Pastor Gilbert Lumoindong Serukan Doa Perdamaian di Tengah Konflik Iran vs AS–Israel
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @pastorgilbertl / ANTARA/Anadolu/py/am.
“Gereja-gereja, hamba-hamba Tuhan, khusus di hari Minggu yang luar biasa, sebagian gereja di minggu pertama biasa mengadakan perjamuan suci, inilah waktu yang tepat untuk mendoakan perdamaian.”
Ia menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan bukan untuk menentukan pihak yang menang atau kalah, melainkan untuk menghentikan pertumpahan darah.
“Kita bukan mendoakan siapa yang menang, tapi kita berdoa supaya perdamaian boleh terjadi. Kita berdoa supaya darah tidak tertumpah dengan sembarangan, dan tidak ada lagi orang-orang sipil, anak-anak, dan wanita menjadi korban peperangan ini,” ujar Pastor Gilbert.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya dalam doa, “Kita berdoa dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, damai sejahtera. Karena dalam firman Tuhan berkata bahwa akan ada masanya semua damai, damai, damai.”
Pastor Gilbert juga menyinggung adanya inisiatif pembentukan forum perdamaian internasional.
“Dan atas inisiasi Amerika sedang juga dipersiapkan Board of Peace, dan puji Tuhan Indonesia ada di dalamnya. Jadi ini waktu yang tepat untuk di setiap gereja di hari Minggu pertama di masa kita menerima perjamuan suci untuk mengadakan doa khusus, doa perdamaian. Karena firman Tuhan katakan, umat yang atas nama-Ku disebut, berdoa, merendahkan diri, mencari wajah-Ku, maka Aku akan menjawabnya dari surga.”
Sebagai penutup, Pastor Gilbert menyampaikan salam damai bagi masyarakat Indonesia.
“Salam damai, penuh kehangatan cinta di dalam Kristus Yesus. Berdoa untuk damai karena anak-anak Tuhan selalu membawa damai. Salam damai untuk Indonesia,” tutupnya.
Seruan ini menjadi pengingat bahwa di tengah konflik Iran yang memanas dan ketegangan geopolitik global, suara doa dan harapan akan perdamaian tetap bergema dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
(anf)
Load more