GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ceramah Buya Yahya Kembali Viral usai Pemimpin Iran Gugur Dihajar AS-Israel, Bahas Perdebatan Syiah dan Sunni

Warganet soroti video ceramah Buya Yahya yang kembali menggema saat bahas perbedaan Syiah-Sunni di tengah eskalasi konflik Iran Vs Amerika Serikat (AS)-Israel.
Selasa, 3 Maret 2026 - 23:07 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV

Jakarta, tvOnenews.com - Video ceramah pengasuh LPD Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif kembali viral. Sorotan itu setelah Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan syahid.

Ceramah Buya Yahya saat bicara tentang perdebatan paham Syiah Iran dan Sunni yang tak kunjung usai. Video tersebut diunggah ulang oleh Instagram @barengquran, Minggu (1/3/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buya Yahya ditanya terkait sikap Iran di bawah komando Khamenei sempat menyerang Israel pada Juni 2025. Perdebatan paham Syiah dan Sunni pun mencuat, sehingga menyebabkan sebagian umat Muslim di Indonesia tidak mendukung Iran.

"Perbedaan urusan keyakinan ini berbeda. Bukan waktunya kita bicara itu. Kita sudah terlambat bersama-sama meyakini bahwa, Israel musuh kita bersama dan telah menodai kemanusiaan," ujar Buya Yahya dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (3/3/2026).

Konflik Iran-Israel Bukan hanya Urusan Agama atau Akidah

Asap mengepul setelah ledakan, usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026.
Asap mengepul setelah ledakan, usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026.
Sumber :
  • Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Lebih lanjut, Buya Yahya menyinggung konflik Iran dan Israel. Di bawah kepemimpinan Ali Khamenei sejak 1989, Iran menanamkan kebencian kuat terhadap AS, Israel hingga Barat, termasuk Inggris.

Buya Yahya memahami betul akidah dari paham Syiah dianggap menyimpang. Akan tetapi, akar konflik Iran terhadap Israel, AS, dan negara Barat tidak sekadar persoalan agama dan akidah.

Ia menegaskan, konflik yang semakin berakar antara Iran dengan sejumlah negara berkaitan dengan dukungan mereka terhadap Jalur Gaza. Mereka menginginkan warga Palestina merdeka.

Ia menegaskan, individu, kelompok hingga negara yang menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina wajib didukung penuh. Saat ini bukan waktunya membiarkan genosida dari orang zalim terus menghajar warga Gaza dan Palestina.

"Apakah dari Iran, China, dan sebagainya, selagi untuk menghentikan kezaliman kepada kemanusiaan, mereka adalah pejuang dunia," tegasnya.

Ia tidak habis pikir setiap konflik Iran dengan Israel kembali tegang, isu perdebatan paham Syiah dan Sunni menjadi penyebab sebagian umat Muslim di Indonesia tak mendukung penuh negara yang membela Palestina.

Kebencian atau sentimen negatif terhadap Syiah Iran pada umumnya semakin kencang sejak persaingan geopolitik kekuasaan di Timur Tengah. Faktor pemicu lain dari perbedaan teologis fundamental mayoritas Sunni hingga sejarah panjang perselisihan keduanya.

Selain itu, kebijakan luar negeri Iran pasca revolusi menjadi Republik Islam Iran dinilai agresif sejak 1979. Bahkan ada faktor sentimen terhadap etnis dengan teriakan "anti-Persia" menjadi pemicu.

Ia menegaskan, dukungan terhadap warga Palestina justru bukan lagi urusan tentang keimanan. Saat ini hal mendorong agar Palestina merdeka muncul dari hati nurani dan batin manusia.

"Ini terlepas dari urusan agama, biarpun di sana ada unsur agama, tapi bahwasanya hati, batin, nurani. Makanya kalau sampai sekarang orang tidak pernah sedih dengan kasus Palestina, ini aneh sekali," sentil dia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ia mengkritik tajam terhadap sikap orang yang merendahkan mereka sibuk membela Palestina. Ironisnya, banyak juga sengaja mengejek hingga mencela golongan yang memperjuangkan kemerdekaan warga Palestina.

Ia melihat mereka yang mengolok perjuangan demi menjaga nilai kemanusiaan, justru diibaratkan sedang menertawakan di atas penderitaan rakyat Gaza dan Palestina.

"Hati-hati itu tidak punya perasaan. Saya tidak bicara tentang mereka yang tidak punya hati nurani. Saya bicara pada Anda yang selama ini punya hati nurani, bagaimana perasaan Anda?," tutur Buya Yahya sambil bertanya secara tajam.

Buya Yahya Akui Penyimpangan Akidah Syiah di Luar Nalar

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube Al Bahjah TV

Ia tidak membantah akidah Syiah memiliki banyak perbedaan terhadap golongan Sunni. Berdasarkan aturan dan sejarah, banyak penyimpangan yang sudah dijelaskan oleh sejumlah besar ulama dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurut Buya Yahya, penyimpangan tersebut jangan dijadikan penghalang. Ia menekankan bagaimana caranya umat Islam bahkan seluruh dunia bersatu menumpas kezaliman dari orang zalim.

"Persoalan akidah Syiah bisa dibahas di tempat dan waktu yang berbeda. Tapi kini, dunia punya tugas bersama membuat warga Palestina kembali merdeka," terangnya.

Buya Yahya juga mengingatkan tugas orang mukmin terus mempertahankan kemerdekaan Palestina. Ia menekankan hal ini tidak hanya urusan kemanusiaan, melainkan bagian dari keimanan kepada Allah SWT.

"Kalau orang umum punya alasan karena nurani kemanusiaan, maka seorang beriman punya tingkatan lebih tinggi, yakni karena Allah," tukasnya.

Sontak, ceramah tersebut menimbulkan beragama reaksi dari warganet. Ada yang mendukung terkait bijak menyikapi perbedaan kedua paham tersebut, ada juga tetap berpegang teguh menganggap akidah Syiah telah menyimpang.

Diketahui, baru-baru ini Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur. Ia syahid di kediaman sekaligus kantornya di Iran pada 28 Februari 2026, pagi hari waktu setempat.

Ia tewas setelah terkena serangan rudal gabungan dari AS-Israel. Motifnya atas tuduhan bahwa, Iran terus mengembangkan status pengembangan program senjata nuklir yang dinilai mengancam keamanan dunia.

Kabar Ali Khamenei telah gugur langsung disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump lewat platform Truth Social. Informasi ini dipertegas oleh informasi resmi dari sejumlah media hingga televisi Nasional Iran.

Dilansir dari New York Times, bangunan utama di kompleks Ali Khamenei terlihat hancur lebur melalui rekaman citra satelit dari Airbus Defence and Space.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar kematian Ali Khamenei pun menyebabkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak tinggal diam. IRGC hingga kini membombardir wilayah Israel dan pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral! Istri di Lumajang Diduga Potong Kemaluan Suami karena Hal Ini, Polisi Ungkap Motifnya

Viral! Istri di Lumajang Diduga Potong Kemaluan Suami karena Hal Ini, Polisi Ungkap Motifnya

Seorang istri di Lumajang, AY, diamankan polisi setelah diduga melukai berat suaminya, FA. Polisi menyebut tindakan tersebut dipicu rasa cemburu.
Kabar Gembira! Warga Jakarta dan Sekitar Bebas ke Manapun Cuma Rp8 kalau Naik Transportasi Umum Ini

Kabar Gembira! Warga Jakarta dan Sekitar Bebas ke Manapun Cuma Rp8 kalau Naik Transportasi Umum Ini

Warga Jakarta, Warga Bekasi, Warga Bogor dan semuanya yang biasa menggunakan transportasi umum di Jakarta, bakal untung besar besok karena tarifnya jadi murah
Kabar Pahit dari Elkan Baggott di Millwall​​​​​​​

Kabar Pahit dari Elkan Baggott di Millwall​​​​​​​

Millwall mengawali perjalanan mereka di kompetisi EFL Championship 2026/2027 dengan torehan hasil positif, pemain Timnas Indonesia Elkan Baggott dibawa tapi ...
Dampak Penertiban 1000 PETI di Babel, Pendapatan PT Timah Tumbuh 146,9% Jadi Rp10,42 T

Dampak Penertiban 1000 PETI di Babel, Pendapatan PT Timah Tumbuh 146,9% Jadi Rp10,42 T

Penertiban sekitar 1.000 tambang ilegal dan penutupan jalur penyelundupan di Bangka Belitung mulai menunjukkan dampak nyata ke tata kelola industri timah. Hal
Bikin Haru, Ini Unggahan Terakhir Putri Juficha Sebelum Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Bikin Haru, Ini Unggahan Terakhir Putri Juficha Sebelum Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Unggahan terakhir Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025, sebelum meninggal di hari ulang tahunnya ke-26 berisi pesan kemanusiaan tentang sepak bola dan Palestina.
Siap-Siap! Pendaftaran CPNS Kedinasan 2026 Resmi Diumumkan Agustus, Ini Rincian Formasi dan Jadwal SKD

Siap-Siap! Pendaftaran CPNS Kedinasan 2026 Resmi Diumumkan Agustus, Ini Rincian Formasi dan Jadwal SKD

Kabar gembira bagi lulusan SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia. Pemerintah resmi membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 melalui jalur ... -

Trending

Ole Romeny dan Justin Hubner Cs Justru Dapat Peringatan dari Pelatih Fortuna Sittard usai Raih Kemenangan Perdana di Eredivisie

Ole Romeny dan Justin Hubner Cs Justru Dapat Peringatan dari Pelatih Fortuna Sittard usai Raih Kemenangan Perdana di Eredivisie

Fortuna Sittard meraih kemenangan perdana di Eredivisie 2026/2027 usai taklukkan SC Cambuur dengan skor 3-1. Dua pemain Timnas Indonesia tampil sebagai starter.
Amorim Tolak Rafael Leao, AC Milan Banting Harga Jadi Rp760 Miliar untuk Lepas Sang Bintang

Amorim Tolak Rafael Leao, AC Milan Banting Harga Jadi Rp760 Miliar untuk Lepas Sang Bintang

Masa depan Rafael Leao di AC Milan kembali menjadi sorotan. Rossoneri kini disebut siap melepas sang winger dengan harga sekitar 40 juta euro.
Bisa Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia, Bek 190 Cm Berdarah Surabaya Ini Resmi Gabung Klub Kasta Teratas Eropa

Bisa Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia, Bek 190 Cm Berdarah Surabaya Ini Resmi Gabung Klub Kasta Teratas Eropa

Kabar terbaru dari pemain keturunan Indonesia di Belgia, Luc Marijnissen. Bek tengah itu resmi tinggalkan FCV Dender dan melanjutkan karier bersama KV Mechelen.
Ternyata Ini Penyebab Gempa di Provinsi NTT, Bencana yang Memakan Puluhan Korban

Ternyata Ini Penyebab Gempa di Provinsi NTT, Bencana yang Memakan Puluhan Korban

Gempa sebelumnya terjadi di NTT, hari ini (16/8) terjadi di Sumatera Utara. Ternyata getarannya sampai di pulau lain, seperti Sulawesi hingga Malaysia.
Rapor Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: John Herdman Terima Kabar Buruk Bertubi-tubi

Rapor Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: John Herdman Terima Kabar Buruk Bertubi-tubi

Para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri banyak yang tampil pada Sabtu (15/8/2026) kemarin. Namun, pelatih John Herdman menerima sejumlah kabar buruk.
Keren! Dedi Mulyadi Gagas 5 Desa di Bekasi Mengembangkan Budaya Sunda

Keren! Dedi Mulyadi Gagas 5 Desa di Bekasi Mengembangkan Budaya Sunda

Gubernur Dedi Mulyadi memiliki tekad dalam menjaga budaya sunda di wilayahnya. Terlebih pada kawasan industri, simak selengkapnya di bawah ini.
Lagi-lagi 2 Pemain Timnas Indonesia Pukau Eropa! Justin Hubner dan Ole Romeny Starter, Bawa Fortuna Sittard Terus Unbeaten

Lagi-lagi 2 Pemain Timnas Indonesia Pukau Eropa! Justin Hubner dan Ole Romeny Starter, Bawa Fortuna Sittard Terus Unbeaten

Dua pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner dan Ole Romeny, kembali mendapat kepercayaan tampil sejak menit awal. Keduanya menjadi starter buat Fortuna Sittard.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT