News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nina Saleha Ungkap Detik-detik Dihubungi Dedi Mulyadi, Buntut Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Viral

Nina Saleha (27), ibu bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menceritakan detik-detik dihubungi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Sabtu, 18 April 2026 - 17:59 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti suara Nina Saleha, ibu bayi nyaris tertukar akibat perawat RSHS Bandung
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Nina Saleha (27), orang tua dari bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menceritakan detik-detik dirinya dihubungi oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Dalam podcast YouTube Denny Sumargo, Rabu (15/4/2026), Nina Saleha menjelaskan dirinya pertama kali dihubungi oleh Dedi Mulyadi melalui video call (VC).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nina Saleha mengaku hal itu terjadi saat dirinya dihubungi pihak RSHS Bandung. Ia dihubungi lantaran video mengenai bayi hampir tertukar viral di media sosial.

"Video saya kan viral di-share di TikTok, di Instagram saya pribadi. Terus langsung dilihat di Instagram, terus chat kepada saya, 'Mohon maaf atas pelayanan kami yang kurang baik'," ungkap Nina Saleha dikutip tvOnenews.com, Sabtu (18/4/2026).

Nina Saleha (27) menceritakan tentang polemik bayi laki-lakinya nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung
Nina Saleha (27) menceritakan tentang polemik bayi laki-lakinya nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo

Lebih lanjut, Nina menjelaskan, dirinya diminta untuk mengirim data pribadi dan bayinya oleh pihak RSHS Bandung. Ia pun memenuhi permintaan tersebut.

"Belum ada balasan dari DM (RSHS Bandung). Karena saya berkoar terus, akhirnya ada WA masuk ke saya, 'Ibu, ini saya dari pihak rumah sakit ingin menjelaskan. Ibu mohon kirim alamat rumahnya'," tuturnya.

Nina kebetulan sedang berada di rumah mertua, tepatnya di Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Pada akhirnya, ia kedatangan sejumlah jajaran dari RSHS Bandung.

Momen Nina Saleha Dihubungi Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Nina Saleha, orang tua bayi yang tertukar di RSHS Bandung
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Nina Saleha, orang tua bayi yang tertukar di RSHS Bandung
Sumber :
  • Youtube KDM Channel

Lebih lanjut, pihak RSHS bertujuan untuk menyelesaikan polemik bayi nyaris tertukar. Jajaran rumah sakit juga meminta maaf secara langsung atas kejadian dilakukan perawatnya.

Di tengah pertemuan itu, Nina mendapat VC dari KDM. Kebetulan momen perbincangan antara Nina dan Dedi Mulyadi beredar di media sosial.

"Kepotong nih sama video call Pak Dedi Mulyadi. Pak Dedi telepon kepada saya, dia menanyakan peristiwa itu," katanya.

Dalam video itu, Nina Saleha bercerita peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4/2026) pagi. Kepada KDM, ia mengatakan kala itu dirinya mendatangi ruangan NICU untuk menjemput bayinya.

Sang bayi kebetulan sudah dirawat beberapa hari dan disimpan dalam inkubator. Sebab, bayi Nina mengalami penyakit kuning sehingga harus dirujuk dan dirawat di RSHS.

Nina menceritakan dirinya sempat dikabarkan oleh pihak RSHS. Ia bahagia mendengar kondisi bayinya sudah semakin membaik sehingga dipersilakan dibawa pulang.

Nina mengaku di momen itu harus menunggu cukup lama. Hal ini terbentur akibat administrasi yang belum rampung.

Nina menuturkan, sebelum kejadian sempat bertemu dengan seorang ibu-ibu. Bahkan, ia juga berbincang dengan ibu-ibu berwajah murung sebagai cikal bakal memunculkan kecurigaannya.

Situasi rumah sakit juga semakin sibuk untuk menangani pasien dalam kondisi darurat. Di momen inilah, ia memutuskan masuk ruang NICU dan kaget bayinya sudah tidak ada di inkubator.

Nina kembali melihat ibu-ibu sebelumnya dan sudah dalam kondisi menggendong bayi. Ia merasa penasaran lantaran pakaian bayi dikenakan serupa dengan buah hatinya.

Nina terkejut bayi yang dibawa adalah buah hatinya. Ia spontan berteriak untuk memanggil seorang perawat di sekitarnya.

Nina semakin kaget perawat tersebut mengaku telah memberikan bayinya kepada orang lain. Alasannya lantaran Nina tidak menjawab panggilannya.

Sontak, kejadian ini membuat Nina curhat melalui media sosial. Perhatian itu mengundang perhatian Dedi Mulyadi dan pihak RSHS Bandung untuk mengunjungi kediamannya.

Nina menjelaskan, Dedi Mulyadi mengetahui pihak RSHS sedang berada di kediamannya. Gubernur Jabar meminta agar jajaran rumah sakit memberikan penjelasan secara detail terkait polemik ini.

"Setelah saya jelaskan, langsung bilang 'Mana bu katanya ada dari pihak rumah sakit di situ?', 'Ada Pak', 'saya mau ngobrol'," ulas Nina saat berbincang dengan KDM melalui VC.

Selaras dengan video diunggah Dedi Mulyadi, kata Nina, Gubernur Jabar langsung menindaklanjuti perawat yang hampir membuat bayi milik Nina nyaris tertukar.

"Perihal masalah suster. Itu kan susternya katanya mau diapakan. Apakah mau ditindaklanjuti atau mau seperti apa. Katanya Pak Dedi, kalau misalkan dia emang salah, mau dikeluarin. Tapi, kalau nggak, apakah karena sedikit kesalahan biar di SP1," bebernya.

Selepas itu, Nina kembali berbincang dengan KDM. Ia mendapat uang bantuan sebesar Rp10 juta dari mantan Bupati Purwakarta tersebut sehingga dirinya akan menggunakan uang itu untuk menggelar akikah.

Nina Saleha Laporkan Oknum Perawat RSHS Bandung ke Polisi

Pada Jumat (17/4/2026), Nina Saleha, ibu dari bayi laki-laki yang diduga tertukar kini resmi melaporkan oknum perawat berinisial N ke Polda Metro Jaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nina melakukan langkah hukum ini lantaran keluarga merasa tanggapan manajemen RSHS Bandung tidak sesuai dengan fakta dialami olehnya. Laporan polisi dari Nina terhadap N telah teregister dengan Nomor LP/B/684/4/2026/SPKT POLDA JABAR.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Vietnam dan Thailand Menang Telak Hingga Timnas Indonesia Belum Main, Intip Klasemen Pekan Pertama Piala AFF 2026

Vietnam dan Thailand Menang Telak Hingga Timnas Indonesia Belum Main, Intip Klasemen Pekan Pertama Piala AFF 2026

Vietnam dan Thailand pun menjadi superior di grupnya masing-masing. Keduanya mencatatkan kemenangan telak di laga pekan pertama Piala AFF 2026. 
Jadi Tersangka TPPU, Pakar Desak Penyidik Dalami Peran Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satgas PKH

Jadi Tersangka TPPU, Pakar Desak Penyidik Dalami Peran Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satgas PKH

Jabatan Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), ikut disorot pakar kebijakan publik dan ekonomi politik Faisal Lohy.
Dibuat Merinding dengan Penggemar Voli Indonesia, Pelatih Vietnam Ingin Lebih Sering Main di Tanah Air

Dibuat Merinding dengan Penggemar Voli Indonesia, Pelatih Vietnam Ingin Lebih Sering Main di Tanah Air

Vietnam berhasil menyingkirkan tuan rumah Timnas Voli Indonesia dalam perebutan gelar juara SEA V Cup 2026 setelah menang di babak semifinal.
Gagal Raih Juara SEA V Cup, Timnas Voli Indonesia Rombak Skuad di Asian Games? Ini Kata Reidel Toiran

