GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Aksi Joget Cuan MBG di Dapur SPPG, Hendrik Irawan Prihatin Pada 150 Pegawai yang Tidak Bekerja

Usai viral, Hendrik Irawan seorang mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak menyangka dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) miliknya berujung ditutup
Jumat, 27 Maret 2026 - 03:53 WIB
Mitra MBG Batujajar, Hendrik Irawan yang viral akibat aksi jogetnya
Sumber :
  • TikTok/@@mitrapangaubanbatujajar

tvOnenews.com - Hendrik Irawan seorang mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak menyangka dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) miliknya berujung ditutup.

Buntut dari aksi viralnya berjoget di dapur program MBG miliknya, pada akhirnya Badan Gizi Nasional (BGN) harus menutup SPPG Pangauban Batujajar, Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Hendrik Irawan berjoget dan memamerkan keuntungan berupa insentif yang diberikan pemerintah sebanyak Rp6 juta per bulan.

Tentu hal ini memicu amarah publik, tak sedikit netizen di media sosial memberikan hujatan kepadanya.

Namun, aksi viralnya itu bukan menjadi alasan utama BGN menutup SPPG milik Hendri Irawan.

Menyadari SPPG miliknya ditutup, Hendrik Irawan tak menyangka aksi berjogetnya di dapur program MBG itu berbuntut panjang.

“Dengan hujatan Anda, dengan cacian makian Anda, SPPG kami akhirnya diutup sama ibu Nanik selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),” ungkap Hendrik Irawan pada unggahan TikTok @mitrapangaubanbatujajar.

Hendrik Irawan, mitra Program MBG yang viral karena joget untung Rp6 juta sehari
Hendrik Irawan, mitra Program MBG yang viral karena joget untung Rp6 juta sehari
Sumber :
  • TikTok/@mitrapangaubanbatujajar

Meski begitu, ia menyadari bahwa seluruh rangkaian peristiwa ini merupakan kesalahannya.

“Kok permasalahan ini menjadi besar dan huru-hara. Emang sih ini kesalahan saya tidak mematuhi protokol di ruangan saya sehingga tidak menyangka bisa viral begini,” ujarnya.

Tak hanya dirinya yang terkena dampak, namun 150 relawan yang bertugas dalam operasional dapur SPPG tidak dapat bekerja. Ia mengungkapkan rasa prihatinnya kepada para relawan.

“Dengan hujatan Anda, dengan cacian makian Anda, dan laporan Anda kepada BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja, yang tidak akan produksi untuk tanggal 31 Maret 

“Inilah dampak saya terlalu frontal. Saya tidak menyalahkan netizen. Tapi, saya merasa prihatin bagaimana nasib relawan saya yang sudah semangat, benar-benar sudah habis lebaran pasti keuangannya sampai habis, tapi SPPG dari Hendrik Irawan untuk sementara tidak bisa beroperasi,” jelas mitra SPPG itu.

@mitrapangaubanbatujajar

Mohon Maf sebesar besar ya kepada rakyat Indonesia yg sudah merasa terganggu atas kesalahan sayah dan sy mohon Maf kepada Bapak presiden ???? dan BGN atas terjadi ya hura hara brapa hari ini ke depan ya akan menjadi pelajar bagi sy untuk bersosial media dan untuk sppg pagauban mulay hari ini dan seterusnya ya sppg pagauban di tutup terimaksih ????????????????

♬ suara asli - Hendrik Irawan MBG - Hendrik Irawan MBG

Dengan nada kecewa, Hendrik mengatakan SPPG Pangauban tidak akan beroperasi hingga tuntutan ini dicabut.

“Sampai di sini juga, SPPG Pangauban mulai hari ini dan kedepannya tidak akan beroperasi lagi sampai tuntutan dicabut sama ibu Nanik,” kata Hendrik.

“Saya sebagai mitra hanya bisa mendoakan mudah-mudahan kedepannya menjadi pelajaran saya lebih berhati-hati dalam bersosial media,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan keputusannya menutup SPPG Pangauban tersebut.

Usai aksi Hendrik Irawan viral di media sosial, pihaknya langsung menurunkan tim pengawasan untuk menemui pria yang bersangkutan.

Nanik mengatakan Direktur Tauwas Wilayah II, Brigjen Doni Dewantoro telah memanggil Hendrik dan diberikan peringatan keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, berdasarkan pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah masalah pada fasilitas dapur SPPG. Mulai dari tata letak (layout) yang tidak sesuai hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai tidak memenuhi standar.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Iran Balas Proposal Damai AS dengan Tuntutan Tegas, Minta Blokade Dicabut hingga Aset Dibekukan Dibuka

Iran Balas Proposal Damai AS dengan Tuntutan Tegas, Minta Blokade Dicabut hingga Aset Dibekukan Dibuka

Iran menuntut pencabutan blokade AS dan pembebasan aset yang dibekukan sebagai respons proposal damai Amerika Serikat di tengah konflik yang memanas.
Buntut Polemik Tambang, Bupati Bogor Tak Niat Lawan Dedi Mulyadi: Tak Ingin Ada Benturan

Buntut Polemik Tambang, Bupati Bogor Tak Niat Lawan Dedi Mulyadi: Tak Ingin Ada Benturan

Buntut polemik penutupan Tambang di Kabupaten Bogor. Sontak membuat Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memberikan klarifikasi tegas mengenai isu ketidakharmonisan
Megawati Hangestri Langsung Bikin Heboh Korea, setelah Megatron Resmi Gabung Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Langsung Bikin Heboh Korea, setelah Megatron Resmi Gabung Hyundai Hillstate

Kabar kembalinya sang Megatron, Megawati Hangestri Pertiwi ke panggung V-League Korea Selatan langsung memicu guncangan hebat di media olahraga Negeri Gingseng.
Rumah Debt Collector di Probolinggo Dilempar Bom Ikan, Teras dan Mobil Rusak

Rumah Debt Collector di Probolinggo Dilempar Bom Ikan, Teras dan Mobil Rusak

Rumah seorang debt collector di Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dilempar bondet oleh orang tak dikenal pada Senin dini hari.
Ipswich Town Kasih Kabar Buruk Buat Elkan Baggott Usai Promosi ke Premier League, Masa Depan Bek Timnas Indonesia Kian Abu-Abu

Ipswich Town Kasih Kabar Buruk Buat Elkan Baggott Usai Promosi ke Premier League, Masa Depan Bek Timnas Indonesia Kian Abu-Abu

Kebahagiaan Ipswich Town promosi ke Premier League bawa kabar kurang menyenangkan bagi Elkan Baggott. Bek Timnas Indonesia itu berada dalam situasi yang sulit.
Mahasiswa ITB yang Hilang Saat Mendaki Gunung Puntang Ditemukan Selamat, Sempat Keluar Jalur hingga 8 Kilometer

Mahasiswa ITB yang Hilang Saat Mendaki Gunung Puntang Ditemukan Selamat, Sempat Keluar Jalur hingga 8 Kilometer

Mahasiswa ITB yang hilang saat mendaki Gunung Puntang, Bandung, berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR setelah sempat keluar jalur hingga 8 kilometer.

Trending

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT