Tahan Tangis, KDM Minta Maaf ke Warga Jawa Barat: Refleksi Setahun Kepemimpinan di Momen Idul Fitri
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Pemimpin yang “Tak Bisa Tidur”
Salah satu pesan yang paling kuat dalam pidato tersebut adalah gambaran tentang sosok pemimpin ideal.Â
KDM menyebut bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang tidak bisa tenang ketika rakyatnya masih mengalami kesulitan.
Baginya, “tidak tidur” bukan sekadar makna harfiah, tetapi simbol dari kepedulian dan tanggung jawab yang terus hidup setiap saat.
Pemimpin, menurutnya, harus hadir dalam setiap persoalan rakyat—baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan sosial.Â
Layanan publik pun harus semakin terbuka dan mudah diakses tanpa pengecualian.
Idul Fitri sebagai Momentum Perubahan
Lebih jauh, KDM memaknai Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk melakukan pembersihan diri dan perbaikan sistem.Â
Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menekan pemborosan anggaran dan mengutamakan kebutuhan masyarakat.
Ia bahkan menekankan pentingnya efisiensi anggaran, agar alokasi belanja benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Komitmen untuk Berbenah
Di akhir penyampaiannya, KDM menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan ke depan.Â
Ia berjanji akan menggerakkan birokrasi dan sistem keuangan agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ucapan terima kasih pun ia sampaikan kepada warga Jawa Barat yang tetap setia mendukung pemerintah, termasuk melalui kepatuhan membayar pajak, meski dalam kondisi ekonomi yang tidak mudah. (gwn)
Load more