Mengejutkan! Gugatan Rp7 Miliar Bukan dari Ressa, Kuasa Hukum Denada Sebut Ada Oknum
- Instagram/@denadaindonesia
tvOnenews.com - Mengejutkan! Gugatan Rp7 miliar yang selama ini dikaitkan dengan Ressa ternyata bukan berasal darinya, sementara Denada justru mulai menata ulang penyelesaian konflik secara damai.
Hubungan Denada dan Ressa Rizky Rossano perlahan menunjukkan perkembangan positif setelah sebelumnya diwarnai konflik panjang soal pengakuan status anak. Setelah melalui berbagai proses, Denada akhirnya mengakui Ressa sebagai anak kandungnya secara terbuka, yang ia sampaikan lewat media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Tak hanya itu, pada Maret 2026, keduanya juga dikabarkan telah bertatap muka secara langsung untuk pertama kalinya sejak polemik ini mencuat. Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hubungan mereka mulai mencair dan membuka peluang untuk kembali membangun kedekatan sebagai keluarga.
- Instagram/@denadaindonesia
Dalam tayangan YouTube Intens Investigasi pada 26 Maret 2026, kuasa hukum Denada, Moch Iqbal, mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan yang sebelumnya mencuat kini mulai diselesaikan, termasuk masalah mobil Avanza yang sempat digadaikan oleh Ressa senilai sekitar Rp42 juta. Denada disebut siap menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Selain itu, polemik mengenai rumah yang sempat dibantah sebelumnya juga telah menemukan kejelasan. Dalam proses mediasi, diakui bahwa rumah yang ditempati oleh Pak Dino memang diperuntukkan bagi Ressa. Bahkan, riwayat tanah tersebut dijelaskan berasal dari pembelian menggunakan dana Denada yang memang ditujukan untuk Ressa.
Seluruh hasil mediasi itu telah dituangkan dalam dokumen hukum berupa duplik dan tanggapan terhadap replik sebagai bagian dari proses yang masih berjalan. Pihak Denada juga menyampaikan bahwa mediasi berlangsung dengan lancar dan membawa hasil positif.
Namun, yang paling mengejutkan adalah munculnya fakta baru terkait gugatan Rp7 miliar yang sempat menjadi sorotan publik.
“Bukan Ressa ini ya, yang Rp7 M ini ya. Ada oknum lah ya. Kalau Ressa gak minta Rp7 M. Ressa tahu juga arah gugatannya ke mana kok,” ungkap Moch Iqbal.
Pernyataan tersebut seolah membalik persepsi publik yang selama ini mengira gugatan tersebut datang dari Ressa. Kuasa hukum Denada justru mengindikasikan adanya pihak lain atau oknum yang terlibat di balik gugatan tersebut.
Sementara itu, terkait pertemuan antara Denada dan Ressa, awak media sempat menanyakan apakah pertemuan tersebut difasilitasi oleh pihak tertentu.
“Oke, Bang. Mungkin kemarin yang pas pertemuan itu memang atas inisiatif Mbah Denada atau ada yang memfasilitasi, Bang? Mungkin dari pihak manajemennya atau seperti apa?” tanya awak media.
Menanggapi hal tersebut, Moch Iqbal menjelaskan bahwa pertemuan tersebut murni atas kesepakatan kedua belah pihak.
“Yang pertama itu Ressa sama Mbak Denada memang janjian ketemu untuk pertemuan yang pertama sehingga pihak manajemen diajak oleh Mbak Denada, Ressa ngajak, eh namanya lupa saya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, kedua pihak telah membahas banyak hal termasuk rencana mempertemukan pihak keluarga lainnya.
“Kedua, nah pada saat ketemu ini mereka ini yang bahas-bahas. Ayo ketemu Pak Dino sama Bu Ratih juga sekalian, yang kemarin Lebaran ini ketemu. Ya maaf-maafan sudah selesai, cuma teknisnya di pengadilan belum karena kan pada saat ketemu tidak tertulis. Kalau di pengadilan harus tertulis dan kita kuasa hukum tidak tahu-menahu soal itu ya. Saya bersyukur malah senang,” tambahnya.
Dengan berbagai perkembangan ini, hubungan Denada dan Ressa tampak mulai mengarah pada penyelesaian damai. Meski proses hukum masih berjalan, komunikasi yang sudah terjalin membuka peluang besar bagi keduanya untuk mengakhiri konflik tanpa polemik berkepanjangan.
(anf)
Load more