Influencer Bekasi Pandu Bone Diduga Tipu Banyak UMKM Viral, Ogah Refund Uang Endorse Dalih 'Itung-itung Visit'
- Kolase Instagram/@pandu.bone & Tangkapan layar YouTube Pandu Bone
Cikarang, tvOnenews.com - Seorang influencer TikTok atau kreator konten asal Bekasi berinisial PB alias Pandu Bone mengguncang jagat maya.
Nama Pandu Bone muncul setelah para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal menjerit di ruang publik. Mereka mengaku telah mengalami kehilangan uang jutaan rupiah setelah menggunakan jasa promosi atau endorse dari sang influencer.
Para pelaku UMKM lokal menunjukkan tangkapan layar percakapan. Mereka juga menampilkan bukti transfer sebagai tanda adanya perjanjian kerja sama dengan Pandu Bone.
Ironisnya, ucapan Pandu Bone berujung kontroversi lantaran enggan membalikan uang para pelaku UMKM. Ia melontarkan hal itu melalui tangkapan layar Instagram Story @pandu.bone yang kembali diunggah oleh Instagra kreator konten Gerry Prayudi, Selasa (24/2/2026).
"Ga gw balikin duitnya. Itung-itung visit," tulis Pandu Bone dikutip tvOnenews.com, Rabu (25/2/2026).
Kronologi Pandu Bone Influencer TikTok Asal Bekasi Diduga Lakukan Penipuan ke UMKM Viral

- Instagram/@pandu.bone
Ucapan tersebut bermula saat seorang pelaku UMKM makanan seblak makanan menampilkan rentetan percakapan dirinya dengan influencer tersebut.
Korban merasa frustasi lantaran influencer dengan pengikut TikTok 800 ribu pengguna tersebut tak menepati janji promosi. Padahal dana sudah masuk ke rekening Pandu Bone sejak lama.
Salah seorang pemilik usaha menyampaikan laporannya. Ia memperlihatkan dirinya telah mengirimkan uang sebesar Rp2 juta.
Pengiriman uang yang masuk ke rekening sang influencer terjadi pada Desember 2025. Ia mempunyai alasan transfer uang Rp2 juta karena usaha maupun produknya akan dibuat menjadi konten video.
Berdasarkan perjanjian awal, sang influencer akan mengunjungi tempat usaha para pelaku UMKM. Tujuannya untuk kebutuhan pembuatan konten promosi atau endorsement.
"Halo gaes, kami mau cerita tentang endorse salah satu conten creator Bbekasi. Kita sudah payment sebesar Rp2 juta, tapi dia nggak ada datang sama sekali ke warung kita, minta pengembalian dana juga nggak digubris. Hati-hati ya gaes kalau mau endorse," kata seorang pelaku UMKM yang mengaku korban penipuan.
Dalam tangkapan layar percakapan itu, influencer diduga bernama asli Pandu Sulaeman tersebut terus didesak oleh korban. Namun pada 20 Desember 2025, Pandu sengaja mengulur waktu pembuatan konten dengan dalih sedang mengurus perceraian.
Pada 22 Desember 2025, korban semakin resah karena tak ada kunjungan untuk pembuatan konten di warung. Sang kreator konten pilih ingin mengembalikan uang Rp2 juta pada hari Senin.
Korban pun mempertanyakan alasannya. Sampai 29 Desember 2025, influencer TikTok tersebut tidak menjawab dan hanya membaca desakan pengembalian uang.
Korban semakin mendesak melalui Instagram Pandu Bone. Kebetulan media sosial sang influencer memiliki ratusan ribu pengikut, terutama TikTok Pandu Bone mencapai 840,8 ribu follower.
Keresahannya meluap lantaran Pandu Bone tidak beritikad baik setelah satu bulan di mana uang Rp2 juta milik korban ditransfer ke rekening pribadinya.
"Bang, uang saya belum di-TF balik sampai sekarang bang. Udah sebulan," kesal dia.
"Uang saya aja nggak dibalikin, padahal nggak datang ke warung sama sekali ya," tegasnya saat membalas Instagram Story sang influencer terlihat dirawat di rumah sakit.
Para Korban Dugaan Penipuan Pandu Bone Ikut Muncul
Sontak, korban lainnya mulai bermunculan. Sosok pelaku UMKM yang mengaku sebagai korban dengan nama @Iiis_da menceritakan dirinya dan sang suami ditipu influencer saat baru membuka usaha.
"Guys ada yang bisa bantu nggak? Jadi, ceritanya aku buka usaha sama suami. Buat modal aja kita kumpulin lama, rencananya pas grand opening kita endorse juga biar ramai, eh malah ditipu influencer di Bekasi. Kita udah full payment, dia udah visit makan dan sebagainya malah konten nggak tayang sampai waktu promonya habis," beber Iis.
Reaksi Pandu Bone setelah Para Pelaku UMKM Lokal Muncul ke Publik

- Kolase Instagram/@pandu.bone/@gerryprayudi
Karena saking banyak yang muncul, Pandu Bone tak malu membuat sejumlah unggahan Instagram Story. Ia menampilkan dirinya sedang sakit dan terbaring lemah saat diinfus di rumah sakit.
Dalam tangkapan layar percakapan dengan salah satu korban yang merupakan penjual mie ayam bakso, Pandu Bone mengaku nilai endorse dibanderol sebenarnya Rp15 juta. Karena banyak target UMKM yang masih baru, ia mematok harga Rp1 juta.
"Paling sedih ketika sakit, orang ngeburu-buruin sama nggak punya adab, padahal jelas gua sakit," kata Pandu Bone.
Ia mengklaim jumlah tersebut merupakan bagian potongan harga darinya. Tujuannya untuk membantu pemilik usaha agar dagangannya semakin ramai setelah adanya endorse tersebut.
"Visit gua aja Rp3 juta, gua niat bantu dia sampai nego-nego dia. Gua kasihan wkwk, gua iyain aja dan gua visit sambil bikin video. Dan gua sakit, tapi dia merugul kayak ondel-ondel, hapus post bae," sambung dia menjelaskan.
Akibat unggahan tersebut, suami penjual mie ayam bakso urat 234 melalui akun @anggi_pamungkas12, membantah pernyataan itu. Ia dan istri mengaku terus didesak agar bekerja sama dengan sang influencer tersebut.
Ia menyayangkan atas tindakan promosi dilakukan Pandu Bone. Harga jual bakso yang ditampilkan tidak sesuai dengan harga sebenarnya.
Pandu Bone justru kembali mengungkit uang refund yang belum dikirim olehnya. Ia semakin kesal lantaran sejumlah pelaku UMKM terus mendesak dirinya yang diduga sedang sakit.
Ia pun sengaja membuat hal-hal aneh agar para korban kesal. Langkah tersebut sebagai balasan lantaran dirinya didesak mengembalikan uang mereka.
"Orang lagi kena musibah, awal yang bikin gua kesal itu doang sih. Penting adab bang," ucapnya.
Langkah Pandu Bone tidak berbuah manis. Ia justru dihujat netizen sehingga seluruh akun media sosial miliknya hilang.
(hap)
Load more