Bikin Bingung, Aditya Triantoro Bantah Annisa Hadiyanti sebagai Founder Nussa Rara: Tidak Sama Sekali!
- Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & C8 Podcast
Jakarta, tvOnenews.com - Founder serial animasi Nussa Rara, Aditya Triantoro menyoroti beberapa pernyataan mantan istrinya, Annisa Hadiyanti dalam C8 Podcast.
Aditya Triantoro mengetahui poin utama kemunculan mantan istri ke ruang publik untuk membongkar dugaan perselingkuhan. Ia diduga telah selingkuh dengan lima wanita lain.
Menariknya dalam podcast tersebut, Annisa Hadiyanti mengaku salah satu founder Nussa Rara. Sebagai istrinya kala itu, tentu ia ikut merintis serial animasi islami tersebut.
Saat muncul di podcast YouTube Denny Sumargo, Selasa (10/3/2026), Aditya Triantoro menegaskan, Annisa Hadiyanti tidak masuk dalam salah satu founder Nussa Rara.
"Tadi punya poin yang menarik tentang hak dan kewajiban ya. Kita lihat tadi diskusinya secara hak cipta tidak tertera," kata Aditya Triantoro dikutip tvOnenews.com, Rabu (11/3/2026).
Founder Animasi Nussa Rara Tiga Orang

- Tangkapan layar YouTube Nussa Official
Ia menjelaskan, founder yang sudah terdata sebanyak tiga orang. Sosok owner atau pendiri animasi berbasis islami tersebut adalah dirinya, Ricky Manopo, dan Boni Wirasmono.
Saat proses pembentukan Nussa Rara, kondisinya telah memiliki tim. Di dalamnya, terdapat sekitar ratusan orang yang sudah memiliki bagian dan tugasnya masing-masing.
Lanjut dia, tentu awal mula Nussa Rara terbentuk sudah memiliki struktur organisasi yang rapi. Ia tidak membantah ada keterlibatan dari Annisa Hadiyanti.
Namun, statusnya bukan sebagai founder. Ia mendukung pernyataan bahwa Annisa ditempatkan di posisi komisaris.
"Apakah terjun langsung ke dalam produksi dan kreasi Nussa? Saya katakan tidak terlibat sama sekali," tegas Aditya.
Akui Mantan Istri Salah satu Pemegang Saham Nussa Rara
Aditya kemudian membicarakan awal mula persyaratan untuk membentuk Nussa Rara. Untuk mendapatkan legalitas resmi, tentu harus membuat status Perseroan Terbatas (PT).
Ia mengakui Annisa dimasukkan olehnya sebagai pendirian PT. Hal ini membuat mantan istrinya menjadi salah satu pemegang saham di Nussa Rara.
"Dulunya di pendirian, dia sebagai pemegang saham, ada. Namun seiring dengan waktu karena projek masuk, saya menghadirkan orang-orang kompetensi menggantikan dia," jelasnya.
Ia menegaskan, posisi mantan istrinya digeser oleh beberapa orang yang dinilai memiliki kompetensi mengembangkan PT dan animasi tersebut.
Keputusan itu, kata dia, sudah melewati kesepakatan bersama. Hal ini menjadikan Annisa mengisi di posisi komisaris.
"Karena yang lain membawa value ke dalam perusahaan. (kalau komisaris) tidak ada (saham) sama sekali," lanjutnya.
Ia mengatakan, gaji mantan istrinya tidak didapat dari perusahaan, melainkan berasal dari pemberiannya. Status Annisa sebagai komisaris untuk kebutuhan legalitas pembentukan perusahaan.
Sebelumnya, Annisa menghebohkan publik. Ia menceritakan hubungan rumah tangganya dengan Aditya kandas setelah cerai pada 2022.
Motif perceraian Annisa diduga akibat perselingkuhan Aditya. Mantan suaminya kepergok berpaling ke wanita lain sejak 2018.
"Kalau yang benar-benar ke-blow up banget, maksudnya saya benar-benar tahu itu 2018," ungkap Annisa Hadiyanti.
Awal mula keretakan itu setelah Aditya tiba-tiba meminta cerai. Keputusan itu membuat Annisa kaget.
Annisa mulai curiga ada wanita lain yang membuat sikap Aditya berubah total. Menurutnya, perselingkuhan itu telah terjadi sejak 2016.
"Terus Allah tunjukin tuh, sama Allah dibuka semuanya. Ternyata ada lagi track-tracknya gitu, ternyata udah dari 2016, 2016 ada (dugaan perselingkuhan)," bebernya.
Perselingkuhan itu semakin menguat setelah Annisa mengetahui Aditya menginap di sebuah hotel. Lokasinya tidak jauh dari kediamannya saat itu.
Karena semakin sakit hati, Annisa pilih berpisah dari Aditya Triantoro. Walau pada saat itu, serial animasi Nussa tayang perdana, namun ia tetap mantap bercerai dari mantan suami.
Annisa kecewa dirinya langsung dipecat dari perusahaan. Hal itu terjadi setelah rumah tangganya hancur lebur.
"Didepak sepihak tanpa alasan yang jelas," katanya.
Ia tak menyangka dikeluarkan dari perusahaan menaungi film animasi berbasis islami tersebut. Padahal salah satu yang ikut mendirikan Nussa Rara adalah dirinya.
Selain itu, Annisa merasa kecewa Aditya menjual Intellectual Property (IP) Nussa Rara. Keputusan tersebut ironisnya tanpa sepengetahuannya.
Ia menduga hasil penjualan IP Nussa Rara tidak sedikit. Menurut prediksinya sekisar 4 juta USD dari production house lainnya.
"Yang saya dengar sih 4 juta USD," tambahnya.
Ia tidak menyangka dirinya sama sekali tidak memperoleh jatah hasil penjualan IP Nussa Rara. Ia pun kecewa terhadap keputusan mantan suaminya.
"Sama sekali (tidak dapat) dari itu," tukasnya.
(hap)
Load more