Respons Tegas Dedi Mulyadi Jadi Sorotan Saat Warga Minta Tabayyun Agar Bisa Atur Jalan di Jembatan Cirahong
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah melakukan sidak ke Jembatan Cirahong yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi tidak hanya meninjau kondisi fisik jembatan, tetapi juga menyoroti berbagai aspek penting mulai dari infrastruktur, sistem pengecatan jalan, hingga penerangan.
Sidak yang dilakukan Dedi Mulyadi ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas publik yang telah dibangun dengan anggaran besar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia bahkan memantau langsung kondisi lalu lintas di jembatan dengan memperhatikan kendaraan yang melintas.
Hasil pengamatannya menunjukkan bahwa dua sepeda motor yang berpapasan masih dapat melintas dengan lancar tanpa hambatan berarti, menandakan bahwa fungsi jalan masih berjalan dengan baik.
Meski demikian, Dedi tetap menekankan pentingnya perawatan berkala. Ia mengingatkan bahwa bagian-bagian vital seperti baut dan struktur besi harus mendapatkan perhatian khusus agar tidak berkarat.
Menurutnya, perawatan yang konsisten menjadi kunci utama agar jembatan tetap kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Dalam sidak tersebut juga terungkap bahwa anggaran pembangunan sebelumnya untuk jembatan tersebut hampir mencapai Rp1 miliar.
Dengan nilai yang cukup besar itu, Dedi menegaskan bahwa pemeliharaan tidak boleh diabaikan.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Ia meminta agar pihak terkait memastikan kondisi jembatan selalu dalam keadaan layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Selain menyoroti aspek teknis, Dedi juga melihat potensi kawasan sekitar jembatan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Dengan pemandangan yang unik dan nilai historis yang dimiliki Jembatan Cirahong, kawasan ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri jika dikelola dengan baik.
Namun, momen yang paling menyita perhatian publik terjadi di akhir kunjungan.
Saat Dedi hendak meninggalkan lokasi, ia tiba-tiba didatangi oleh seorang warga yang selama ini dikenal sering mengatur lalu lintas di jembatan tersebut.
Aktivitas tersebut sebelumnya sempat disorot karena diduga berkaitan dengan praktik pungutan liar atau pungli.
Warga tersebut mengaku ingin mengajak Dedi untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi.
Namun, respons yang diberikan Dedi justru tegas dan langsung. Ia mempertanyakan dasar dari permintaan tersebut dengan menegaskan fungsi utama pembangunan jembatan.
- YouTube
“Punten bapak mau tabayyun apa? Gini saya tanya, ini dibangun oleh siapa?” tanya Dedi Mulyadi kepada pria tersebut.
Ketika dijawab bahwa jembatan tersebut dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi kembali menegaskan bahwa fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat luas, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Ia juga menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah memastikan jalan dibangun dengan baik, dilengkapi marka yang jelas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.
Tidak hanya itu, ia juga menyinggung pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tanpa harus memungut biaya dari pengguna jalan.
“Udah tugas saya bangun jalan hari ini, ngecat tugas saya itu. Tugas gubernur itu membangun jalan, membuat garis tengah, kemudian membuat warga nyaman,” tegasnya.
Sikap tegas tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tidak boleh ada praktik pungli dalam bentuk apa pun, termasuk yang dibungkus dengan dalih membantu mengatur lalu lintas.
Dedi kemudian memilih untuk mengakhiri percakapan dan langsung meninggalkan lokasi, menunjukkan bahwa ia tidak memberi ruang terhadap praktik yang merugikan masyarakat.
Momen ini pun viral di media sosial dan menuai beragam respons dari publik.
Banyak yang mengapresiasi ketegasan Dedi dalam menegakkan aturan dan melindungi kepentingan masyarakat luas.
Tidak sedikit pula yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberantas pungli di ruang publik. (adk)
Load more