Kisah Pilu Ilham Menggetarkan Hati Dedi Mulyadi, Ayah Meninggal Saat Ibu Jadi TKI di Arab
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Ilham hanya mengangguk.
“Di mana dimakamkan?” tanya Dedi Mulyadi.
“Di dekat rumah,” jawabnya singkat, sebelum akhirnya tak kuasa menahan air mata.
Dedi Mulyadi juga menanyakan biaya pemakaman. “Biaya dari siapa?”
“Enggak tahu,” jawab Ilham, lalu pamannya menjelaskan bahwa biaya berasal dari sumbangan keluarga.
Dedi Mulyadi turut menyoroti belum adanya kehadiran dari pihak pemilik kendaraan. “Yang punya mobilnya datang?”
“Enggak,” jawab keluarga korban.
Dedi Mulyadi yang terkejut mendengar jawaban tersebut pun bertanya kembali, “Terus ikut membantu biaya?”
Keluarga kembali menjawab tidak ada bantuan yang diberikan hingga saat ini.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan santunan sebesar Rp150 juta bagi keluarga korban meninggal dunia.
Perhatian khusus juga diberikan kepada keluarga sopir Elf yang menjadi tulang punggung keluarga, sementara istrinya bekerja di luar negeri.
Kecelakaan maut tersebut melibatkan mobil Elf yang membawa 21 pemudik asal Karawang. Peristiwa terjadi di Jalan Raya Panjalu–Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, sekitar pukul 23.05 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kendaraan melaju di jalur menurun dan menikung tajam dengan kondisi berkabut tebal. Pengemudi diduga mengantuk dan tidak menguasai medan, sehingga kendaraan kehilangan kendali dan terperosok ke dalam parit hingga terbalik.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang meninggal di lokasi, sementara korban lainnya mengalami luka berat dan ringan. Seiring waktu, jumlah korban meninggal bertambah menjadi tujuh orang, termasuk Ade Solihin.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain memastikan penanganan korban, kisah pilu Ilham menjadi gambaran nyata beratnya beban yang harus ditanggung anak-anak yang kehilangan orang tua akibat tragedi tersebut.
(anf)
Load more