Buntut SPPG Kena Suspend BGN, Mitra yang Joget Untung MBG Rp6 Juta Kepikiran Lecehkan Program dari Presiden
- TikTok/@mitrapangaubanbatujajar
Jakarta, tvOnenews.com - Mitra sekaligus pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Hendrik Irawan terkejut dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menutup dapurnya. Keputusan itu sebagai respons keras atas video viral aksi joget insentif Rp6 juta sehari dari Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui akun TikTok Hendrik Irawan MBG, ia mengabarkan, dapur SPPG miliknya terkena suspend oleh BGN per Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menduga keputusan tersebut atas sikap reaksi keras dan cibiran dari netizen. Video aksi joget insentif dari MBG sebesar Rp6 juta menimbulkan kontroversi.
Meski begitu, ia memahami keputusan tersebut. Ia kini hanya bisa menyampaikan permintaan maaf lantaran aksi jogetnya viral hingga bikin gaduh di ruang publik.
"Saya diberhentikan oleh Ibu Nanik Sudaryati Deyang selaku Wakil Kepala BGN. Mungkin, netizen merasa puas. Itu tidak apa-apa yang penting saya sudah minta maaf beberapa kali kepada netizen," ujar Hendrik dilansir tvOnenews.com, Kamis (26/3/2026).
Kepikiran Aksi Joget yang Viral Rendahkan Program MBG
- TikTok/@@mitrapangaubanbatujajar
Ia merasa hinaan hingga caci maki pantas diterima olehnya. Hal itu menjadi hukuman baginya karena melakukan tindakan tak terpuji sebagai pemilik SPPG sekaligus mitra aktif MBG.
Namun ia mengaku aksi kontroversi tersebut membuat mentalnya terganggu. Bukan karena hujatan dari netizen, tetapi memikirkan dirinya merasa dinilai merendahkan Program MBG.
Bukan tanpa alasan, aksi joget sesumbar insentif Rp6 juta per hari merupakan bentuk pelanggaran etika sebagai mitra sekaligus pemilik SPPG untuk MBG.
Menyikapi hal itu, ia membantah telah melecehkan Program MBG. Sebab, program ini merupakan unggulan yang dijalani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia bahkan merasa tidak memikirkan hal tersebut. Selaku pemilik SPPG di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, ia justru sangat antusias dengan adanya Program MBG.
"Yang saya pikirkan itu bukan mental saya, silakan Anda mencaci maki saya, menghina saya habis-habisan. Sumpah demi Allah, saya tidak ada niat untuk melecehkan program Bapak Prabowo Subianto. Tidak sedikit pun saya merendahkan rakyat Indonesia," jelasnya.
Load more