Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Telepon Langsung Pekerja Asal Sumedang di Papua Usai Video Aduan Viral
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat/YouTube Dedi Mulyadi
Para pekerja pun mengiyakan penjelasan tersebut. Namun mereka mengaku menghadapi masalah lain yang membuat kondisi mereka semakin sulit, yakni kesehatan.
Perwakilan pekerja mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka terserang malaria sehingga kondisi fisik menjadi lemah. Hal ini membuat mereka tidak lagi fokus untuk bekerja.
Selain itu, mereka juga mengaku telah mencoba menghubungi Den Bray yang sebelumnya menjanjikan pekerjaan tersebut. Namun janji untuk memberikan tiket kepulangan hingga kini belum juga terwujud.
Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi juga menanyakan harapan para pekerja yang mengadu kepadanya. Para pekerja dengan jujur menyampaikan keinginan mereka untuk pulang ke kampung halaman.
“Terus terang aja Pak, kami sama anak-anak ini kami mau pulang aja Pak,” kata salah satu pekerja asal Sumedang.
Para pekerja menjelaskan bahwa selain karena kondisi kesehatan, mereka juga merasa tidak aman berada di daerah tersebut karena dikenal sebagai wilayah rawan konflik.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa keputusan bekerja di daerah tertentu harus dipertimbangkan dengan matang sejak awal.
Meski begitu, Dedi Mulyadi tetap berusaha mencari solusi agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara warga Jawa Barat lainnya yang bekerja di wilayah yang sama.
“Saya kan tidak boleh bertindak yang membuat kecemburuan. Warga Jabar yang di situ yang bekerja ada berapa orang?” ujar Dedi Mulyadi.
Ia kemudian meminta agar dilakukan pendataan terlebih dahulu terhadap warga Jawa Barat lainnya yang berada di lokasi tersebut.
“Jadi saya minta coba cek dulu warga Jabar yang ada di sana berapa orang, biar kalau mau ada pemulangan sekalian dengan semua warga Jabar yang di sana yang mau pulang,” kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya untuk satu kelompok saja, tetapi harus mempertimbangkan kepentingan warga Jawa Barat lainnya.
“Jangan hanya bapak saja, nanti begitu bapak pulang yang lain iri pengen pulang gitu loh Pak. Jadi bukan kepentingan bapak saja yang saya layani, jadi saya juga harus melayani kepentingan warga Jabar yang lain di sana yang nanti pengen pulang juga gitu loh,” jelasnya.
Load more