Terungkap, Begini Fakta Kehidupan Nizam Syafei di Ponpes dan Kehadiran Ibu Tirinya
- Fakta tvOne
Christanti Yosefa kembali bertanya, “Bisa diceritakan awalnya Nizam mendaftar ke sini itu seperti apa?”
Abdurohman menjelaskan bahwa awalnya ia menerima telepon dari seseorang bernama Haji Isep yang meminta agar Nizam bisa dititipkan untuk belajar di pesantren tersebut.
“Waktu itu ada yang nelepon kepada saya itu Bapak Haji Isep. Bapak Haji Isep kata beliau, ‘Pak Ustaz, saya titip anak saya.’ Kata beliau ‘siapa, Pak? Nizam katanya gitu atau Raja. Kalau di sini Raja waktu itu. Anak yang mana, Pak?’ kata saya gitu karena dia anaknya banyak. Kata dia, ‘Sebetulnya bukan anak saya, ini anak Awang katanya atau Bapak Anwar Satibi kan di sini inisialnya Awang gitu ya,’” ungkap Abdurohman.
Ia juga menambahkan bahwa setelah beberapa waktu, ayah Nizam, yakni Anwar Satibi, datang langsung ke pesantren untuk memastikan keberadaan anaknya di sana.
“Tapi anggap saja anak saya kata dia. Udah itu selang berapa bulan Pak Anwar datang bahwa anaknya itu almarhum,” lanjutnya.
Abdurohman kemudian menegaskan bahwa yang mengantarkan Nizam pertama kali ke pesantren adalah ayah kandungnya.
“Yang mengantarkan itu ayahnya Pak Anwar Satibi,” ujarnya.
Selain itu, Abdurohman juga mengungkapkan siapa saja yang selama ini diketahui pernah datang menjenguk Nizam selama ia menempuh pendidikan di pesantren tersebut.
“Selama dia di sini yang saya tahu yang ngejenguk cuman tiga orang. Yang pertama itu ayahnya atau Anwar Satibi. Yang kedua Pak Haji Isep. Yang ketiga itu pernah nitipkan kepada saya saudaranya Mbah Sair namanya gitu. Tapi yang lebih sering itu Pak Anwar dan Pak Haji Isep,” jelasnya.
Dalam keterangannya, Abdurohman juga menyebut bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan ibu tiri Nizam selama korban menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.
“Ibu tirinya saya enggak pernah, enggak kenal gitu. Ibu tirinya juga belum pernah menitipkan apalagi ngejenguk di sini, belum pernah,” ungkap Abdurohman.
Keterangan dari pihak pesantren ini pun menjadi salah satu gambaran mengenai kehidupan Nizam Syafei selama berada di lingkungan ponpes. Pernyataan tersebut juga menambah informasi baru terkait siapa saja yang diketahui pernah datang menjenguk Nizam selama menjalani pendidikan di pesantren.
Load more