Dedi Mulyadi Datang Langsung Serahkan Santunan Rp20 Juta ke Keluarga Korban Pengeroyokan Saat Hajatan di Purwakarta
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Tragedi pengeroyokan yang terjadi di Purwakarta masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Dalam insiden tersebut, seorang pria bernama Dadang yang merupakan pemilik hajat sekaligus ayah dari mempelai wanita meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan sekelompok orang.
Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendatangi langsung rumah duka untuk bertemu keluarga korban.
Kunjungan ini tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga untuk mendengar langsung kronologi kejadian dari pihak keluarga.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi berbincang dengan anak korban.
Ia menggali detail kejadian, mulai dari persiapan acara hingga insiden tragis yang merenggut nyawa sang ayah.
Dedi juga sempat menanyakan terkait perizinan acara hiburan yang digunakan dalam hajatan tersebut.
Pihak keluarga menjelaskan bahwa mereka telah mengantongi izin resmi dan menggunakan hiburan organ tunggal.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Namun, Dedi mempertanyakan apakah terdapat pengamanan dari aparat setempat saat acara berlangsung.
“Kalau berizin itu ada perlindungannya kegiatannya, minimal ada petugas seperti Bhabinkamtibmas atau Babinsa. Kalau ada aparat mungkin tidak terjadi,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube pribadinya.
Dari penuturan keluarga, kejadian bermula dari kedatangan sekelompok orang yang meminta uang kepada panitia hajatan.
Permintaan tersebut disampaikan melalui seorang warga setempat. Awalnya, pihak keluarga memberikan uang sebesar Rp100 ribu secara sukarela karena dianggap sebagai hal yang lumrah.
Namun, situasi mulai berubah ketika kelompok tersebut bertindak di luar batas.
Mereka mengambil makanan secara berlebihan di area prasmanan, bahkan hanya mengambil lauk berupa daging dalam jumlah besar dan berulang kali.
Tindakan tersebut mulai menimbulkan keresahan di antara tamu undangan.
Ketegangan memuncak ketika kelompok tersebut kembali meminta uang tambahan.
Permintaan itu ditolak oleh pihak keluarga karena acara sedang berlangsung dan fokus pada prosesi pernikahan. Penolakan tersebut diduga memicu emosi para pelaku.
Keributan kemudian berlanjut ke area hiburan organ tunggal.
Di lokasi tersebut terjadi cekcok antara kelompok tersebut dengan kru hiburan yang berujung pada perkelahian.
Load more