Gagal Raih Juara SEA V Cup, Timnas Voli Indonesia Rombak Skuad di Asian Games? Ini Kata Reidel Toiran

Timnas Voli Indonesia kalah 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25) dari Vietnam di babak semifinal SEA V Cup 2026, di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). 
Leg Kedua SEA V Cup 2026 Punya Juara Baru, Pelatih Vietnam Buka Peta Kekuatan Thailand

Leg Kedua SEA V Cup 2026 Punya Juara Baru, Pelatih Vietnam Buka Peta Kekuatan Thailand

Vietnam lolos ke babak final setelah mengalahkan Timnas Voli Indonesia dengan skor 3-1 (22-25, 25-22, 25-19, 25-18) di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). 
Buntut Celetukan Hotman Paris ke Wartawan, Korban Siap Jalani Rontgen Otak demi Buktikan Dugaan Penghinaan

Buntut Celetukan Hotman Paris ke Wartawan, Korban Siap Jalani Rontgen Otak demi Buktikan Dugaan Penghinaan

Setelah Hotman Paris resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pihak pelapor menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat laporannya, termasuk membawa korban menjalani pemeriksaan medis.

Trending

Santuy Meski Dihujani Kritik Usai Bela Febrie Adriansyah, Hotman Paris: Saya Tidak Salah!

Santuy Meski Dihujani Kritik Usai Bela Febrie Adriansyah, Hotman Paris: Saya Tidak Salah!

Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya buka suara mengenai gelombang kritik yang menghampirinya setelah sempat menjadi kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Gagal Raih Juara SEA V Cup, Timnas Voli Indonesia Rombak Skuad di Asian Games? Ini Kata Reidel Toiran

Gagal Raih Juara SEA V Cup, Timnas Voli Indonesia Rombak Skuad di Asian Games? Ini Kata Reidel Toiran

Timnas Voli Indonesia kalah 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25) dari Vietnam di babak semifinal SEA V Cup 2026, di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). 
Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK Pernah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Kini Gantikan Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah

Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK Pernah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Kini Gantikan Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah

Nama Febri Diansyah kembali disorot setelah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Tambang Ilegal Masih Marak, Pendampingan Legalisasi Dinilai Jadi Solusi

Tambang Ilegal Masih Marak, Pendampingan Legalisasi Dinilai Jadi Solusi

Di tengah masih maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di berbagai daerah di Indonesia, pendekatan berbasis edukasi, pembinaan, dan pendampingan legalisasi menjadi salah satu solusi strategis dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang lebih baik.
Jadi Tersangka TPPU, Pakar Desak Penyidik Dalami Peran Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satgas PKH

Jadi Tersangka TPPU, Pakar Desak Penyidik Dalami Peran Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satgas PKH

Jabatan Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), ikut disorot pakar kebijakan publik dan ekonomi politik Faisal Lohy.
Banyak Konten Hoaks terkait Institusi Negara, Publik Harus Periksa Kebenarannya

Banyak Konten Hoaks terkait Institusi Negara, Publik Harus Periksa Kebenarannya

Informasi hoaks terkait institusi negara kerap beredar di media sosial nyaris tanpa kontrol. Informasi ini selain menyesatkan publik, juga berpotensi mendorong hilangnya kepercayaan warga pada institusi negara. 
Buntut Celetukan Hotman Paris ke Wartawan, Korban Siap Jalani Rontgen Otak demi Buktikan Dugaan Penghinaan

Buntut Celetukan Hotman Paris ke Wartawan, Korban Siap Jalani Rontgen Otak demi Buktikan Dugaan Penghinaan

Setelah Hotman Paris resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pihak pelapor menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat laporannya, termasuk membawa korban menjalani pemeriksaan medis.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT