Dihantui Rasa Takut Kehilangan, Nina Saleha Akui Trauma dan Minta Pihak Rumah Sakit Buka Rekaman CCTV
- dok.kolase tvOnenews.com /istimewa
Jakarta, tvOnenews.com- Kasus bayi hampir tertukar waktu lalu menarik perhatian publik. Kini ibu dari bayi tersebut, Nina Saleha bagikan ceritanya.
- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Dalam ceritanya, Nina Saleha merasa kaget dan trauma karena bayi yang baru dilahirkannya hampir tertukar di Rumah Sakit RSUP dr. Hasan Sadikin (RSHS) pada 8 April 2026.
Hal tersebut ia sampaikan dalam podcastnya bersama Denny Sumargo. Nina juga belum mengetahui sampai saatini saat ini bagaimana bisa terjadi pada anaknya.
Dengan tegasnya, ia mengatakan meminta pihak RSHS membuka rekaman CCTV. Diharapkan bisa membuka tanda tanya yang ada dibenaknya.
Kasus ini diketahui, terjadi saat proses administrasi kepulangan bayi di ruang perawatan. Diduga terjadi, akibat kelalaian dalam prosedur identifikasi.
Didampingi bersama kuasa hukumnya, Krisna Mukti, Nina juga melayangkan somasi ke pihak Rumah Sakit terkait.
- dok.kolase tvOnenews.com /istimewa
"Permintaan kita ada beberapa hal kan. Pertama kita bilang kita ingin melihat CCTV itu. Itu permintaan kita kepada rumah sakit ya kan bahwa dibuka ya kan seperti apa.” ujar Krisna Murti dalam YouTube Curhat Bang Densu, Kamis (16/4).
Lebih lanjut, Nina juga ingin melakukan tes DNA namun belum mendapatkan respons.
Menurut Krisna, Nina sebagai Ibu yang melahirkan anak ingin mengetahui apa yang terjadi. Juga mau melihat buktinya.
"Apakah dia betul-betul pasien yang mengantar anaknya sakit ya kan ataukah apa kita bilang begitu kan, untuk mencari tahu. Kita bilang untuk mencari tahu,” sambung Krisna.
Dalam kesempatan yang sama itu, Dednny Denny Sumargo juga menanyakan kondisi Nina, apakah benar sempat terganggu mentalnya.
“Oh, jadi secara mental ini kamu sempat terganggu ya. Kenapa waktu itu sempat terganggu secara mental?," tanya Denny.
"Ya, ya pas lihat anak gitu,” jawab nina singkat. Trauma tersebut bahkan terus menghantui pikirannya.
Dia masih serjng sering mengingat kembali kejadian waktu lalu. Nina pun juga sebut rasa takut kehilangan anak terus menghantuinya.
Respons Rumah Sakit
Dalam keterangannya, Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, mengatakan pihaknya telah menindak tegas perawat dengan SP 1.
Perawat telah dinonaktifkan dan dipindahkan ke bagian yang tidak berhubungan langsung dengan pelayanan pasien.
"Kami sudah menonaktifkan yang bersangkutan dan memindahkannya ke bagian non-pelayanan pasien, serta memberikan SP1 sebagai bentuk pembinaan awal," ujar Rachim, dikutip dari laman acehbaratdayakab.go.id.
Kemudian dari itu, RSHS menyatakan siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan atas munculnya kasus tersebut.(klw)
Load more