News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPAI Ungkap Fakta Lapangan Kasus Nizam Syafei, Dugaan Keterlibatan Ayah Kandung Menguat

​​​​​​​KPAI ungkap fakta lapangan Kasus Nizam Syafei, dugaan keterlibatan ayah kandung menguat usai temuan saksi dan keluarga di Jampang Kulon Sukabumi.
Selasa, 3 Maret 2026 - 22:31 WIB
Ayah Nizam Syafei
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Kabar Siang / YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo

tvOnenews.com - Kasus Nizam Syafei kembali menjadi perhatian publik setelah KPAI mengungkap fakta lapangan terbaru yang membuat dugaan keterlibatan ayah kandung semakin menguat.

Misteri wafatnya Nizam Syafei (NS) kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya perhatian publik lebih banyak tertuju pada ibu tiri berinisial TR, kini sorotan juga mengarah pada ayah kandungnya, Anwar Satibi (AS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan hasil penelusuran langsung yang dilakukan timnya ke lokasi di Jampang Kulon, Sukabumi.

kpai
Dian, Komisioner KPAI. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)

Dalam keterangannya yang diunggah melalui kanal YouTube Intens Investigasi pada 3 Maret 2026, Komisioner KPAI, Dian, menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya.

“Kami menindaklanjuti, mengkaji, dan hari Rabu tanggal 25 Februari kami melakukan pengawasan mandiri secara langsung ke lokasi, yakni di Jampang Kulon Sukabumi,” ujarnya.

Dian juga mengatakan bahwa sebelum menemui keluarga korban, tim KPAI terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Nah, kami bertemu dengan keluarga besar. Awalnya tentu saja kami meminta pertimbangan dari UPTD PPA, kemudian juga dari pemerintah kecamatan ya, Kecamatan Jampang Kulon,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya kemudian diarahkan untuk menemui keluarga besar yang lokasinya berdekatan dengan makam almarhum.

“Nah, kemudian kami diarahkan ke keluarga besar dengan pertimbangan karena keluarga besar ini juga berdekatan dengan makam almarhum,” tuturnya.

Tak hanya itu, Dian menegaskan bahwa KPAI juga menggali informasi dari berbagai pihak di lapangan.

“Nah, kemudian kami bertemu baik dengan keluarga, Peksos, pekerja sosial, dan juga tetangga. Nah, informasi yang kami dapatkan adalah bahwa memang ayah kandung ini juga sering melakukan kekerasan kepada anak NS ya, yang tentu saja tidak hanya sekali dua kali ya, sejak kecil tetapi lebih intens di 4 tahun terakhir,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan penting dalam Kasus Nizam Syafei. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, dugaan keterlibatan ayah kandung dinilai tidak bisa diabaikan.

KPAI menekankan bahwa informasi yang dihimpun berasal dari berbagai sumber, termasuk keluarga besar dan para tetangga yang selama ini berada di sekitar lingkungan tempat tinggal korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan fakta terbaru ini, Kasus Nizam Syafei memasuki fase yang lebih serius. Publik kini menanti langkah lanjutan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan lebih dari satu pihak dalam tragedi tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT