News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Hadapan Penyidik, Ibu Tiri Ungkap Cara Anwar Satibi Halangi Nizam Bertemu Ibu Kandung

​​​​​​​Ibu tiri Nizam Syafei ungkap di hadapan penyidik dugaan cara Anwar Satibi halangi Nizam bertemu ibu kandung dalam pemeriksaan di Polres Sukabumi.
Rabu, 4 Maret 2026 - 22:56 WIB
Ibur Tiri, Nizam Syafei, dan Anwar Satibi
Sumber :
  • tvOneNews

tvOnenews.com - Di hadapan penyidik, ibu tiri mengungkap cara Anwar Satibi disebut menghalangi Nizam Syafei bertemu ibu kandungnya dalam pemeriksaan di Polres Sukabumi.

TR selaku ibu tiri almarhum Nizam Syafei diperiksa sebagai saksi atas laporan ibu kandung terhadap ayah kandung Nizam. Pemeriksaan tersebut berlangsung selama beberapa jam dan turut didampingi kuasa hukumnya, Acong Latif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acong menjelaskan bahwa kliennya diperiksa terkait laporan ibu kandung yang sebelumnya melaporkan ayah Nizam atas dugaan penelantaran dan kekerasan.

acong latif
Acong Latif, Kuasa Hukum Ibu Tiri Nizam Syafei. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)

“Jadi hari ini TR selaku ibu tiri dari almarhum Nizam diperiksa di Polres Sukabumi terkait laporan dari ibu kandungnya. Kemarin ibu kandungnya melaporkan bapak kandungnya Nizam, dan hari ini klien kami diperiksa sebagai saksi terhadap laporan ibu kandung kepada bapak kandungnya, si Anwar,” ujar Acong Latif dalam YouTube Intens Investigasi (4/3/2026).

Menurutnya, proses pemeriksaan berjalan cukup lama, dimulai dari siang hingga sore hari. Ia menegaskan bahwa kliennya bersikap kooperatif dan siap memberikan keterangan sesuai yang diketahui.

“Proses beberapa jam dari siang sampai sore tadi. Jadi betul klien kami kooperatif dan seperti biasa menunjukkan bahwa dia taat hukum, artinya siap diperiksa kapan pun,” katanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, TR menyampaikan sejumlah keterangan yang menurut kuasa hukumnya disampaikan secara jujur dan terbuka.

“Nah, tadi diperiksanya itu salah satunya yang dia sampaikan adalah sejak dia jadi istrinya Anwar atau bapaknya Nizam ini. Sejak dari situ dia memberikan keterangannya walaupun hanya singkat-singkat dan sesuai dengan pertanyaannya saja tentunya,” jelas Acong.

Ia menambahkan bahwa tidak ada informasi yang ditutup-tutupi oleh kliennya.

“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Keterangan TR selaku ibu tirinya ini, apa yang disampaikan dia sampaikan yang sebenar-benarnya, dia sampaikan yang sejujur-jujurnya, terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Itu keterangan tadi,” tegasnya.

Salah satu poin penting yang diungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) adalah dugaan adanya narasi yang dibangun oleh ayah Nizam kepada anaknya terkait keberadaan ibu kandung.

“Ini kan terkait ibu kandungnya ya. Ibu kandungnya Nizam melaporkan bapaknya penelantaran dan adanya kekerasan dan lain-lain. Nah, yang disampaikan oleh ibu tirinya dalam hal ini adalah TR bahwa bapaknya Nizam ini membangun kepada Nizam kalau ibu kandungnya ini tidak ada dan sudah meninggal. Itu yang dibangun. Ini yang disampaikan oleh klien kami saat di BAP,” ungkap Acong.

Lebih lanjut, Acong menyebut bahwa berdasarkan keterangan kliennya, terdapat dugaan penghalangan terhadap upaya Nizam untuk bertemu ibu kandungnya.

“Artinya bapaknya Nizam ini benar menghalangi Nizam kepada ibu kandungnya. Dan setiap Nizam ini mau ketemu ibu kandungnya, pengen ketemu dan lain-lain, bapaknya ini marah. Bapaknya ini tidak mau dan Nizam ini dimarahi bahkan cenderung mendapatkan kekerasan yang tidak baik oleh bapaknya, oleh bapak kandungnya,” jelasnya.

Keterangan tersebut, kata Acong, disampaikan langsung oleh TR di hadapan penyidik. Meski yang dilaporkan adalah suaminya sendiri, ibu tiri disebut tetap memilih memberikan pernyataan sesuai fakta yang ia ketahui.

Kasus yang menyeret nama Nizam Syafei ini pun kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Pemeriksaan saksi-saksi, termasuk ibu tiri, menjadi bagian dari upaya mengungkap duduk perkara laporan yang diajukan ibu kandung terhadap ayah Nizam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan yang telah disampaikan guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT