Lewat BAZNAS Jabar, Gubernur KDM Beri Santunan Rp35 Juta Buat Tangis Istri Satpam SMAN 1 Banjaran Pecah
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyikapi peristiwa pilu menimpa mendiang satpam SMAN 1 Banjaran, Agus Sutisna (52).
KDM mengetahui tindakan terpuji dilakukan Agus. Satpam sekolah tersebut harus meregang nyawa ketika melakukan aksi kemanusiaan.
Agus hanyut saat menolong seorang siswi SMAN 1 Banjaran, GLS (18). Siswi tersebut terseret arus deras Sungai Cibanjaran, tepatnya di Kampung Sasak Dua, Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026), sekitar pukul 15.42 WIB.
Beberapa hari kejadian, KDM langsung menghubungi istri Agus, Leni Herlina. Di momen tersebut, ia memberikan santunan berupa uang sebesar Rp35 juta melalui BAZNAS Jabar.
"Nanti sore pukul 15.00 WIB, ada tim dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat menyampaikan santunan buat ibu dan keluarga senilai Rp35 juta," ungkap KDM disadur dari kanal YouTube pribadinya, Sabtu (18/4/2026).
Seperti Apa Respons Istri Satpam SMAN 1 Banjaran?
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Melalui saluran video call (VC), Leni langsung bereaksi setelah diberikan santunan oleh Dedi Mulyadi. Ia tidak kuasa menahan derai air matanya.
Sambil berlinang air mata, Leni menampikkan kebahagiaannya. Ia hanya mengungkapkan rasa syukur telah dibantu oleh KDM.
"Makasih, Pak," ucap Leni.
Penilaian Dedi Mulyadi tentang Sikap Agus
- BPBD Kabupaten Bandung
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. Walau memberikan santunan, Gubernur Jabar tersebut justru terharu terhadap upaya Leni dan keluarga Agus.
Bagi KDM, Leni berhasil menjadi pendamping Agus. Mantan Bupati Purwakarta ini menganggap tindakan dilakukan satpam sekolah itu bukan suatu hal yang mudah.
"Saya justru mengucapkan terima kasih kepada ibu sebagai istrinya atas pengorbanan suami ibu, yang sudah mengorbankan dirinya bagi kepentingan orang lain," terang KDM.
Ia memahami situasi yang terjadi saat ini. Leni harus ditinggal oleh Agus selamanya.
Kondisi seperti ini akibat Agus ikut hanyut saat terseret arus deras sungai yang mengamuk. Alhasil, nyawa satpam SMAN 1 Banjaran tersebut tidak bisa diselamatkan.
"Meskipun tidak bisa menolong, tetapi kan niat untuk menolong, berani berkorban itu kan barang yang langka di negara ini sekarang. Saya aja belum tentu punya sikap seperti Pak Agus," jelasnya.
Leni langsung merendah kepada KDM. Ia menjelaskan bahwa mendiang suaminya sempat diperingatkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Banjaran.
Kebetulan Agus sedang berada di pos satpam bersama kepsek sekolah. Letaknya dekat di sebuah jembatan beton di atas Sungai Cibanjaran.
Namun Agus mengetahui seorang siswi terpeleset saat berada di teras rumahnya. Satpam SMAN 1 Banjaran tersebut justru tidak menghiraukan peringatan dari kepsek.
Agus dengan spontan melompat di tengah derasnya arus sungai. Satpam sekolah tersebut langsung meraih GLS meskipun ujung-ujungnya keduanya terpisah dan tidak terselamatkan.
"Itu juga sempat dilarang sama kepala sekolahnya. Katanya, 'Jangan Pak Agus, itu airnya deras banget. Tunggu aja sambil ambil ban'. Tapi, karena itu minta tolong, jadi mungkin kasian," tuturnya.
KDM menegaskan, justru tindakan tersebut harus dipuji. Jiwa kemanusiaan diperlihatkan Agus tidak semuanya bisa melakukan hal itu.
"Tapi kan jiwa Pak Agus tinggi, jiwa sosial, jiwa pengabdian, jiwa pengorbanan sangat tinggi. Itu sikap patriotik yang perlu dihormati," tegas Dedi Mulyadi.
Apa Rencana Leni usai Kehilangan Agus?
Lanjut, Dedi Mulyadi bertanya tentang keberlanjutan hidup Leni dan keluarga. Leni menggantungkan hidup dari mendiang sang suami yang bekerja sebagai satpam sekolah.
"Apa rencananya ibu ke depan setelah Pak Agus tidak ada? Berarti kan kehilangan pendapatan bulanan," ucap KDM.
Leni berencana untuk pindah karena masih menyewa kontrakan. Nantinya, ia ingin tinggal di dekat keluarga besarnya di Desa Ciapus, Banjaran, Kabupaten Bandung.
"Biar dekat. Di sini enggak ada siapa-siapa," kata Leni.
KDM lagi-lagi membuat derai air mata Leni tidak terbendung. Ia berjanji akan mencarikan tempat tinggal yang layak untuk istri mendiang Agus itu.
"Nanti saya carikan rumah buat ibu ya biar tidak mengontrak, biar ibunya yang usianya sudah semakin tua tidak ada yang memberi nafkah, tidak terbebani untuk biaya kontrakan dalam setiap bulan. Mudah-mudahan ada rezekinya nanti saya coba carikan," kata KDM.
(hap)
Load more