Amanat Tegas Dedi Mulyadi, Minta Pegawai Pemprov Jawa Barat Utamakan Pekerjaan daripada Bicara: Terlalu Imajinatif
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Lebih lanjut, Dedi menilai selama ini pendekatan pemerintahan masih terlalu jauh dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Selama ini provinsi itu terlalu akademis, terlalu imajinatif. Itu tidak sesuai dengan tuntutan publik yang semakin terbuka,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, setiap kebijakan harus berbasis kebutuhan riil, bukan sekadar gagasan di atas kertas.
“Gagasan tidak boleh imajinatif, tapi harus real. Karena masyarakat membutuhkan pekerjaan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan kebahagiaan,” lanjut Dedi.
Sebagai solusi, ia memperkenalkan konsep sederhana yang disebut sebagai manajemen Sunda.
“Cara taktis itu ada dalam manajemen Sunda yang sederhana: Pok, Pek, Prak. Itu artinya lebih mengutamakan pekerjaan daripada pembicaraan,” jelasnya.
Konsep tersebut, menurut Dedi ,ulyadi, menjadi pengingat bagi pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak berhenti pada ide dan diskusi, tetapi segera diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui amanat tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan arah baru bagi seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meninggalkan pola kerja yang terlalu imajinatif dan beralih pada tindakan nyata.
Pesan utamanya jelas, birokrasi harus bergerak cepat, bekerja konkret, dan hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat.
Seluruh jajaran pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang hadir saat itu pun terlihat mengangguk setuju dengan amanat tegas Dedi Mulyadi tersebut.
(anf)
Load more