Terungkap! Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Punya 'Gentlemen Agreement' untuk Tetap Berkarier di Luar Negeri
- Dewa United
tvOnenews.com - Di tengah kabar sejumlah pemain keturunan yang berkarier di Super League Indonesia, ternyata ada perjanjian awal sebelum mereka resmi bergabung dengan skuad Timnas Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Hamdan Hamedan, sosok yang berperan penting dalam mendatangkan pemain naturalisasi ke Timnas Indonesia.
Beberapa pemain keturunan yang sebelumnya berkarier di Eropa kini memilih bergabung dengan klub Liga 1 atau Super League, seperti Rafael Struick (Dewa United), Jordi Amat (Persija Jakarta), Shayne Pattynama (Persija), Mauro Zijlstra (Persija), dan Jens Raven (Bali United).
- AFC
Di Persib Bandung, ada Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx.
Keputusan ini memicu perbincangan di kalangan fans Garuda, karena beberapa pemain sebenarnya berpotensi tetap bersaing di Liga Eropa.
Hamdan Hamedan pernah menjelaskan bahwa ada mekanisme pendekatan khusus dan data yang dikumpulkan untuk pemain diaspora yang berada di Eropa.
Ia bahkan melakukan penawaran langsung kepada mereka ketika awal proses naturalisasi di era kepelatihan Shin Tae-yong.
Saat itu, ia mencontohkan pengalaman dengan Shayne Pattynama, yang tetap memilih berkarier di luar negeri meski mendapat tawaran dari klub Indonesia.
"Sekitar dua-tiga bulan lalu saya ditelpon oleh pemain, Shayne Pattynama saya sebut namanya, 'Pak saya terus terang di-approach oleh sebuah klub, tapi saya ingat janji saya, komitmen saya, atau gentlemen agreement saya dengan Anda, saya akan terus berkarier di luar (abroad)'," ucap Hamdan menirukan percakapan tersebut.
Hamdan menambahkan, Pattynama mengakui tawaran dari klub Liga 1, namun ia tetap menghormati janjinya untuk fokus di Eropa.
"Saya dapat tawaran dari Indonesia, betul. Tapi saya memilih untuk berkarier di luar negeri (abroad)," ungkapnya sebagaimana dilansir dari kanal Youtube Vindes.
- Persija
Selain Shayne Pattynama, Hamdan juga mendapat telepon dari pemain naturalisasi lain yang menyatakan alasan serupa, memilih tetap di Eropa untuk menghormati janji dan prioritas karier.
"Jadi mungkin di bagian kecil saya, interaksi kecil saya dengan mereka yang kebetulan bersentuhan dengan mereka, ada komunikasi tersebut," pungkas Hamdan. (ind)
Load more