Dedi Mulyadi Ngamuk, Truk Besar Diduga Angkut Galian Tanah Ilegal Bikin Jalan Kotor dan Rusak
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM ciduk beberapa sopir truk yang mengangkut tanah.
Menurut keterangan salah satu sopir, tanah tersebut nantinya akan didistribusikan ke Pantai Indah Kapuk (PIK).
Selain itu, karena truk yang mengangkut tanah tersebut berukuran besar, hal tersebut membuat kondisi jalan jadi rusak dan kotor.
"Dalam setiap hari sepanjang jalur ini kelihatannya ada mobil pengangkut tanah melewati jalan raya. Tanahnya (nempel) di ban, bannya penuh tanah," ucapnya, seperti dilansir dari kanal YouTube milik KDM, Senin (6/4).
Saat menemui sopir, KDM menegur langsung menegurnya dan menyebut bahwa truk tersebut membuat jalan jadi kotor.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
"Apal teu, sapanjang jalan tadi kotor?" (tahu gak, sepanjang jalan tadi kotor?) tanya Dedi Mulyadi pada sopir truk yang sedang menepi.
Mendengar pernyataan dari Dedi Mulyadi, sopir truk tidak bisa menampik hal tersebut lantaran memang melalui jalan yang dimaksud.
Tak hanya menyoroti soal jalan yang jadi rusak akibat truk, KDM juga menyebut bahwa tanah yang diangkut adalah hasil dari galian ilegal di salah satu wilayah di Subang, Jawa Barat.
"Nu jelas mah ieu tanah ilegal, geus pasti eweh ijinan" (yang jelas ini tanah ilegal, sudah pasti gak ada izinnya) kata Dedi Mulyadi.
"Ngarusak jalan nu dibangun ku aing, jaba jalanna kotor," (merusak jalan yang saya bagun, apalagi jalannya kotor) sambungnya.
Atas insiden tersebut KDM langsung memerintahkan para sopir truk untuk kembali ke tempat galian dan mengembalikan tanah yang diambil.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Total ada empat truk besar yang mengangkut tanah dari galian ilegal di Jawa Barat.
Diketahui bahwa tanah tersebut berasal dari tambang ilegal galian tanah merah di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.
Pada Senin, 6 April 2026 Tim gabungan Dinas ESDM Jawa Barat bersama Polres Kabupaten Subang, DLH Kabupaten Subang, dan satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Subang telah menutup tambang tersebut.
Load more