Penyesalan Mitra yang Joget Pamer Insentif Cuan MBG Rp6 Juta Per Hari, Bilang Begini usai SPPG Dihentikan BGN
- Tangkapan layar TikTok Mitra Pagauban Batujajar
Ia menyadari dirinya salah satu mitra yang pansos. Melalui akun TikTok khusus SPPG Pagauban Batujajar, ia kerap membagikan proses kegiatan pendistribusian MBG hingga melakukan aksi joget.
Aktivitasnya yang menjadi kontroversi pada bagian aksi jogetnya. Ia tentu kaget aksi itu membuat Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Eyang menutup SPPG miliknya.
"Kok permasalahan ini menjadi besar dan huru-hara. Emang sih ini kesalahan saya tidak mematuhi protokol di ruangan saya sehingga tidak menyangka bisa viral begini," bebernya.
Di balik itu, ia menyesali atas hujatan dari netizen. Penutupan dapur MBG miliknya tidak hanya berdampak pada nasib dirinya, tetapi juga pada sekitar 150 relawan terpaksa berhenti bekerja di SPPG Pangauban Batujajar.
"Inilah dampak saya terlalu frontal. Saya tidak menyalahkan netizen. Tapi, saya merasa prihatin bagaimana nasib relawan saya yang sudah semangat, benar-benar sudah habis Lebaran pasti keuangannya sampai habis, tapi SPPG dari Hendrik Setiawan untuk sementara tidak bisa beroperasi," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menyesali video viral aksi joget dilakukan pria tersebut. BGN melalui tim pengawasan langsung bertindak tegas untuk bertemu dengan yang bersangkutan.
"Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu," kata Nanik kepada wartawan, Rabu (24/3/2026).
BGN menugaskan Direktur Tauwas wilayah II, Brigjen Doni Dewantoro untuk bertemu dengan pria itu. Tujuannya tentu untuk memberikan teguran keras kepada mitranya atas aksi kontroversi tersebut.
Nanik mengatakan, BGN sangat kecewa lantaran perilaku dilakukan pria tersebut dinilai tidak pantas, apalagi aksi joget itu berlangsung di area dapur tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD).
Bagi Nanik, APD sebagai standar wajib dalam operasional. Maka dari itu, BGN bertindak tegas dan mempertanyakan alasan yang bersangkutan merekam aksi jogetnya dalam dapur untuk dijadikan konten di media sosial.
"Mengapa harus overacting seperti itu? Apalagi ada konten, konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD," sesal Nanik.
Ia mendapat kabar pria tersebut diduga memiliki tujuh SPPG. Namun BGN melihat catatan dapur yang baru beroperasi hanya satu unit.
Load more