News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, SMK Pertanian di Subang Tapi Sistem Kelola Sampah Mandiri Terhenti

Dedi Mulyadi soroti SMK Negeri 2 Subang yang  sistem pengelolaan sampah organik dan anorganik secara mandiri oleh siswa terhenti, padahal sekolah pertanian.
Jumat, 3 April 2026 - 03:38 WIB
Dedi Mulyadi di SMK Negeri 2 Subang
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

 

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi dibuat tak habis pikir saat meninjau langsung, SMK Negeri 2 Subang, sebuah sekolah pertanian di Subang. Ia menemukan fakta mengejutkan yang dinilai tak sejalan dengan identitas sekolah tersebut. Kondisi ini bahkan membuatnya langsung bereaksi di lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kunjungan Dedi Mulyadi ke SMK Negeri 2 Subang yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya pada 2 April 2026 itu awalnya berjalan biasa. Namun, hanya beberapa langkah memasuki area sekolah, ia sudah mulai menyoroti sejumlah hal yang dianggap kurang sesuai.

Sejak tiba di gerbang, Dedi Mulyadi mempertanyakan kondisi pos jaga yang terlihat berantakan. Ia pun langsung meminta petugas keamanan untuk membeli hanger baju dan kursi, serta mengecat ulang pos tersebut agar terlihat lebih rapi.

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi di SMK Negeri 2 Subang. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Saat masuk lebih dalam, Dedi Mulyadi disambut oleh seorang tenaga pendidik bernama Inan. Bersama guru tersebut, ia kemudian berkeliling meninjau berbagai sudut sekolah.

Dalam penelusurannya, Dedi menemukan beberapa kondisi yang menurutnya belum memenuhi standar sekolah berbasis taruna. 

Namun, satu hal yang paling menyita perhatiannya adalah tidak adanya sistem pengelolaan sampah yang berjalan dengan baik, padahal sekolah tersebut merupakan sekolah pertanian.

Dedi Mulyadi sempat menyoroti kondisi lingkungan, termasuk rumput yang terlihat tinggi. Ia pun bertanya, “Ada mesin potong rumput kan?”

Pihak sekolah menjawab, “Ada.”

Dedi Mulyadi kembali bertanya, “Ada berapa?”

“Yang berfungsi baiknya ada tiga,” jawab Inan.

Tak berhenti di situ, Dedi kembali menggali kebutuhan ideal sekolah tersebut, “Berapa kebutuhan mesin potong rumput di sini?”

“Kalau standar dengan luasan 14 hektar itu 12,” jelas Inan.

Mendengar hal itu, Dedi langsung mengambil langkah cepat, “Besok saya kirim sepuluh.”

Selain itu, ia juga menanyakan kebutuhan tempat sampah. Setelah mendapat jawaban bahwa diperlukan 12 titik, Dedi langsung menghubungi timnya.

“Kirim tempat sampah ke SMK 2, 15 tempat sampah ukuran besar, ditambah 10 mesin pemotong rumput merek yang bagus,” [perintah Dedi Mulyadi.

Namun, inti persoalan muncul saat Dedi mulai menyinggung sistem pengelolaan sampah di sekolah tersebut.

Ia bertanya, “Saya nanya, ini kan SMK 2, Bapak punya sistem pengelolaan sampah?”

“Ada, Pak, di belakang,” terang Inan.

Dedi memperjelas maksudnya, “Sistem pengelolaan sampah organik dan anorganik Bapak punya?”

Inan mengakui, “Ada, tapi sekarang sudah enggak.”

Jawaban tersebut langsung memicu reaksi Dedi Mulyadi, “Lah, ini kan SMK, harus mulai mandiri dong. Artinya anak-anak sudah bisa membuat pupuk organik. Kan ada jurusan pertanian. Masa jurusan sekolah pertanian enggak ada sistem pengelolaan pupuk organik?”

Meski pihak sekolah sempat mencoba menjelaskan, Dedi tetap menegaskan pentingnya sistem tersebut, “Ya enggak, ya. Saya enggak mau lihat, harus ada.”

Ia menilai, pengelolaan sampah organik seharusnya menjadi bagian utama dari praktik pembelajaran di sekolah pertanian.

“Harus dong, masa sih tidak mahal. Bisa secara alamiah. Ya kan, Pak? Karena saya tukang bikin, jadi saya tahu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga menggambarkan konsep ideal yang seharusnya diterapkan di sekolah tersebut.

“Ya kan sekolah SMK ini, Pak. SMK harus penuh dengan pohon. Jurusan pertanian, pupuknya pakai organik, diciptakan sendiri. Bahan bakarnya diciptakan dari plastik, dikelola, kan bisa begitu. Nanti babat rumput enggak perlu beli di SPBU, dihasilkan dari minyak. Minyaknya dihasilkan dari plastik yang dipungut, beuh, maju bangsa ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, SMK Negeri 2 Subang merupakan sekolah dengan kelompok keahlian pertanian dan kehutanan. 

Sejak tahun 2000, sekolah ini memiliki berbagai kompetensi keahlian, mulai dari agribisnis tanaman, ternak, hingga rekayasa perangkat lunak dan teknik lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan latar belakang tersebut, sorotan Dedi Mulyadi terhadap sistem pengelolaan sampah menjadi perhatian serius, terutama karena dinilai bertolak belakang dengan identitas sekolah sebagai sekolah pertanian.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BPDP Didorong Perkuat SDM Sawit, Apkasindo: Kunci Utama Daya Saing Industri Nasional

BPDP Didorong Perkuat SDM Sawit, Apkasindo: Kunci Utama Daya Saing Industri Nasional

BPDP dinilai jadi motor pengembangan SDM sawit nasional. Ribuan petani dan mahasiswa telah ikut pelatihan dan beasiswa hingga 2025.
Tim yang Dikalahkan Persib 2 Kali Selangkah Lagi Ke Final ACL Two, Gratiskan Tiket Pertandingan Vs Gamba Osaka

Tim yang Dikalahkan Persib 2 Kali Selangkah Lagi Ke Final ACL Two, Gratiskan Tiket Pertandingan Vs Gamba Osaka

Adalah Bangkok United, tim asal Thailand yang sempat dikalahkan Persib sebelum akhirnya selangkah lagi ke final ACL Two.
Stasiun MRT Jakarta Alami Blackout Sore Tadi, Ternyata Ini Penyebabnya

Stasiun MRT Jakarta Alami Blackout Sore Tadi, Ternyata Ini Penyebabnya

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan penyebab beberapa stasiun mengalami blackout hingga gangguan operasional pada sore hari ini.
Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal

Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal

Berikut rekomendasi tema naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk sesi ceramah ibadah shalat Jumat, dengan judul "Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal".
Selat Hormuz Kembali Memanas, DPR Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

Selat Hormuz Kembali Memanas, DPR Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

Penutupan kembali jalur strategis Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru di tengah ketegangan geopolitik global.
6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

Berikut ini enam item yang sering menjadi andalan jungler assassin untuk menghadapi hero dengan pertahanan tinggi.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT