Datangi KUA, Dedi Mulyadi Diajak Nikah Janda Dua Anak, Momen Jenaka Penuh Pesan Sederhana
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke Kantor Urusan Agama (KUA) mendadak diwarnai suasana hangat dan jenaka.
Dalam momen tersebut, ia bahkan sempat “diajak menikah” oleh seorang ibu yang diketahui merupakan janda dengan dua anak.
Percakapan ringan itu pun berlangsung santai dan mengundang tawa.
Dedi menanggapi ajakan tersebut dengan gaya khasnya yang santai namun tetap penuh perhatian.
“Ibu bener mau sama saya? Ibu punya anak berapa?” tanya Dedi.
“Dua,” jawab wanita tersebut.
“Umur berapa?”
“Yang satu 22, yang satu 14 tahun.”
Dedi kemudian melanjutkan dengan nada bercanda, “Ibu sayang nggak kira-kira sama Ni Hyang?”
“Sayang banget,” jawab ibu tersebut.
“Sama sayanya sayang nggak?” tanya Dedi lagi.
“Pasti lah,” balasnya, yang langsung disambut gelak tawa orang-orang di sekitar.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Meski bernuansa jenaka, momen tersebut sekaligus menjadi bagian dari kunjungan kerja Dedi Mulyadi ke KUA.
Ia datang untuk melihat langsung kondisi fasilitas sekaligus mendorong perbaikan layanan pernikahan agar lebih sederhana dan terjangkau bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga langsung memberikan sejumlah instruksi kepada jajarannya untuk membenahi fasilitas di KUA.
“Pak Asisten tolong sini data ini namanya, saya kan akan membuat pernikahan pertama tanpa pesta, katanya ibu ini bersedia dengan saya, tolong KTP-nya didata,” ujarnya sambil tetap bercanda.
Tak berhenti di situ, ia juga berkomitmen membantu peningkatan fasilitas, termasuk kebutuhan listrik.
“Besok listriknya ditambahin, saya yang bayar, yang cukup AC. Ya sudah selama setahun saya yang bayar listriknya, selanjutnya Bapak bayar sendiri,” kata Dedi pada Kepala KUA.
- YouTube dedi Mulyadi channel
Ia menegaskan bahwa pernikahan seharusnya tidak perlu dibuat rumit atau mahal.
Menurutnya, yang terpenting adalah memenuhi syarat sah secara agama.
“Yang penting, kita coba masyarakat itu nikahnya simpel, yang penting memenuhi unsur syariat Islam,” ucapnya.
Bahkan, Dedi berencana menyumbangkan perlengkapan pernikahan untuk digunakan masyarakat.
“Nanti saya sumbang baju penganten, kalau ada penganten ke sini, boleh dong pakai baju penganten yang ada di sini,” tambahnya.
Ia juga ingin agar ruang pernikahan di KUA ditata lebih nyaman dan estetis.
“Kita coba lah ruangan ini kita tata secara estetik agar menjadi ruangan nikah yang layak,” katanya.
- Pemprov Jabar
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Dedi sebelumnya yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak memaksakan pesta pernikahan besar.
Menurutnya, pernikahan bukanlah soal kemewahan sesaat, melainkan tentang membangun kehidupan yang tenang dan berkelanjutan.
“Jadi paginya nikah di kantor KUA, terus siangnya bisa langsung pulang ke rumah sendiri, walaupun cicilan,” jelasnya, dikutip dari YouTube Lembur Pakuan Channel, Rabu (15/4).
Ia juga mengingatkan agar anak muda tidak terjebak dalam budaya pesta yang berujung pada utang.
“Soal urusan perumahan, saya mengajak Gen Z yang mau menikah agar tidak perlu menggelar pesta besar atau seserahan dengan dana pinjaman, apalagi dari ‘bank emok’,” ujar Dedi.
“Sudah bagi anak-anak Gen Z ini, yang sekarang mau nikah, kalau orang tuanya tidak mampu, tidak perlu memaksakan hajatan. Saya menyarankan nggak usah,” lanjutnya.
Melalui momen santai namun sarat makna tersebut, Dedi Mulyadi kembali menekankan pesan penting: pernikahan seharusnya sederhana, tidak memberatkan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai utama dalam kehidupan berumah tangga. (gwn)
Load more