Ahmad Dhani Diduga Lempar Sindiran ke Maia Estianty Jelang Pernikahan El Rumi, Begini Klarifikasinya
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Isu panas kembali mencuat menjelang pernikahan El Rumi dengan Syifa Hadju.
Kali ini, Ahmad Dhani menjadi sorotan setelah unggahan di media sosialnya diduga menyindir mantan istrinya, Maia Estianty.
Dugaan tersebut langsung ramai diperbincangkan publik, terutama karena muncul di tengah momen haru prosesi siraman El Rumi.
Tudingan ini bermula dari sebuah unggahan Instagram Ahmad Dhani yang menampilkan foto lawas dirinya bersama El Rumi saat masih kecil.
Dalam unggahan tersebut, Dhani juga menyertakan kutipan hadis yang berbunyi “Engkau dan hartamu milik ayahmu”, yang merujuk pada riwayat Ibnu Majah dan Abu Dawud.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu langsung dikaitkan dengan pernyataan Maia Estianty yang sebelumnya viral.
Seperti diketahui, dalam momen siraman, Maia Estianty sempat mengungkapkan perasaan mendalamnya sebagai seorang ibu.
Ia meminta maaf kepada El Rumi karena pernah tidak bisa selalu berada di sisinya saat masih kecil, terutama ketika konflik rumah tangganya dengan Ahmad Dhani memuncak.
“Tapi, kemudian di usiamu yang baru delapan tahun kita pernah harus berpisah,” ucap Maia dalam video yang viral di media sosial.
- Instagram/maiaestiantyreal
Ia juga menambahkan bahwa sejak momen perpisahan tersebut, dirinya harus belajar menjadi sosok ibu yang tidak bisa memeluk anaknya setiap hari.
Ungkapan itu sontak menyentuh hati banyak orang sekaligus membuka kembali memori lama terkait dinamika rumah tangga Maia dan Ahmad Dhani.
Di tengah ramainya perbincangan tersebut, unggahan Ahmad Dhani pun dianggap sebagai respons atau bahkan sindiran terhadap pernyataan Maia. Namun, anggapan itu langsung dibantah oleh Dhani.
Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari kanal YouTube Intens Investigasi, Ahmad Dhani menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak memiliki kaitan dengan sindiran kepada siapa pun, termasuk Maia Estianty.
“Sebenarnya hal itu lebih ke arah diskursus bahwa banyak orang yang menyalahpahami soal hadis nabi,” ujar Dhani.
Ia menjelaskan bahwa tujuannya membagikan konten tersebut adalah untuk mengajak masyarakat memahami konteks hadis secara lebih mendalam, khususnya terkait ungkapan “ibumu, ibumu, dan ibumu” yang sering disalahartikan.
Load more