Curhat Thoriq Alkatiri Wasit Berlisensi FIFA Nimbrung di Kolom Komentar Dedi Mulyadi, Resah Banyak Calo Pajak Kendaraan
- Kolase Antara & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Bandung, tvOnenews.com - Wasit Indonesia berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri mencuri perhatian publik. Ia terpantau ikut memenuhi kolom komentar di media sosial Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.
Dalam momen itu, Thoriq Alkatiri menyoroti video konten diunggah Dedi Mulyadi. KDM sapaan akrabnya, menyikapi keluhan warga akibat dipersulit membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).
Sontak, Thoriq Alkatiri ikut menumpahkan keresahannya. Ia mengaku dirinya juga masih kesulitan membayar PKB akibat banyak calo di Subang.
"Saya juga bayar pajak di Subang, Pak. Ampun dah banyak banget calo," tulis Thoriq Alkatiri dilansir dari Instagram Dedi Mulyadi, Sabtu (4/4/2026).
Thoriq Alkatiri Curhat Ogah Bayar Pajak Kendaraan
- Ileague.id
Lebih lanjut, wasit berlisensi FIFA itu menuturkan terkait gencarnya pemutihan BBN (Bea Balik Nama). Program ini digencarkan pemerintah daerah untuk membebaskan denda.
Setidaknya pemerintah juga memberikan diskon pokok biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan pajak (PKB) bagi pemilik yang terlambat.
Dalam hal ini, kehadiran program pemutihan BBN, pemerintah mempermudah agar pembayar hanya menyelesaikan kewajiban pokok pajaknya.
Thoriq tentu sangat antusias mendengar hal itu. Ia selaku warga Jabar berharap ada keringanan saat membayar pajak kendaraan di Subang.
Alih-alih keinginannya terwujud, Thoriq Alkatiri justru dipersulit saat membayar pajak di tengah program pemutihan BBN.
"Harusnya Rp2 juta, padahal BBN pemutih, pajaknya telat deh," terangnya.
Sambil berkelakar, Thoriq Alkatiri mengaku dirinya belum membayar pajak kendaraan. Hal ini sebagai ungkapan kekesalannya akibat banyak calo.
"Ah mending sampai sekarang nggak dibayar," kelakarnya.
Dedi Mulyadi Soroti Warga yang Dipersulit Bayar Pajak Kendaraan
- TikTok/@denipriaone
Sementara, dalam video itu, Dedi Mulyadi mengunggah curhatan dari akun TikTok Deni Priaone. Warga Jabar itu kesal dirinya dipersulit membayar pajak kendaraan di sebuah kantor Samsat di Jabar.
Deni geram dirinya diminta menembak Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sedangkan, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp700 ribu.
Bagi Deni, permintaan itu tidak masuk akal. Ia pun mengadu kepada KDM agar kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi.
"Harus bayar Rp700 ribu katanya Pak Dedi. Gimana ini Pak Dedi atuh, mas bayar pajak aja dipersulit," ucap Deni.
Dalam video selanjutnya, ia memperlihatkan seorang petugas meminta dirinya bayar Rp700 ribu. Sebab, data kepemilikan kendaraannya bukan atas nama dirinya.
"Kekurangannya data kepemilikan Pak, kalau perpanjang 5 tahun harus ada Ibu Karyati ini yang sesuai dari domisili Bandung Barat," ucap seorang petugas.
Ia pun semakin resah. Ia meminta tolong kepada polisi di sekitar yang lagi-lagi memberikan penjelasan serupa.
Terkait hal ini, Dedi Mulyadi berterima kasih atas aduan tersebut yang kini viral. Ia akan segera menindaklanjutinya.
"Kita segera menindaklanjuti pengakuan tersebut untuk dilakukan langkah-langkah penanganan yang cepat dan tepat," tegas Dedi Mulyadi.
Mantan Bupati Purwakarta ini kaget masih banyak warga Jabar kesulitan dalam persoalan persyaratan. Hal ini menyebabkan mereka telat dan ogah membayar pajak.
"Membayar pajak tidak boleh dipersulit, tidak boleh ada tambahan-tambahan memperberat karena itu tugas pemerintah adalah mempermudahkan orang membayar pajak," sentil KDM.
Lagi pula, kata dia, hasil dari pajak akan masuk menjadi uang kas Pemprov Jabar. Hal ini sangat mendukung pembangunan infrastruktur jalan di Jabar.
Akibat banyak yang sulit melakukan hal itu, KDM kecewa. Kejadian ini bisa menghambat memperbesar jumlah uang kas dari pendapatan PKB.
(hap)
Load more