Singgung Para Pemain Timnas Indonesia, Jurnalis Belanda Marah Besar Eks Feyenoord Dukung NAC Breda
- REUTERS/Stelios Misinas
Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis Belanda marah besar eks Feyenoord mendukung NAC Breda soal kasus skandal paspor. Hal ini telah merugikan banyak pihak termasuk para pemain Timnas Indonesia.
Para pemain skuad Garuda di Liga Belanda telah dilanda kesulitan selama beberapa pekan terakhir. Mereka mengalami kesulitan karena skandal paspor yang mencuat akibat laporan NAC Breda.
NAC melaporkan Go Ahead Eagles setelah kekalahan telak dengan skor 0-6. Keberadaan bek kiri Timnas Indonesia, Dean James, dipermasalahkan oleh klub papan bawah Liga Belanda tersebut.
Ya, NAC terancam terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Mereka berupaya merenggut poin secara cuma-cuma melalui pengadilan demi menyelamatkan diri dari degradasi.
Tindakan NAC melaporkan Go Ahead Eagles telah berujung kepada skandal yang merugikan banyak pihak. Tak hanya para pemain Timnas Indonesia, mereka yang membela Suriname dan juga Tanjung Verde juga dilarang bermain akibat masalah ini.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah mengambil keputusan untuk tidak menghukum Dean James atau pun Go Ahead Eagles. Namun, NAC tidak menerima dan membawanya ke pengadilan.
Eks pejabat Feyenoord, Chris Woerts, yang pernah menjabat sebagai Head of Marketing pada 2002 hingga 2008, membela tindakan NAC. Menurutnya, tidak ada salahnya untuk mengambil tindakan demi kepentingan klub.
"Bagus sekali, NAC benar sekali. Mereka hanya mengikuti peraturan. Jika Anda menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat untuk bermain, Anda akan kalah 3-0. Itu hanyalah peraturan KNVB. Dan terlebih lagi, mereka [Go Ahead Eagles] sebenarnya lolos dengan hukuman yang sangat ringan," kata Woerts, dilansir dari Voetbal Primeur.
Jurnalis Wilfred Genee mengatakan bahwa setidaknya 34 klub telah menentang NAC. Namun, Woerts tidak sepakat dengan itu.
"Itu tidak benar. Kamis lalu ada pertemuan dengan 34 klub, dan hanya lima klub yang berbicara. Tidak semua 34. Lima klub yang terlibat adalah klub yang menurunkan para pemain; mereka mengeluh,” katanya.
“Mereka sangat vokal. NAC hanya mengatakan: kawan-kawan, kami membela kepentingan kami. Kami memiliki hak penuh untuk melakukannya. Sebenarnya, semua pertandingan yang dimaksud seharusnya berakhir 0-3," tambahnya.
Load more