Gubernur Sherly Tjoanda Ingin Peran Perempuan di Politik Semakin Berdampak bagi Masyarakat
- Instagram/@s_tjo
tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian publik. Sosok pemimpin perempuan yang dikenal dekat dengan rakyat ini tak hanya menunjukkan gaya kepemimpinan yang hangat, tetapi juga menyuarakan pesan kuat bagi perempuan Indonesia. Kali ini, sorotannya tertuju pada peran perempuan di dunia politik yang dinilai harus semakin berdampak nyata.
Dalam unggahan Insertlive pada 26 April 2026, Gubernur Maluku Utara itu terlihat santai saat diwawancarai awak media. Gaya bicaranya lugas, namun sarat makna. Ketika ditanya soal kedekatannya dengan masyarakat, Sherly menjawab dengan sederhana.
“Mengalir saja di lapangan,” ujar Sherly Tjoanda.
![]()
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. (Sumber:
Tak hanya soal kepemimpinan, Sherly juga berbagi nilai yang ia tanamkan kepada anak-anaknya. Baginya, menjadi manusia yang bermanfaat adalah hal utama.
“Ditanamkan bahwa jadi manusia itu harus berguna buat orang lain,” ungkapnya.
Pesan tersebut sejalan dengan pandangannya tentang kekuatan perempuan. Ia menekankan pentingnya solidaritas antar perempuan, bukan justru saling menjatuhkan.
“Women support women itu menurut saya kekuatan terbesar dari perempuan itu adalah saling menguatkan. Jadi ya women support women, apa pun dalam kondisi apa pun di bidang apa pun jangan saling menjatuhkan, tapi wanita itu harus saling mendorong,” jelas Sherly Tjoanda.
Tak kalah menarik, Sherly juga menyinggung soal “glow up” perempuan Indonesia yang menurutnya bukan sekadar penampilan luar.
“Dari hati. Jaga hati tetap bersih dan terus bersyukur. Jangan lupa bahagia maka mukanya glowing,” tuturnya.
Namun, sorotan utama datang saat ia membahas peran perempuan dalam dunia politik. Sherly menegaskan bahwa kehadiran perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan harus membawa dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Peran perempuan di politik itu sesuai dengan konsep hari ini bahwa daya perempuan itu merawat kehidupan dan memberikan dampak,” kata Sherly Tjoanda.
Ia melanjutkan, perempuan yang berada di ruang pengambilan kebijakan harus mampu memastikan keputusan yang diambil benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Jadi perempuan di politik itu jika berkesempatan masuk di ruang regulator pengambilan kebijakan memastikan bahwa kebijakan itu bisa berdampak meningkatkan kualitas hidup orang banyak atau intervensinya memutus rantai masalah, menyelesaikan masalah,” lanjutnya.
Load more