Kades Hoho Mengadu ke Gubernur Dedi Mulyadi, Dari Awal Sudah Dicurigai Main Curang Seleksi Perangkat Desa
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal sebagai Hoho Alkaf, menceritakan kisruh seleksi perangkat desa yang sempat berujung kericuhan.
Dalam perbincangan dengan Gubernur Dedi Mulyadi, Hoho mengaku sejak awal sudah dicurigai melakukan kecurangan dalam proses seleksi tersebut.
Curahan hati itu disampaikan Hoho saat berbincang di kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi.
Dalam dialog tersebut, Dedi terlebih dahulu menanyakan kondisi Hoho setelah peristiwa keributan yang sempat viral.
“Tapi sekarang tidak dalam keadaan merasa tertekan?” tanya Dedi.
Hoho menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa tertekan oleh tekanan dari luar desa maupun kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Justru ia merasa terbebani oleh peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus tetapi belum juga dilantik.
“Ya, saya tertekan oleh pihak-pihak lain. LSM orang luar itu sih enggak sama sekali. Saya justru tertanya itu oleh yang tiga,” ujar Hoho.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Kang Dedi kemudian menanyakan apakah yang dimaksud Hoho adalah peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus.
“Iya,” jawab Hoho.
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi perangkat desa sebenarnya sudah selesai sejak pertengahan Februari.
Namun hingga kini pelantikan belum juga dilakukan karena masih menunggu rekomendasi dari pemerintah kabupaten.
Ketika ditanya berapa lama proses tersebut berjalan, Hoho menyebut hampir satu bulan.
Penundaan tersebut membuat situasi menjadi semakin rumit karena para peserta yang lolos menunggu kepastian, sementara di sisi lain muncul tekanan dari kelompok yang meminta seleksi diulang.
Dalam kesempatan itu, Kang Dedi juga menanyakan secara langsung apakah ada upaya dari Hoho untuk meloloskan peserta tertentu dalam seleksi perangkat desa.
“Artinya tidak ada upaya-upaya Bapak untuk meloloskan mereka agar dia menjadi yang terbaik?” tanya Dedi.
Hoho langsung membantah tudingan tersebut.
“Enggak. Tidak ada,” tegasnya.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Ia bahkan mengungkapkan bahwa sejak awal proses seleksi sudah muncul kecurigaan dari berbagai pihak.
Menurut Hoho, ada peserta yang dianggap memiliki kedekatan dengannya sehingga muncul dugaan bahwa ia akan diistimewakan dalam seleksi.
“Malah dari awal itu yang dicurigai itu ada salah satu yang dekat banget dengan saya,” ujar Hoho.
Selain itu, ada juga peserta lain yang merupakan anak pejabat sehingga memicu berbagai spekulasi di masyarakat.
Hoho juga mengungkap bahwa polemik sempat muncul sehari sebelum pelaksanaan ujian seleksi perangkat desa.
Masalah tersebut berkaitan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) milik salah satu peserta.
Menurutnya, peserta tersebut pernah menjalani hukuman pidana, namun tetap bisa mendapatkan SKCK karena masa hukuman yang dijalani kurang dari lima tahun.
“Dia pernah menjalani hukuman, cuma dia dapat SKCK karena diputus pengadilan tidak sampai lima tahun, di bawah satu tahun,” jelas Hoho.
Isu tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat dan menambah panas situasi menjelang seleksi.
Menanggapi kisruh tersebut, Dedi Mulyadi menilai keributan yang terjadi tidak lepas dari popularitas Hoho sebagai kepala desa yang cukup dikenal publik.
“Masalahnya itu kalau Kades Hohonya tidak terkenal ya enggak akan ribut,” kata Kang Dedi.
Ia menilai aksi demonstrasi terhadap Hoho menjadi viral karena sosoknya sudah dikenal luas di media sosial.
Namun Dedi juga memuji mental Hoho yang dinilainya tetap kuat menghadapi tekanan.
“Tapi Bapak untung mentalnya kuat. Santai saja saya lihat, digebuk saja enggak apa-apa, yang pecah cuma kacamatanya,” ujarnya.
Di akhir perbincangan, Dedi Mulyadi memberikan pesan agar Hoho tetap fokus menjalankan tugas sebagai kepala desa dan tidak larut dalam konflik yang terjadi.
“Pokoknya Pak Kades sudah ketemu saya harus semangat, semoga segera selesai masalahnya sehingga Bapak fokus bekerja,” kata Kang Dedi.
Ia bahkan menambahkan pesan dengan nada santai agar Hoho fokus meningkatkan pembangunan desa, mulai dari produksi pertanian hingga perikanan, daripada memikirkan polemik yang berkepanjangan. (adk)
Load more