NS diduga terindikasi adanya unsur tindak pidana.
"Pidana dugaan kekerasan baik fisik ataupun psikis terhadap korban anak yakni Saudara NS," tukasnya.
(hap)
Load more