Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Vina Cirebon Mengira Akan Dinikahi Secara Islam di China: Yang Nikahin Siapa?
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi
“Gini, kalau kita pergi kehendak kita, ya kehendak kita. Toh sekarang sudah balik. Tapi juga saya tidak mau membela dia, tidak mau membela dia. Maksud saya, saya ingin menghargai kalau orang baik, ya Bu. Kalau orang baik,” ujar Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarnegara, sekaligus tetap bersikap adil dalam melihat persoalan.
“Misalnya walaupun orang China, ya kalau baik harus kita hormati. Kan kita juga ngejaga hubungan. Jangan sampai ada persepsi orang Indonesia itu kayak gini. Bahwa saya ini sebagai pemimpin akan objektif. Karena objektif, saya nanya, kamu kan waktu itu kenapa pergi ke China? Kan belum nikah,” lanjutnya.
Puncaknya, Dedi Mulyadi secara tegas mempertanyakan asumsi Vina yang mengira bisa menikah secara Islam di China.
“Kan kamu waktu itu belum menikah secara. Kamu kan ingin dinikahkan secara sah berdasarkan kaidah Islam gitu loh. Kenapa kamu mau berangkat ke Cina?” tanya dia.
Vina mengaku hanya mengikuti informasi yang ia terima.
“Ya dikira di sana, Pak. Dinikahkan secara Islamnya, orang bilangnya kayak gitu,” ucapnya.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi pun tak bisa menyembunyikan keheranannya.
“Gimana bisa dinikahkan secara Islam di China? Yang nikahinnya siapa? Saya nanya, dinikahin secara Islam di China yang mau nikahinnya siapa?” ujar Dedi Mulyadi.
Vina pun mengaku tidak mengetahui hal tersebut.
“Ya enggak tahu,” jawabnya singkat.
Tak hanya itu, rekan kerja Dedi Mulyadi juga ikut mempertanyakan keputusan Vina yang berangkat ke China tanpa kejelasan status pernikahan.
“Iya, waktu itu sudah tahu kan mau ke sana teh mau nikah gitu. Kenapa enggak nikah di sini dulu?” ujar salah satu rekan.
Percakapan pun berlanjut dengan penekanan bahwa setiap orang harus memahami konsekuensi hukum dari keputusan yang diambil.
“Terus gimana punya persepsi di China dinikahkan secara Islam gimana ya? Kalau kasus hukum, setiap orang dianggap mengetahui perbuatan hukum yang akan dilakukan. Ini ngejaga loh saya tuh yang pertama,” kata Dedi Mulyadi.
Load more