News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur Dedi Mulyadi Beri Pesan Adem, Minta Kades Hoho Tetap Teguh Meski Ditekan Massa Soal Perangkat Desa

Dedi Mulyadi beri pesan menenangkan kepada Kades Hoho usai kerusuhan seleksi perangkat desa. Ia diminta tetap teguh dan tempuh jalur hukum bila perlu.
Senin, 16 Maret 2026 - 21:27 WIB
Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

tvOnenews.com - Kasus kericuhan yang menimpa Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal sebagai Hoho Alkaf, masih menjadi perhatian publik.

Setelah sebelumnya menjadi korban pengeroyokan massa terkait seleksi perangkat desa, Hoho kini mendapat pesan menenangkan dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut disampaikan dalam perbincangan yang diunggah di kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi.

Dalam dialog tersebut, Kang Dedi mencoba menggali kondisi psikologis Hoho setelah insiden yang sempat viral di media sosial.

“Tapi sekarang tidak dalam keadaan merasa tertekan?” tanya Dedi Mulyadi kepada Hoho.

Hoho pun menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa tertekan oleh tekanan dari luar desa atau dari kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Menurutnya, tekanan justru datang dari pihak lain yang menunggu kepastian pelantikan perangkat desa.

“Ya, saya tertekan oleh pihak-pihak lain. LSM orang luar itu sih enggak sama sekali. Saya justru tertanya itu oleh yang tiga,” ujar Hoho.

Kades Hoho Alkaf dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Kades Hoho Alkaf dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi

Kang Dedi kemudian menanyakan apakah yang dimaksud Hoho adalah peserta seleksi perangkat desa yang sudah dinyatakan lulus tetapi belum dilantik.

“Yang lulus yang belum dilantik-lantik?” tanya Dedi.

“Iya,” jawab Hoho.

Ia menjelaskan bahwa para peserta yang lolos seleksi tentu menunggu kepastian pelantikan karena proses seleksi sudah berlangsung cukup lama.

Dedi Mulyadi pun berharap dengan terbukanya persoalan ini ke publik, proses pelantikan dapat segera dilakukan.

“Mudah-mudahan dengan sekarang disampaikan dicurahkan walaupun lintas beda daerah, mudah-mudahan saja jadi cepat dilantik. Kasihan juga kan,” ujar Dedi.

Saat ditanya berapa lama waktu yang sudah berlalu sejak seleksi dilakukan, Hoho menyebut proses tersebut sudah berjalan hampir satu bulan.

“Dari tanggal 18 Februari berarti sudah hampir sebulan, 26 hari,” kata Hoho.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga memberikan pesan penting kepada Hoho agar tidak terpancing oleh tekanan massa.

Ia menegaskan bahwa seorang kepala desa seharusnya tetap berpegang pada aturan hukum dan prosedur birokrasi dalam mengambil keputusan.

Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

“Tapi paling utama adalah karena ini pengarahan massa, jangan juga dipahami sebagai counter dengan pengarahan massa lagi,” kata Dedi.

Menurutnya, kepala desa memiliki kekuatan dalam sistem birokrasi sehingga tidak perlu menghadapi tekanan dengan cara mobilisasi massa.

“Bapak tempuh saja jalur prosedur hukum karena Bapak adalah kepala desa. Kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi,” jelasnya.

Dedi juga menegaskan bahwa setiap pejabat publik tidak boleh tertekan oleh tekanan apapun jika keputusan yang diambil memang diyakini benar.

Ia mengatakan keputusan hanya boleh diubah jika terdapat bukti yang jelas bahwa prosedur yang dilakukan memang keliru.

“Setiap orang tidak boleh tertekan oleh apapun untuk merubah sebuah keputusan kalau keputusan itu diyakini sebuah kebenaran,” ujar Dedi.

Namun jika dalam proses seleksi terdapat indikasi ketidakadilan atau kecurangan, maka evaluasi tetap bisa dilakukan dengan dasar bukti yang kuat.

“Kalau seleksi diyakini sudah sesuai prosedur, fair, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Hoho Alkaf menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan upaya untuk meloloskan peserta tertentu dalam seleksi perangkat desa.

Kang Dedi pun sempat menanyakan secara langsung apakah ada upaya dari dirinya untuk mengatur hasil seleksi.

“Artinya tidak ada upaya-upaya Bapak untuk meloloskan mereka agar dia menjadi yang terbaik?” tanya Dedi.

Hoho langsung membantah tudingan tersebut.

“Enggak. Tidak ada,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya jika hasil seleksi dibatalkan tanpa dasar yang jelas.

Menurutnya, hal itu justru berpotensi memicu konflik baru dari pihak peserta yang sudah dinyatakan lulus seleksi. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Istri Pengacara di Indramayu Diculik Lalu Dibunuh, Jasad Korban Gosong Terbakar dalam Mobil

Istri Pengacara di Indramayu Diculik Lalu Dibunuh, Jasad Korban Gosong Terbakar dalam Mobil

Dalam perampokan tersebut, pemilik rumah bernama Hj. Komariah (45) dilaporkan dianiaya hingga diculik oleh pelaku. Bahkan sejumblah barang milik korban hilang.
Habiburokhman Tegaskan Gerindra Tak Intervensi Kasus Narkoba 3 Anggota DPRD di Jatim

Habiburokhman Tegaskan Gerindra Tak Intervensi Kasus Narkoba 3 Anggota DPRD di Jatim

Habiburokhman menegaskan bahwa Gerindra juga telah memecat tiga orang anggotanya itu sebagai legislator karena penyalahgunaan narkoba di hotel Surabaya....
Bakal Diluncurkan Prabowo, Menteri LH: Tobat Ekologis harus Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Bakal Diluncurkan Prabowo, Menteri LH: Tobat Ekologis harus Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Istilah tobat ekologis mengandung semangat keagamaan yang diwujudkan melalui kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan bumi.
Situasi Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Memanas Pasca F1 GP Meksiko! Juara Dunia 7 Kali Itu Minta Ferrari Lakukan Ini

Situasi Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Memanas Pasca F1 GP Meksiko! Juara Dunia 7 Kali Itu Minta Ferrari Lakukan Ini

Situasi internal Ferrari kembali jadi sorotan setelah Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terlibat insiden saat memperebutkan posisi terdepan F1 GP Meksiko 2026.
Mengenal Mercy Monica Yolanda, Hakim Muda dari Pengadilan Negeri Koto Baru yang Meninggal Dunia

Mengenal Mercy Monica Yolanda, Hakim Muda dari Pengadilan Negeri Koto Baru yang Meninggal Dunia

Berikut profil hingga rekam jejak Mercy Monica Yolanda, hakim muda berstatus Hakim Pratama (III/b) Pengadilan Negeri Koto Baru, Sumatera Barat, yang tutup usia.
Dilaporkan ke Polisi oleh Herri Pras, Pegulat MMA Yudi Cahyadi Pilih Berlatih Boxing

Dilaporkan ke Polisi oleh Herri Pras, Pegulat MMA Yudi Cahyadi Pilih Berlatih Boxing

Di tengah kekisruhannya dengan Herri Pras bahkan sampai dilaporkan ke polisi, fighter MMA Yudi Cahyadi memilih untuk memposting videonya saat latihan boxing.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar - Fina
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT