Reaksi Warga Depok usai KDM Umumkan Nikah di KUA Difasilitasi Mobil Listrik, Gen Z Berbondong-bondong Berkomentar
- TikTok/dedimulyadiofficial
tvOnenews.com - Kabar unik sekaligus menggembirakan datang dari Kota Depok. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan program menarik bagi masyarakat yang ingin menikah sederhana.
Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa warga Depok yang melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) akan difasilitasi mobil listrik.
Program ini langsung mencuri perhatian publik, terutama generasi muda.
Langkah tersebut merupakan bentuk dorongan nyata dari pemerintah agar masyarakat tidak terbebani oleh biaya pernikahan yang tinggi.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa fasilitas mobil listrik ini merupakan bagian dari upaya mendorong gaya hidup sederhana, termasuk dalam urusan pernikahan.
- Antara
“Buat warga Depok yang mau kawin di KUA, walikota-nya sudah siapin mobil listrik,” ujarnya melalui media sosial resminya.
Tak hanya itu, ia juga menyelipkan pesan dengan gaya khasnya yang santai namun tegas.
“Yang boleh kawin di sini kawin yang pertama, bini kedua jangan,” katanya.
“Kawinnya gratis ya, tapi kalau sudah punya bini harus dibiayain, jangan sudah hamil terus ditinggalin,” tambahnya.
Program ini sejalan dengan imbauan Wali Kota Depok, Supian Suri, yang sebelumnya mengajak generasi muda untuk tidak memaksakan diri menggelar pesta pernikahan mewah.
Ia menekankan bahwa esensi pernikahan bukan terletak pada kemegahan acara, melainkan kesiapan membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.
- TikTok/dedimulyadiofficial
Menurut Dedi, fenomena pesta pernikahan besar kerap menjadi beban finansial bagi pasangan muda.
Bahkan, tidak sedikit yang harus berutang demi memenuhi ekspektasi sosial.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk kembali pada konsep pernikahan sederhana namun bermakna.
Pengumuman tersebut sontak memicu beragam reaksi dari warganet, khususnya warga Depok.
Banyak yang menyambut positif, namun tak sedikit pula yang menanggapinya dengan candaan khas media sosial.
“Contohin dulu pak, supaya pada ngikutin,” tulis seorang warganet dalam bahasa Sunda.
Komentar lain juga tak kalah menggelitik. “Alah dasar Kang Dedi mah, jangan dianggap Kang Dedi mah, bukan Bapak Aing kalo serius mah,” tulis akun lainnya.
Load more