Nina yang Bayinya Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung Ungkap Banyak Kejanggalan, Akhirnya Hal ini Dibuka
- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
“Tolong dicatat. Permintaan kita tuh ada beberapa hal, kan. Pertama kita bilang kita ingin melihat CCTV itu. Itu permintaan kita kepada rumah sakit, ya kan, bahwa dibuka ya kan seperti apa,” ujar Krisna Murti.
“Lalu yang kedua kita bilang orang yang disebut oleh klien kita itu tercatat tidak di rumah sakit sebagai apa dia gitu loh. Apakah dia betul-betul pasien yang mengantar anaknya sakit ataukah apa, kita bilang begitu kan untuk mencari tahu,” lanjutnya.
“Lalu kita bilang kita juga dimintakan tim, ya kan, kalau perlu dites DNA lagi, ya kan, hubungan antara anak ini dengan ibunya. Saya bilang untuk memastikan bayi ini betul-betul anaknya daripada klien kami,” tambahnya.
Saat ditanya apakah pihak rumah sakit langsung memberikan rekaman CCTV, jawabannya justru mengejutkan.
“Enggak. Kan mereka bilang kita akan lapor dulu ke Pak Direksi. Oke, kalau gitu kita kasih surat resmi saja, deh, kalian jawab, deh,” ungkap Krisna Murti.
“Berarti bentuknya somasi?” tanya Denny Sumargo.
“Iya. Kita bilang kita kasih surat resmi saja karena kita enggak bisa ketemu direksi. Kita kasih surat resmi, kalian jawablah dalam waktu 3 hari,” tegasnya.
Kasus Nina kini menjadi perhatian luas publik. Banyak pihak menunggu transparansi dari RS Hasan Sadikin Bandung, terutama terkait rekaman CCTV dan identitas orang yang hampir membawa bayi tersebut.
Hingga kini, Nina masih berjuang mencari kejelasan demi memastikan keselamatan dan kebenaran atas apa yang terjadi pada buah hatinya.
(anf)
Load more